Penulis: Teguh IS
PT Pertamina (Persero) kembali terpilih menjadi Finalis ajang TOP Digital Awards yang diselenggarakan majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP DIGITAL Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”.
Pertamina telah mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022 di Jakarta, pada hari Senin, 19 September 2022 secara daring. Dalam sesi ini Cadet Diansah dari Digital Transformation Pertamina membawakan materi bertajuk “Transformasi Digital Pertamina” yang menjelaskan bagaimana optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informatika (TI) turut mendukung proses transformasi yang sedang dijalankan perusahaan.
Di bagian awal presentasinya, kepada dewan juri TOP Digital Awards 2022, ia memaparkan profil perusahaan, “Pertamina telah membangun jaringan bisnis yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Maka pada tanggal 12 Juni 2020, resmi terbentuk 5 (lima) subholding di bawah Pertamina, yaitu Upstream Sub Holding, Gas Subholding, Refinery and Petrochemical Sub Holding, NRE Sub Holding, dan Commercial and Trading Sub holding.”
“Secara umum tugas Pertamina sebagai holding akan diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional.”
“Sementara subholding akan menjalankan peran untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing serta meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan yang lebih menguntungkan perusahaan,” ujar Cadet.
Transformasi Digital Pertamina
Kepada dewan juri, Cadet memaparkan bahwa untuk Tata Kelola TI Pertamina tengah menjalankan ICT Master Plan tahun 2020-2024. “Saat ini, kami sedang menggarap 5 inisiatif yaitu data platform, analytics use case factory, data governance, cloud enablement, dan ICT governance.”
Dalam menjalankan transformasi digital, lanjut Cadet, Pertamina telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait TI yang dituangkan dalam sejumlah peraturan dalam bentuk, antara lain Surat Keputusan Direksi dan Pedoman.
Diterangkan oleh Cadet bahwa IT Pertamina telah menerapkan Manajemen Layanan berbasis ISO/IEC 20000-1 dan menjalankan semua persyaratan pada 18 proses utama, dan sertifikasi sejak tahun 2010.
“Kami juga telah menerapkan Manajemen Keamanan Informasi berbasis ISO/IEC 27001 dan menjalankan semua persyaratan pada 114 kontrol dalam 14 area, dan sertifikasi sejak tahun 2011.”
“Juga secara aktif berkolaborasi dan berkoordinasi dengan business user, sedangkan untuk pengambilan kebijakan yang berdampak masif akan dibawa ke forum Digital Steering Committee terlebih dahulu,” imbuhnya.
Kepada dewan juri Cadet menyatakan, di tahun 2022, Pertamina juga fokus kepada peningkatan kemampuan di bidang ICT dengan menerapkan 20 program training ad-hoc terkait ICT.
“Kami juga membuat MITA (Pertamina Digital), adalah komunitas IT yang isinya bukan pekerja IT saja tapi juga mengumpulkan pekerja-pekerja non IT untuk bergabung di komunitas ini. Di dalamnya ada Power BI Community, Data Science Community, Robotic Process Automation Community, dan Metaverse Community.”
“Ada 5 tujuan yang ingin dicapai MITA, meningkatan inovasi digital, menghasilkan value creation, meningkatkan indeks digital, melahirkan peluang bisnis baru, dan mencapai INDI 4.0.
“Kegiatan yang dilakukan MITA antara lain training, academy, hackathon, digital expo, e-sport, talk/sharing session dengan mengundang pakar IT dari eksternal, dll.
Menurut Cadet, journey transformasi digital yang dijalankan Pertamina sejak tahun 2017 itu, telah membuahkan hasil yang positif. Itu tercermin dari raihan IT Maturity Level diukur berdasarkan framework COBIT 4.1 oleh pihak eksternal dengan skor Maturity Level tahun 2019 meraih 4,37 dari yang sebelumnya 10 tahun yang lalu atau tahun 2009 dimana skornya 3,413.
Baca: Transformasi Digital Dorong Kelangsungan Bisnis Pertamina
Upaya Membangun Digital Culture
Dalam kesempatan ini, Cadet pun memaparkan upaya yang tengah dijalankan perusahaan dalam membangun budaya digital. “Pertamina telah memulai transformasi digital sejak tahun 2017, dengan jargon #digitalisus, artinya perusahaan ingin membawa transformsi digital ke seluruh karyawan. Dengan kick-off Pertamina Digital Transformation pada 26 Maret 2018.”
Dalam perjalanannya hingga tahun 2022, Pertamina telah menjalankan digitalisasi di seluruh sektor bisnis mulai dari hulu, pengolahan, hilir serta sistem tata kelola perusahaan.
“Pada Februari 2022 lalu, kami telah kick-off Pertamina Digital Transformation untuk tahun ini, dengan mencanangkan 16 inisiatif sekaligus launching MITA-Pertamina Digital Community. Rencananya pada November 2022 kami akan menggelar MITA Summit,” tutur Cadet.
Adapun 16 inovasi dan solusi unggulan yang tengah digarap perusahaan di tahun 2022 ini, lanjut Cadet, yang meliputi digitalisasi dan automasi proses bisnis berupa Big Data Tax dan Asset GIS Surveillance System. Dimana keduanya baru diluncurkan. Sedangkan yang improvement atau pengembangan, dari yang sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu (rollout), yaitu Digital Procurement, Digital Travel Management 3.0.
Inovasi dan solusi unggulan lainnya yang baru diluncurkan tahun 2022 ini yaitu: Digitalisasi Bunkering, Pertamina Data Governance, Digitalisasi Arsip, Enterprise Strategy Planning Dashboard and Analytic, Integrasi Digitalisasi Fuel Terminal, dan ERP Improvement.
Di tahun 2022 ini, ada juga inovasi dan solusi unggulan lainnya yang hanya improvement atau pengembangan, dari yang sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu (rollout), yaitu: Pertamina Digital Signature, EDTP 3.0, Auto Replenishment, Predictive and Prescriptive Maintenance System, Program IOC Integrasi dengan IODSC, dan Program IODSC untuk Non Wilayah Kerja Pertamina Hulu Rokan.
Menurut Cadet, dari ke-16 inovasi dan solusi yang telah dihadirkan Pertamina, ada solusi IT yang dinilai paling inovatif atau membanggakan, yaitu, pertama, office automation berupa digital signature yang digunakan untuk mengotomatisasi proses distribusi surat kepada orang yang tepat.”
“Kedua, EDTP 3.0, aplikasi untuk di lingkungan shipping yang berbasis di cloud. Ada sejumlah fitur di dalamnya untuk memonitor kapal lewat satelit secara near real-time, kapal mana yang akan datang dimana posisinya, dapat diketahui muatannya dan terintegrasi dengan loading port-nya. Ini semua terintegrasi ”
“Ketiga, Big Data Tax, sinkronisasi data di DJP dengan pajak yang harus dibayarkan Pertamina. Dengan benefit Otomasi Ekualisasi Pajak-Komersial dan Rekonsiliasi Fiskal; Analytical Dashboard untuk Monitoring dan Evaluasi Tax Planning; Single Source of Truth untuk Menghasilkan Dokumen Pendukung Perpajakan yang Handal; dan Single Platform Perpajakan di Pertamina Group.”
“Keempat, Smart AI: Predictive & Prescriptive Maintenance System (PPMS), dengan solusi ini Pertamina dapat melakukan monitoring kesehatan perangkat kilang secara real-time sehingga dapat diperbaiki secara tepat waktu sebelum perangkat itu rusak. Sehingga dapat mencegah terjadinya unplanned shutdown, meningkatkan produktivitas, sekaligus mencegah timbulnya biaya yang tidak diperlukan atau cost avoidance.”
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Inilah TI Pertamina Yang Berdampak Nasional
Perkembangan Industry 4.0
Terkait Industry 4.0, saat ini, untuk aplikasi ada MyPertamina, MyPertamina For Business, P-Office, dll; Infrastruktur berupa Cloud Infrastructure; Keamanan TI meliputi SOC, DLP, Secure Coding, MFA, Security Policy (password policy, dll); Big Data/IoT dalam bentuk Corporate Dashboard, Joint Operation Dahboard, Predictive Maintenance; Cloud App mengunakan Office 365, dan ada Digital Accelaration Index.
Cadet mengungkapkan sejak tahun 2015, Pertamina telah melakukan pengukuran Digital Acceleration Index. “Kita ada target, di tahap berikutnya, kita ingin mencapai lebih dari level Digital Performer dengan skor 62 yang diraih tahun 2020. Yaitu level Digital Leader dengan skor 67.”
Komitmen Perusahaan
Kepada dewan juri, Cadet menegaskan dukungan dan peran jajaran manajemen (Direksi, Manajer dan seluruh karyawan) Pertamina dalam mensukseskan Program Transformasi Digital. “Bahkan, kami juga menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan lainnya seperti penyedia solusi TI,” tuturnya.
Turut mengikuti sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, dari Pertamina yaitu Taufiq Syofyan selaku Manajer Non ERP Solution, serta sejumlah anggota Digital Transformation Pertamina yaitu Fitria Lisdiyanti, Platto Mutaqin, dan Kaniadevi Permatasari.
Sedangkan bertindak selaku Dewan juri yaitu Melani K. Harriman, Agnes, Nurul Yakin SB, Dwinda Ruslan, Febri, dan Nina KH.
Baca: Canangkan Transformasi Digital, Pertamina Jadi Customer Centric Company














