Untuk mendorong digitalisasi UMKM yang juga menjadi satu dari tiga sektor prioritas yang solutif dan berkelanjutan, Indonesia harus memfokuskan investasinya pada teknologi digital dan ekosistem pendukung (enabler).
UMKM membutuhkan dukungan dan bimbingan agar dapat mengatasi tantangan demi mencapai kesuksesan bersama e-commerce, termasuk dalam segi adopsi teknologi, branding, modernisasi produk lokal, dan sertifikasi.
Penerapan strategi digital yang holistik dan suportif akan memberdayakan UMKM untuk sukses di era digital, dan mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi ini harus meliputi kolaborasi dengan mitra dan pakar untuk memberdayakan UMKM.
Mengutip whitepaper Boston Consulting Group bersama Blibli juga Kompas Data yang bertajuk “Menciptakan Pertumbuhan Inklusif melalui Digitalisasi UMKM di Indonesia”, disebutkan dengan pemberian dukungan yang tepat, Indonesia bisa meningkatkan literasi digital UMKM dari 20% menjadi 50% pada tahun 2024.
Langkah itu diperkirakan menghasilkan peningkatan ekonomi sebesar USD38 milyar (setara dengan Rp546,5 triliun), sekaligus memperluas peluang ekonomi lainnya yang lebih besar.
Sebagaimana dikutip dari pemberitaan media nasional, 13/09/2022, CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengungkapkan, penelitian ini menunjukkan bahwa 77% UMKM mempekerjakan komunitas lokal, dengan membuka antara satu sampai lima lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Efek pengganda (multiplier effect) ini membuktikan bahwa upaya pemberdayaan UMKM dengan teknologi digital akan membuka jalan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
“Blibli berkomitmen untuk memainkan perannya dengan lebih aktif lagi, bermitra dengan perusahaan dan agensi yang profesional dan berpengalaman di seluruh Indonesia – yang memiliki kesamaan visi – untuk membantu mendukung inisiatif ini,” tegas Kusumo.
Baca: Digitalisasi UMKM Jadi Agenda Pemerintah untuk Pulihkan Perekonomian














