Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat merangsek ke berbagai sektor. Terlebih di sektor perbankan, aspek teknologi informasi merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan, sehingga perkembangannya harus terus diikuti agar layanannya senantiasa mengalami peningkatan.
PT Bank NTB Syariah, misalnya, perusahaan perbankan ini begitu concern terhadap perkembangan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas layanannya. Ini seperti ditegaskan Kukuh Rahardjo, Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, dalam paparannya di hadapan dewan juri TOP Digital Awards 2023. Mengusung tema Navigating IT Governance and Cybersecurity in Business Innovation, Kukuh Rahardjo berharap keikutsertaannya dalam ajang TOP Digital Awards 2023 dapat memberikan kebaikan bagi perusahaan, khususnya di dalam meningkatkan layanan kepada nasabah dan juga memperkuat teknologi informasi sebagai backbone terhadap layanan nasabah.
Untuk diketahui Bank NTB Syariah baru melakukan konversi sejak tahun 2016 lalu, namun baru pada tahun 2018 perusahaan perbankan ini resmi melakukan kegiatan operasional sesuai prinsip-prinsip syariah. Apiknya, dalam lima tahun perjalanan perusahaan, Bank NTB Syariah tercatat terus mengalami pertumbuhan.
“Lima tahun perjalanan kami, Alhamdulillah saat ini aset kami tumbuh menjadi Rp14 triliun. Dari saat berkonversi sebesar Rp7 triliun dan saat ini mencapai Rp14 triliun. DPK kami dari Rp4,9 triliun menjadi 10,8 triliun. Pembiayaan kami dari Rp4,8 triliun, saat ini Rp9,8 triliun. Dan per tanggal 15 Oktober kemarin kami hampir mencapai Rp10 triliun,” ungkap Kukuh.
“Jadi selama lima tahun Alhamdulillah pertumbuhannya hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pada saat kami berkonversi. Laba kami tercatat saat ini per September adalah sekitar Rp162 miliar. Dan mudah-mudahan target kami di Desember tercapai sekitar Rp202-205 miliar,” sambungnya.
Pun dari sisi rasio keuangan, seperti CAR, BOPO, FDR, ROA, ROE, NPF Bank NTB Syariah juga disebut masih di atas target yang direncanakan.
Atas sejumlah pencapaian yang telah dirasakan, Kukuh tak menampik bahwasanya hal itu tak lepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi. “Ini kurang lebih selama lima tahun kami meningkatkan kualitas layanan dengan berbasis kepada teknologi, dampaknya cukup signifikan,” tegasnya.
Bicara soal pendapatan perusahaan, Kukuh mengatakan bahwa di tahun 2023 ini pendapatan Bank NTB sudah menyentuh Rp1 triliun, dan diharapakan akan menyentuh angka Rp1,2 triliun. Menariknya, berkat dukungan teknologi, pendapatan Bank NTB Syariah dari fee base income juga disebut meningkat tigak kali lipat dibandingkan pada tahun 2018 lalu.
”Dari Rp27 miliar menjadi perkiraan kami adalah Rp77 miliar di tahun 2023. Yang paling siginifikan adalah ketika kami menambah kualitas layanan berbasis teknologi, kami dapat meningkatkan fee base income dari semula Rp24 miliar, saat ini sudah mencapai Rp26 miliar. Dan harapan kami di Desember dapat mencapai Rp35 miliar,” ungkap Kukuh.
Tidak hanya itu, dilihat dari rasionya, rasio fee base income Bank NTB Syariah secara total naik 3,2% menjadi 6,2% di September 2023. Kemudian rasio pendapatan e-channel juga meningkat dari 0,2% menjadi 2,88%. Dan rasio pendapatan e-channel dibandingkan dengan pendapatan fee base income keseluruhan meningkat dari 8,7% menjadi 45%.
“Inilah menjadi salah satu keyakinan dan komitmen kami untuk senantiasa meningkatkan kualitas teknologi dan informasi, karena ini menjadi backbone kepercayaan dari nasabah. Yang intinya apabila nasabah semakin percaya, nasabah akan semakin banyak mempergunakan produk-produk kami, mudah-mudahan fee base kami semakin bertambah,” tandas Kukuh.
Dari segi fasilitas layanan, disebutkan bahwa dibandingkan pada saat perusahaan melakukan konversi, jumlah ATM Bank NTB Syariah meningkat menjadi 317 unit. Demikian pula dari sisi pengguna layanan mobile banking, di mana pada tahun 2023 ini diharapkan akan mengalami pertumbuhan di angka 100 ribu user di banding sebelumnya yang hanya sekitar 5300 user. Seiring pengguna layanan mobile banking yang meningkat, maka layanan SMS Banking perusahaan kini mengalami penurunan.
”Alhamdulillah semakin lama (pengguna SMS Banking) semakin sedikit usernya. Dan mudah-mudahan karena semua sudah terlayani dengan data seluler, pengembangan sms banking ini insya Allah akan kami tutup di tahun 2023, karena seluruh layanan sudah dapat diberikan layanan dengan menggunakan mobile banking,” ujarnya di hadapan dewan juri pada Senin, (23/10/2023).
Fasilitas layanan Bank NTB Syariah lain yang juga mengalami peningkatan di antaranya CMS Corporate, Laku Pandai, dan EDC Android.
Perkuat Cyber Security
Sesuai dengan tema yang diangkat, tidak ketinggalan dalam paparannya, Bank NTB Syariah juga berbicara soal cyber security. Bank NTB Syariah yang saat ini memiliki rasio biaya IT disbanding rasio total anggaran perusahaan sebesar 4%, rencananya akan ditingkatkan di masa mendatang guna memperkuat cyber security.
“Ke depannya kami akan memberikan anggaran lebih besar kepada teknologi informasi ini dalam rangka untuk penguatan pengelolaan TI dan pengendalian terhadap cyber security,” demikian dikatakan Kukuh.
Bukan tanpa sebab, ditingkatkanya anggaran biaya IT yang didorong untuk memperkuat aspek cyber security ini dilatarbelakangi maraknya cyber crime dalam satu tahun belakangan ini.
“Nah, satu tahun terakhir ini memang kita banyak dikejutkan oleh adanya vandalism terkait cyber security itulah sebabnya di satu tahun terakhir ini kami mencoba untuk menambah anggaran. Dan mudah-mudahan di tahun 2024 ini akan ada anggaran yang cukup signifikan yang kami peruntukkan untuk penguatan cyber security,” tandasnya.
Tidak hanya dari sisi anggaran, keseriusan Bank NTB Syariah dalam memperkuat aspek cyber security juga bisa dilihat dari struktur organisasi TI dalam perusahaan di mana terdapat organ bernaman keamanan cyber TI.
”Jadi, kami di tahun 2023 sudah concern dengan memasukkan salah satu fungsi keamanan cyber TI. Unit inilah yang saat ini bekerja untuk melihat aplikasi-aplikasi dan juga proses-proses yang rentan terhadap cyber security. Akhirnya kami mengupayakan supaya seluruh aplikasi-aplikasi ini dapat dimonitor oleh unit keamanan cyber TI. Jadi, fungsi daripada TI di sini ada yang merencanakan, ada yang mengoperasional dan ada yang melindungi. Jadi kami mencoba seluruh aspek dari teknologi informasi ini dapat ter-capture secara menyeluruh,” tutupnya.














