Jakarta, Itech- Sekjen Kementrian Ristek Dikti, Prof Ainun Na’im PhD mengatakan riset dan inovasi yang dihasilkan terutama di sejumlah daerah di Indonesia akan membuat bangsa menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada negara-negara asing.
“Seluruh hasil riset dan inovasi daerah harus bisa di integrasikan sehingga menjadi kekuatan nasional dan peningkatan daya saing. Tentunya, banyak daerah yang memiliki keunikannya sendiri dan juga punya potensi yang berbeda satu sama lain,” katanya disela Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional (DRN), dengan tema Meningkatkan Peran Riset dan Inovasi Untuk Pembangunan Daya Saing Daerah” di Jakarta, rabu (14/12). Dia menambahkan, pada akhir tahun ini, pihaknya berencana akan meluncurkan beberapa produk inovasi baru, baik dari lembaga penelitian maupun perguruan tinggi.
Sementara itu Ketua DRN Bambang Setiadi IPU mengatakan, seluruh negara di dunia ini tidak akan takut kalau Indonesia memiliki banyak publikasi, bahkan mereka tidak takut kalau Indonesia banyak memiliki doktor dan insinyur, mereka hanya sangat ketakutan kalau kita mulai komitmen yang sangat kuat untuk memanfaatkan hasil riset sendiri. ” Inovasi adalah jembatan pemikiran tegas dan jelas antara riset dan daya saing,” katanya.
Apalagi di dalam Nawa Cita itu kan tidak ada kata teknologi, riset dan inovasi, tapi ada kata daya saing. Menristekdikti di dalam berbagai kesempatan menterjemahkan, meningkatkan daya saing hanya ada dua cara, yaitu riset dan inovasi. Patut diketahui, Sidang Paripurna DRN adalah salah satu ketentuan dan amanat dari Tata Kerja DRN, sebagai cara untuk menghimpun pemikiran dan rumusan kebijakan yang akan diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Risetdikti. (red/ju)














