ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2024: Ini Arah Transformasi Digital di Roadmap IT Pengadaan Nasional yang Dicanangkan LKPP

Fauzi
23 November 2024 | 10:00
rubrik: Digital, E-Gov, Event
TOP Digital Awards 2024: Ini Arah Transformasi Digital di Roadmap IT Pengadaan Nasional yang Dicanangkan LKPP
Share on FacebookShare on Twitter

Mengusung judul presentasi ‘Percepatan Transformasi Digital Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah’, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) selesai menjalani sesi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang digelar secara daring Rabu (20/11/2024) lalu. Dalam hal ini LKPP diwakili oleh Direktorat Sistem Pengadaan Digital. Januar Indra, selaku Plt Direktur Sistem Pengadaan Digital hadir dan memberikan paparannya di hadapan dewan juri.

“Proses pengadaan barang dan jasa secara digital itu sebenarnya dimulai sejak diamanatkan oleh Perpres 54 Tahun 2010, namun belum masif dan belum secara nasional. Itu (sistem pengadaan barang/jasa secara digital) baru dilakukan secara nasional sejak terbitnya Perpres 16 Tahun 2018 dan diamanatkan dipercepat melalui Perpres 17 Tahun 2023,” ujar Januar Indra mengawali presentasinya ketika itu.

Lebih lanjut dikatakan Indra, LKPP memiliki visi sebagai penggerak utama dalam pengadaan barang/jasa untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

“Jadi, kalau pemerintah perlu barang atau jasa, itu nanti kebijakan, sistem dan SDM, kelembagaannya itu semua dilakukan pembinaan oleh LKPP. Tujuannya untuk mewujudkan Indonesia Maju, Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong,” jelas Indra.

Adapun untuk mewujudkan visi di atas, ada beberapa misi yang diterapkan oleh LKPP, antara lain

  1. Menerapkan kebijakan pengadaan yang responsif dan mendorong kemandirian bangsa sesuai dengan kemajuan teknologi;
  2. Mengembangkan proses bisnis pengadaan berbasis elektronik dan pengelolaan SDMpengadaan yang adaptif; dan
  3. Meningkatkan akuntabilitas PBJ.

Adapun tugas LKPP, sesuai amanat dari Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2022, yaitu mengembangkan, merumuskan, dan menetapkan kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dari situ, lanjut Indra, ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh LKPP, yaitu menyusun dan merumuskan strategi menentukan kebijakan standar prosedur. Yang kedua menyusun dan merumuskan strategi kebijakan pembinaan SDM.

“Jadi, (secara singkat) yang pertama itu regulasinya, yang kedua itu SDM-nya, yang ketiga itu bagaimana memantau dan evaluasi pelaksanaannya, lalu yang keempat membina dan mengembangkan sistem informasi serta mengawasi penyelenggaraan secara elektronik. Yang kelima, kami memberikan bimbingan teknis, advokasi dan pendapat hukum. Yang keenam, pembinaan dan penyelenggaraan dukungan administrasi untuk internal, yang ketujuh itu pengawasan atas pelaksanaan tugas LKPP,” tegas Indra.

BACA JUGA:  Separuh Lebih Perusahaan di Indonesia Bangun SOC untuk Tingkatkan Keamanan Siber

Adapun Direktorat Pengadaan Digital di LKPP, disebut akan melaksanakan fungsi yang nomor 4, yaitu Pembinaan dan pengembangan sistem informasi serta pengawasan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa Pemerintah secara elektronik. “Itu yang akan dilaksanakan oleh tiga direktorat salah satunya kami,” tandas Indra.

Roadmap IT Pengadaan Nasional
Sesuai tugas dan fungsi yang diembannya, terkait dengan digitalisasi pengadaan barang/jasa pemerintah, LKPP telah memiliki apa yang disebutnya sebagai Roadmap TI Pengadaan Nasional, yang telah disusun sejak tahun 2020 lalu.

“Sejak tahun 2020 lalu itu kita anggap dari Tahap 0 Procurement Computerization. Jadi, ini kaya semacam dokumen-dokumen di-scan masuk dalam arsip dan lain sebagainya. Jadi, layanan teknologi informasi itu masih bersifat individual (standalone) sifatnya, hanya semi automated,” jelas Indra.

Selanjutnya, pada tahun 2021 atau pada Tahap 1 LKPP mencanangkan Procurement Digital Connectivity. Di mana seperti dikatakan Indra, pada tahap dimulailah layanan teknologi informasi terintegrasi secara keseluruhan.

Beranjak ke tahun 2022, LKPP mencanangkan Tahap ke-2, yakni mencapai Procurement Digital Visibility, di mana dikatakan Indra pengadaan nasional memiliki kendali data di LKPP secara luas untuk mendukung pengambilan keputusan terutama. “Jadi, selain terintegrasi, tahap ke-2 ini kita mulai memanfaatkan data dan informasi secara nasional, digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan berikutnya,” jelasnya.

Masih di tahun 2022, pada Tahap 3 dicanangkan Procurement Digital Transparency, di mana ada semacam Semantic Linking dan seamless data integration. Di tahap ini nantinya, sebagian pengambilan keputusan bisa dilakukan secara otomatis. “Misalnya, saya ada aplikasi Sistem Aplikasi Tender Cepat yang mengambil keputusan nanti secara otomatis dalam sistem itu, setelah data-data di input di sana. Jadi, ada seperti itu,” tandas Indra.

BACA JUGA:  Bank digital BCA, blu sasar kalangan "digital savvy"

Tahun 2023, Tahap 4 LKPP mencanangkan Procurement Predictive Capacity. Pada tahap dikembangkan semacam simulasi skenario Pengadaan Nasional dan kemampuan memprediksi tren perubahan masa depan.

“Misalnya, perubahan masa depan dalam era ke depan ini, apakah kita perlu PC atau kita perlu Tablet, misalnya gitu. Nah, itu bisa berdasarkan data dan informasi yang kami miliki bisa kita lakukan prediksi-prediksi seperti itu,” kata Indra.

Adapun pada Tahap 5, yakni Procurement Adaptability. Pada tahap ini, kata Indra, layanan teknologi informasi (diharapkan) punya kemampuan membuat keputusan dalam mengantisipasi berbagai perubahaan secara otomatis, cepat dan akurat.

“Nah ini kita masih terus mengembangkan menuju ke arah sana. Karena agar bisa mengantasipasi perubahan secara otomatis, cepat dan akurat. Jadi, kira-kira secara general seperti itu nanti roadmap IT pengadaan nasional,” ujar Indra.

Nah, sebagai upaya untuk menuju pada apa yang telah dicanangkan di Roadmap IT Pengadaan Nasional, LKPP sejatinya telah mengembangkan sejumlah aplikasi, bahkan jauh sebelum roadmap tersebut ditetapkan.

”Nah, aplikasi itu sejak 2006 telah dibuat, dan seterusnya dikembangkan 2008, 2010, sampai 2018, tahun 2021 (ada) penyesuaian dengan peraturan presiden, dan di 2023 tahun lalu mulai kita lakukan transformasi digital agar pengembangannya terpusat dan terintegrasi aplikasi-aplikasi ini, sesuai dengan tadi tahapan ke-5, nanti mampu memprediksi secara otomatis. Jadi, mulai kita kembangkan dan kita susun aplikasinya ke arah sana,” jelas Indra.

Sedikit memaparkan soal Percepatan Transformasi Digital PBJ Pemerintah sebagaimana tema yang diangkap, Indra menyebut bahwa amanat itu sudah disampaikan oleh Presiden sejak terbitnya Inpres No. 2 Tahun 2022 dan terbitnya Kepres 17 Tahun 2023. Lalu ini, peta sektor rencana teknis seperti ini. Dalam hal ini, LKPP telah mengembangkan Platform Pengadaan Nasional yang disebut INAPROC.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2024: PLN Icon Plus Bertransformasi Membangun Portofolio Digital & Green Solution

INAPROC adalah pintu gerbang sistem informasi elektronik yang terkait dengan informasi Pengadaan Barang/Jasa secara nasional yang dibangun dan dikelola oleh LKPP. Salah atu fitur ayang dikembangkan pada platform INAPROC adalah manajemen akun.

”Jadi, akun yang digunakan oleh penggunan sistem pengadaan secara elektonik itu kita sentralisasi, kita lakukan daftar ulang, maksudnya untuk meningkatkan transaksi di sistem pengadaan secara elekronik. Karena sering pengguna itu akunya dibagi-bagi password-nya. (Untuk itulah) kita lakukan pendaftaran ulang/proses verifikasi ulang apakah akun yang bersangkutan masih dipegang yang bersangkutan atau bagaimana. Akun ini akan menjadi pintu masuk bagi pengguna ke semua aplikasi yang ada di sistem pengadaan secara elektronik,” jelas Indra.

Selanjutnya aplikasi yang dikembangkan adalah Katalog Elektronik V6. Lewat solusi ini setiap pengguna bisa berjual beli di dalamnya. Penjual bisa menayangkan produknya, menayangkan spesifikasi dan harga, pembeli bisa membeli dengan sesuai kebutuhannya nanti.

LKPP juga teah mengembangkan aplikasi Manajemen Penyedia (Vendor Management System). Seperti dikatakan Indra lewat apikasi ini nanti semua pihak bisa melihat dan menilai penyedia, apakah penyedia tersebut berkualifikasi sesuai kebutuhan, apakah penyedia tersebut memiliki track record yang baik dan sebagainya.

Lalu ada juga aplikasi atau fitur Daftar Hitam atau Blacklist. Jadi aplikasi ini (berisi) daftar penyedia yang masuk dalam daftar hitam dan tidak bisa ikut berproses dalam tender pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Aplikasi atau fitur ini sudah dikembangkan sejak tahun 2023. Nanti ke depan akan dikembangkan fitur atau aplikasi terkait dengan E-Tendering atau SPSE, SIRUP (Sistem Informasi RUP), dan sebagainya di mana nanti semuanya akan saling terintegrasi,” tutup Indra.

Tags: AIGenerative AILKPPTOP Digital Awards 2024
Previous Post

TOP Digital Awards 2024: BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Terapkan Digitalisasi Dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik

Next Post

TOP Digital Awards 2024: Inovasi SIPINTER Solusi Unggulan Mudahkan Perizinan Kabupaten Situbondo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Prime Thunderbolt 5 Cable 240W, Solusi Transfer Data Super Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Instinct 3 Hadir dengan Pilihan Warna Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Luncurkan Kartu microSD T7 dan T9 Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AQUA Elektronik Luncurkan Produk Inovasi Cold Chain untuk Dukung Ekosistem Smart Home

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto