ItWorks.id– Integritas, profesionalitas, dan kedisiplinan menjadi fondasi utama Pengadilan Agama (PA) Cilegon dalam mewujudkan tata kelola lembaga peradilan yang transparan dan modern. Di bawah kepemimpinan Ketua PA Cilegon, Abdurrahman Rahim, lembaga ini menjelma sebagaisalah satu satuan kerja peradilan yang paling progresif dalam penerapan teknologi informasi di lingkungan Mahkamah Agung.
“Integritas, profesionalitas, dan kedisiplinan yang tinggi. Inilah yang membawa kami, tim yang solid ini, agar bisa terus berinovasi dan melakukan kemajuan serta akselerasi di bidang teknologi dan pelayanan pada masyarakat,” ujar Abdurrahman membuka paparannya di hadapan dewan juri TOP Digital Awards 2025 secara daring, Senin (10/11/2025).
Transformasi digital di PA Cilegon bukan sekadar jargon. Sejak tahun 2020, lembaga ini telah memiliki roadmap pengembangan teknologi yang sistematis, mulai dari penguatan infrastruktur IT hingga penerapan e-court 100 persen. “Alhamdulillah, tahun ini roadmap tersebut tercapai dengan baik. Bahkan sampai detik ini kami sudah tidak melayani masyarakat dengan pelayanan pengadilan konvensional, tetapi sudah melalui e-court 100%, di saat pengadilan lain mungkin belum mampu untuk itu,” ungkapnya.
Konsistensi itu berbuah manis. PA Cilegon menjadi salah satu pengadilan agama pertama di Indonesia yang sepenuhnya mengandalkan sistem digital untuk proses persidangan dan administrasi.
Meskipun mengalami penurunan anggaran IT sekitar Rp9 juta pada 2025, semangat berinovasi tak surut. “Namun hal itu tidak mengurangi inovasi dan akselerasi kami dalam melayani masyarakat dengan keunggulan IT,” tegas Abdurrahman.
Sebagai bukti kematangan digital, PA Cilegon telah mencapai IT maturity level 5, level tertinggi dalam pengukuran kesiapan teknologi di lingkungan peradilan. Hal ini ditopang oleh tata Kelola IT yang kuat, penerapan cyber security, dan prosedur riset serta maintenance aplikasi yang terstandar.
Terobosan Digital
Langkah progresif PA Cilegon tidak berhenti pada digitalisasi internal. Lembaga ini jugaberhasil menciptakan integrasi lintas instansi dengan kementerian, lembaga daerah, dan korporasi melalui berbagai aplikasi inovatif.
Fokus utama tahun 2025 adalah pengembangan e-SIPASTI (Elektronik Sistem Integrasi Pertukaran Data Antar Instansi) dengan tagline “Pasti Terintegrasi, Pasti Tervalidasi.” Aplikasi ini memfasilitasi pertukaran data antara PA Cilegon, PT Krakatau Steel, dan Dinas Dukcapil Kota Cilegon untuk mempercepat layanan publik.
“Dengan sistem ini, jika ada pegawai PT Krakatau Steel yang bercerai, data penghasilannyauntuk pembuktian persidangan dikirim otomatis melalui aplikasi. Begitu juga masyarakat yang sudah bercerai, perubahan data kependudukan (KK dan KTP) dilakukan otomatis oleh Dukcapil setelah notifikasi dari aplikasi tanpa perlu datang langsung,” terang Abdurrahman.
Selain ESIPTI, PA Cilegon juga berinovasi melalui Kibana, aplikasi pemantauan surat panggilan berbasis titik koordinat yang menggantikan sistem jurusita manual. Dengan kerja sama bersama PT Pos Indonesia, aplikasi ini memastikan setiap proses pemanggilan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Tidak hanya itu, PA Cilegon juga telah menerapkan akta cerai elektronik, memungkinkan masyarakat mengunduh dokumen tanpa harus datang ke pengadilan. Digitalisasi ini terbukti meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, dan menekan biaya operasional secara signifikan. “Kami kini telah 100% menerapkan e-court dan terus mengembangkan berbagai aplikasi seperti SIPP, Semerak, ABT SIPP, ABT SIPP, Sianyer, APIK , SIKEP, EBIMA, E-Kinerja, SIMA, Digis Dolar, Kibana, Samawa, Vipro, PTSP Online, Mobile PAC, Miss PAC, serta IMAS CS dari PTA Banten,” pungkasnya. (Abdullah Suntani).














