ItWorks.id- Agenda transformasi digital Telkomedika kian memperlihatkan pergeseran peran teknologi informasi (TI) dari sekadar alat bantu operasional menuju instrumen untuk memperkuat layanan kesehatan secara terintegrasi dengan smart technology. Pemanfaatan data, Artificial Inteligence (AI) atau teknologi kecerdasan buatan) dan integrasi sistem, menjadi bagian dari upaya membangun layanan bidang kesehatan yang lebih cepat, efisien dan berbasis data untuk keputusan yang semakin terukur.
PT Sarana Usaha Sejahtera Insanpalapa (TelkoMedika) merupakan perusahaan penyedia layanan kesehatan (healthcare provider) yang memberikan layanan solusi kesehatan untuk masyarakat umum berupa Klinik, Laboratorium, Apotek, Optik dan Layanan Kesehatan. Seiring dengan transformasi dan penguatan bisnis perusahaan, TelkoMedika yang merupakan TelkomGroup, kini juga menjadi bagian dari Fullerton Health Group. Perusahaan juga terus berkomitmen untuk memberikan pilihan solusi layanan kesehatan yang berkualitas dan terpercaya pada masyarakat.
Salah satu strategi yang dilakukan yakni melalui inovasi adopsi teknologi digital (transfomasi digital) dengan memanfaatkan smart technology (teknologi cerdas). Seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT) dan smart technologvy lainnya, khususnya untuk perkuat sistem manajemen dan juga layanan pasien. Kolaborasi IoT dengan AI misalnya, mampu menghasilkan layanan medis yang lebih cepat, akurat yang bermuara pada kepuasan pelanggan. Dengan IoT dan AI, ada akurasi dan kecepatan transfer data yang mampu meningkatkan proses layanan pemeriksaan dan juga pengobatan bagi setiap klien atau pasien.
“Sejalan dengan tuntutan digitalisasi yang kian berkembang dalam berbagai sendi kehidupan, termasuk di bidang kesehatan, Telkomedika menempatkan transformasi digital sebagai salah satu fondasi untuk memperkuat layanan kesehatan terintegrasi. Perusahaan mengarahkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan artifisial (AI), tidak sekadar sebagai pendukung operasional, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses bisnis,” ungkap General Manager (GM) IT & Corporate Strategic PT TelkoMedika, Herwandy W Patongai dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2026 yang helat majalah ItWorks yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada (25/09/2026).
Selalu hadirkan inovasi baru perkuat digitalisasi untuk daya saing, baik sistem manajemen, proses bisnis dan layanan pelanggan (masyarakat), PT TelkoMedika tahun ini untuk ketiga kalinya masuk nominasi untuk penghargaan TOP Digital Awards 2026. Turut hadir dalam wawancara ini dari TelkoMedika, di antaranya Fhajrin Mohamad R = Manager IT, serta Iyan Supriatna = Assistant Manager IT.
Sedangkan Tim Juri penilai terdiri Prof. DR Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar FE dan Bisnis – Unpad Bandung), Nurul Y Setyabudi (IDTUG /BPSK DKI), DR. Subandi (Univ. Budi Luhur / Praktisi ICT Consulting), Febrizal Efendi (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia /Aspiluki), yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks).
Top Digital Awards merupakan kegiatan penilaian untuk penghargaan tahunan berskala nasional di bidang teknologi digital (TI, telekomunikasi, dan tata kelola digital), yang juga menjadi ajang pembelajaran bagi instansi pemerintah, korporasi, serta lembaga/badan untuk meningkatkan transformasi digital yang berdampak pada kinerja dan layanan. Tahun ini mengusung tema “Driving Business and Government Excellence Through Trusted AI and Digital Innovation”.
Dalam materi presentasinya, Herwandy W Patongai menegaskan bahwa strategi penguatan layanan Kesehatan kian terintegrasi melalui transformasi digital. Di antaranya melalui , integrasi sistem aplikasi, operasi berbasis data, serta peningkatan proses yang didukung AI.
TelkoMedika telah berhasil menerapkan transformasi digital secara menyeluruh (end-to-end) di dalam ekosistem layanan kesehatannya. Transformasi digital ini tidak sekadar mengubah cara kerja internal (meningkatkan efisiensi tenaga medis, perawat, dan dokter), tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas berupa layanan kesehatan yang lebih responsif, inovatif, dan terintegrasi,
Transformasi digital juga telah menghubungkan seluruh jaringan fasilitas kesehatan mereka—mulai dari klinik, laboratorium, apotek, hingga optik—ke dalam satu ekosistem digital yang mulus bagi pasien umum maupun korporat.
Tekait digitalisasi, di antara memiliki TMHub dan TMHealth. TMHub merupakan platform integrasi digital internal yang menyatukan sistem HRIS, Finance, Procurement, dan Asset Management dalam satu ekosistem. Dilengkapi Single Sign-On, API Integration Gateway, dan Centralized Dashboard, TMHub meningkatkan efisiensi dan konsistensi data antarunit. Sedangkan TMHealth merupakan SuperApp layanan kesehatan digital dengan fitur telemedicine, wellness tracking, hasil medical check-up digital, serta marketplace produk kesehatan. Aplikasi ini menjadi digital touchpoint utama bagi pelanggan, sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui gamifikasi dan sistem poin penghargaan.
Strategi tersebut sejalan dengan visi Telkomedika untuk menjadi “The Most Preferred Healthcare Management Service Partner”, dengan misi memanfaatkan inovasi digital untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Dari sisi transformasi digital, Telkomedika memandang integrasi sistem dan pemanfaatan data sebagai elemen penting dalam membangun proses bisnis yang lebih terukur. Digitalisasi diarahkan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data sekaligus membuka ruang bagi pemanfaatan AI dalam penyempurnaan proses. “Integrasi TMHub dan TMHealth membangun fondasi digital kuat untuk memperkuat posisi TelkoMedika sebagai mitra utama layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia,” ungkap Herwandy.
TelkoMedika memastikan setiap investasi teknologi informasi mengacu pada RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) yang disahkan Direksi dan Dewan Komisaris. Setiap proyek pengembangan sistem IT juga melewati proses analisis bisnis, penilaian risiko, serta evaluasi kesesuaian dengan digital roadmap perusahaan.
AI Harus Terpercaya
Tidak hanya mengejar pemanfaatan teknologi, Telkomedika juga menempatkan aspek trusted AI sebagai bagian penting dalam agenda transformasi digital. Dalam kerangka yang dipaparkan, penerapan AI perlu memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari perlindungan data dan persetujuan penggunaan data, pengawasan manusia, keamanan dan hak akses, hingga transparansi serta akuntabilitas.
Telkomedika juga menekankan pentingnya model and data governance, yang mencakup kualitas data, validasi model, pemantauan perubahan kinerja model (model drift), manajemen perubahan, serta jejak audit.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam ekosistem layanan kesehatan tidak hanya dilihat dari kemampuan teknologinya, tetapi juga dari aspek keamanan, tata kelola dan tingkat kepercayaannya. Perusahaan di antaranya sudah mulai mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang bertujuan untuk menghadirkan proses pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU) dengan data terpusat dan terstandarisasi.
Dalam materi penjurian, keberhasilan penerapan AI juga diarahkan untuk dapat diukur melalui sejumlah indikator, seperti peningkatan produktivitas, kecepatan layanan, kualitas pengambilan keputusan, efisiensi biaya dan penurunan risiko.
Digitalisasi Harus Berdampak
Telkomedika juga menempatkan dampak bisnis dan layanan sebagai ukuran penting dari keberhasilan transformasi digital. Dalam kerangka evaluasinya, dampak digitalisasi dapat dilihat dari perubahan produktivitas, mutu layanan, efisiensi biaya, kecepatan proses, efektivitas pengambilan keputusan, pengurangan risiko dan kepatuhan, hingga peningkatan transaksi atau layanan.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa investasi teknologi tidak berhenti pada pembangunan aplikasi atau infrastruktur digital. Teknologi harus memberikan nilai tambah yang dapat diukur terhadap organisasi maupun pengguna layanan.
Karena itu, Telkomedika mendorong agar manfaat transformasi digital dapat diterjemahkan dalam indikator yang konkret, seperti penghematan biaya, pengurangan waktu kerja, peningkatan efisiensi, peningkatan kualitas layanan maupun potensi kerugian yang dapat dihindari.
Penguatan Talenta Digital
Transformasi digital juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Dalam materi yang dipaparkan, Telkomedika menempatkan pengembangan digital mindset dan budaya inovasi sebagai bagian dari penguatan kapabilitas organisasi.
Pengembangan kompetensi diarahkan pada peningkatan kesadaran terhadap AI, literasi data dan keamanan siber, termasuk melalui program reskilling dan upskilling. Kolaborasi antara fungsi bisnis, TI, data, risiko dan legal juga menjadi bagian dari pendekatan yang dibutuhkan dalam pengembangan ekosistem digital.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital Telkomedika diarahkan tidak hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga membangun organisasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara aman, terukur dan berkelanjutan. Dan pada akhirnya, agenda digitalisasi Telkomedika memperlihatkan pergeseran peran teknologi dari sekadar alat bantu operasional menuju instrumen untuk memperkuat layanan kesehatan terintegrasi. Pemanfaatan data, AI dan integrasi sistem menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang lebih cepat, efisien dan berbasis keputusan yang semakin terukur.














