Ingin Jadi Pengembang Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung Pelabuhan Terbaik di Indonesia

Penulis: Teguh Imam S.
Dalam beberapa tahun terakhir, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan PT Pelindo II (IPC), telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI), juga di era New Normal saat ini, dalam sejumlah proyek pengembangan pelabuhan yang sedang digarapnya, yaitu Proyek Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, pembangunan Maritime Tower, dan Proyek Pelabuhan Kalibaru.
Solusi TI digital berupa Asset Management System, PPI Portal dan Dashboard Monitoring sangat membantu PPI dalam setiap tahap proyeknya yang meliputi: Initial Planning, Pre-Construction, Partnership Selection, Construction Management, dan Post Project Management
Dengan demikian, perusahaan yang berdiri tahun 2012 ini dapat memberikan layanan terbaik dan paling lengkap di bidang pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung pelabuhan di Indonesia.
Demikian disampaikan Siti Hadijah, Planning Manager, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia saat Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online di Jakarta, 30/11/2020.
“Dalam beberapa tahun terakhir, di manajemen perusahaan dan pelaksanaan proyek, kami telah meningkatkan penggunaan solusi TI. Ini juga sejalan dengan kebijakan Holding yaitu IPC Group yang terus mendorong proses Transformasi Digital,” terangnya kepada dewan juri.
Layanan Manajemen Proyek
Dalam project management, lanjut Siti Hadijah, PPI memiliki pengalaman dan kapabilitas dalam setiap tahap pengembangan proyek pelabuhan yang meliputi, “Initial Planning: Feasibility Study, Business Model, Project Financing.”
“Pre-Construction: Permit Arrangement, Land Acquisition, Technical Planning.”
“Partnership Selection: Strategic Partner Selection, Contract Development, Contract Management.”
“Construction Management: Project Management, Performance Tracking, Project Reporting, Risk Management.”
“Post Project Management: Asset Management, Operation Support & Maintenance, Life Cycle Costing Optimalisation,” jelas Siti kepada dewan juri.

Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Pelabuhan
Menurut Siti, PPI telah memberikan solusi terbaik dan paling komprehensif dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung pelabuhan di Indonesia. Ini terlihat dalam sejumlah proyek yang telah digarap PPI dalam beberapa tahun terakhir.
“Tollways Development yaitu pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing, serta Rest Area & Logistic Center.”
“Kami juga ikut dalam Property Development berupa Maritime Tower, New Property Development.”
“Yang saat ini sedang kami kerjakan yaitu Project Management untuk New Priok Terminal, dan Kijing Terminal.”
“Kami bekerja sama dalam Port Management di New Priok Container Terminal 1,” ujar Siti.
Terkait, bagian IT di PPI, ia menjelaskan, saat ini ada di bawah Director Engineering, didukung oleh Planning Manager, Utility Assistant Manager, dan Utility Analyst. Dengan jumlah SDM TI sebanyak 59 pegawai tetap.
“Tata Kelola TI kami, saat ini meliputi kepegawaian yaitu Add New User, Remove User. Juga ada kebijakan pengelolaan Data Center dan Disaster Recovery.”
Ke depannya, TI di PPI akan terus dioptimalkan pemanfaatannya sejalan dengan kebijakan Holding IPC Group dan seiring perkembangan bisnis perusahaan,” tambahnya.
Sebagai informasi, sertifikasi internasional yang telah dimiliki perusahaan dari British Stadards Instituion yaitu ISO 9001 untuk Quality Management System; ISO 14001 untuk Environmental Managemet System; ISO 45001 untuk Occupational Health and Safety Management System.
Solusi TI Digital
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Sahat Sidabutar, Utility Assistant Manager, PT PPI memaparkan sejumlah solusi TI digital yang digunakan PPI dalam menjalankan bisnisnya, juga di masa New Normal ini.
Asset Management System (AMS), sistem monitoring dan pengendalian pemeliharaan infrastruktur kepelabuhanan (sipil, ME dan IT).
“ASM tujuannya untuk Inventarisasi infrastruktur & jadwal perawatan, Monitoring performansi infrastruktur dan petugas pelayanan teknik, Pengendalian perawatan infrastruktur, dan Monitoring proses pemeliharaan dan perbaikan kerusakan infrastruktur secara remote.”
“Menggunakan sistem ini, kami dapat melakukan Monitoring penggunaan anggaran pemeliharaan, membuat Database rekapitulasi pemeliharaan dari tahun ke tahun, dan melakukan Analisa umur aset.”
“ASM juga jadi media atau sistem yang dapat menampung dan merespon keluhan pelanggan atau klien kami.”
“Sistem ini memiliki sejumlah Fitur di dalamnya yaitu Dashboard, Asset Database, Output Report, Daily Inspection, Integration System, Tracking Log, Mobile Apps. Ini memudahkan para penggunanya,” ujar Sahat.
AMS di New Normal
Sahat melanjutkan, selain untuk digitalisasi proses pemeliharaan infrastuktur kepelabuhanan, pada kondisi New Normal saat ini, sistem AMS memberikan manfaat karena memiliki keunggulan.
“Laporan mingguan dan bulanan sudah menggunakan e-sign sehingga tidak diperlukan hardcopy dan dapat membatasi tatap muka.”
“Daily inspeksi menggunakan mobile apps dan masuk ke dalam sistem aplikasi, sehingga tidak diperlukan ke lapangan untuk pengecekan utilitas ME.”
“Laporan dari pelanggan/client dapat menggunakan mobile apps sehingga mengurangi pertemuan tatap muka,” ujarnya.
PPI Portal/PMIS (Project Management Information System), Sistem manajemen dokumen internal PPI. Selama New Normal, portal ini juga bisa digunakan sebagai platform untuk mendukung WFH (Work from Home) pegawai PPI.
Sahat menjelaskan Portal PMIS ini bisa digunakan untuk antara Upload dokumen invoice dan lampiran untuk proses pembayaran, Upload dokumen lampiran keuangan untuk proses pembuatan PR, PO dan Receipt.
“Juga bisa untuk Upload dokumen aktifitas/bukti kerja pegawai selama kegiatan WfH, dan Dokumentasi surat-menyurat, sehingga untuk mencari dokumen-dokumen tidak perlu ke kantor.”
Dashboard Project Monitoring, digunakan untuk monitoring dan pengendalian proyek yang sedang dilaksanakan PPI yaitu Proyek Kijing, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Maritime Tower, dan Proyek Kalibaru.
Menurut Sahat, sejumlah kegunaan dan manfaat dari Dashboard antara lain, “Bisa Update data progress proyek secara real time dari tempat project atau bisa dilakukan dimana saja. Juga Update data progress proyek ke Dewan Direksi.”
“Kegunaan Dashboard ini untuk Monitoring dan pengendalian resiko dan HSE terkait dengan proyek yang sedang digarap, Monitoring terkait pembebasan lahan di area proyek, dan untuk Monitoring aspek komersial utilisasi aset.”
“Pemanfaatan semua solusi digital itu juga jadi salah satu aspek untuk mencapai visi PPI yaitu Menjadi Pengembang Ekosistem Pelabuhan yang Paling Terkemuka Melalui Keterlibatan dalam Multi Sektor dan Multi Model Bisnis,” tutup Siti Hadijah.
Baca: Teknologi Digital Perlu Dijadikan Standar Operasional Pelabuhan














