ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pelaku Usaha Harus Optimalkan Marketing Digital

Ahmad Churi
21 August 2017 | 18:57
rubrik: Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Tren perekonomian global, termasuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kini tengah bergerak menuju ekonomi digital, di mana teknologi informasi menjadi motor utama dalam perubahan tersebut. Di era seperti ini, dibutuhkan pendekatan pemasaran baru untuk membantu para pemasar, terutama kemampuan maupun skill untuk bisa mengkombinasikan interaksi konvensional (offline) dengan dunia digital (online) dalam melakuan aktivitas marketing dengan para pelanggan.

Perlunya strategi baru dalam marekting ini, ditegaskan oleh Hermawan Kartajaya, pakar marketing dan CEO MarkPlus Inc., saat menjadi keynote speech dalam seminar edukasi tentang digital marketing, yang mengangkat tema “Digital Marketing: From Trend to Necessity”. Seminar yang berlangsung pada (21/8), Mercantile Athletic Club, Gedung World Trade Center  (WTC) 1 ini, diselenggarakan oleh IndonesiaX dalam rangka ikut menyemarakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-72, serta hari jadi IndonesiaX ke-2 yang jatuh bersamaan tanggal 17 Agustus.

Dalam paparannya, Hermawan Kartajaya mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah berdampak luas dan memberikan pengaruh besar dalam dunia usaha. Mulai dari proses produksi, distribusi, dan sebagainya, termasuk bidang marketing yang kian dinamis teermasuk melalui berbagai media sosial yang kian menjadi lebih efisien dan efektif.

Konektivitas yang dibangun melalui dunia digital, juga memampukan banyak pelaku bisnis, termasuk para startup hingga bisa menembus dan terhubung dengan akses-akses modal dan pasar baru yang lebih luas. Ia mencontohkan bukalapak.com dan juga tokopedia yang dalam waktu tidak terlalu lama bisa mendapatkan kepercayaan dukungan modal hingga triliunan rupiah dari perusahaan modal ventura global. “Ini tren baru yang tidak mau juga harus disikapi oleh para pelaku bisnis dalam menentukan strategi marketingnya. Dalam kondisi seperti sekarang, mereka harus mau belajar dan memahami generasi melenial yang lebih melek IT, sehingga tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem konvensional”, ujarnya.

BACA JUGA:  Andalkan PIJAR, Telkom Hadirkan Solusi Try Out Digital untuk Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional

Dalam kaitan ini, pihaknya bersama Philip Kotler, dan Iwan Setiawan telah memperkenalkan konsep Marketing 4.0 dalam buku berjudul “Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital” (Wiley, 2017). Marketing 4.0 katanya, merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi online dan interaksi offline antara perusahaan dengan pelanggan.

Selain mengkombinasikan online dan offline, Marketing 4.0 juga mengintegrasikan antara style dan substance. Artinya, merek tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga konten yang relevan dengan pelanggan atau menyuguhkan konten yang bagus dengan kemasan yang up-to-date dan menarik. Marketing 4.0 juga mengembangkan konektivitas machine-to-machine dan artificial intelligence dalam rangka mendongkrak produktivitas. Tetapi, itu harus diimbangi dengan pengembangkan konektivitas human-to-human, karena hal ini justru akan memperkuat customer engagement.

Lantas apakah dalam hal ini pemasaran tradisional menjadi usang? Menurut Hermawan, jawabannya adalah tidak. Dalam Marketing 4.0, digital marketing tidaklah menggantikan pemasaran tradisional. Sebaliknya, keduanya hadir bersama alias coexist di era sekarang. Keduanya saling mengisi peran satu sama lain, khususnya dalam perjalanan pelanggan atau customer path.

“Bagaimana pun, pemasaran tradisional tetap diperlukan. Sebab digital marketing tidak bisa bisa sepenuhnya menggantikan pemasaran tradisional. Justru keduanya harus bisa bersama saling mengisi peran satu sama lain yang tujuan utamanya adalah memenangkan advokasi konsumen,” tandasnya.

Hadir pula pembicara lain, di antaranya Chief Enterprise & Business Solution Smartfren, yang juga penulis buku “Naked Sales”, Tanto Surioto, Managing Director Paramount Enterprise, Pendiri Komunitas NurKhazanah dan Instruktur Kursus Online Gratis IndonesiaX “The Art of Selling”, Budianto Andreas Nawawi, serta Praktisi Pemasaran Digital yang juga Penulis buku “Digital Marketing in Action”, Juanda Rovelim. (Red-AC)

 

Previous Post

BIG Melalui Forum UNGEGN Daftarkan 16.056 Pulau Terbaru

Next Post

Schneider Kembangkan Solusi IoT Untuk Sistem Pengairan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Pesta Hadiah IMPoin, IM3 Tebar 2.026 Hadiah Termasuk Grand Prize Mobil Listrik BYD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadiri Asean Meeting, BSSN Dorong Penguatan Ketahanan Siber Kawasan Regional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Tata Kelola, Pelindo Dukung Digitalisasi Data Koperasi TKBM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APJATEL Siapkan Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan untuk Relokasi 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto