Jakarta,Itech- Besarnya potensi wakaf di Indonesia yang belum dikelola dan diberdayakan secara profesional, mendorong PT Ammana Fintek Syariah tertarik menghadirkan layanan wakaf berbasis teknologi digital. Diharapkan ini menjadi solusi bagi masyarakat dalam berwakaf dari manapun secara lebih mudah dan terpercaya, karena seluruh kegiatanya dilakukan dalam platform digital.
“Kalau diberdayakan dan dikelola dengan baik, potensi Wakaf di Indonesia ini besar sekali. Karena itulah, kami berkolaborasi dengan Forum Wakaf Produktif (FWP) untuk menjembatani hadi ini, terutama dari sisi penyediaan platform digital dari Ammana Fintek agar potensi wakaf bisa lebih digali dan dikelola dengan baik,” ungkap CEO Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah saat jumpa pers pada acara “Kolaborasi Ammana Fintek dengan Forum Wakaf Produktif (FWP) pada (14/5), di Menara 165, Jakarta Selatan.
Dikatakan, Ammana Fintek menjadi perusahaan teknologi finansial (Fintech), penyedia platform investasi peer-to-peer lending syariah pertama di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak resmi mendapat izin dari OJK pada Desember lalu 2017, Ammana Fintek Syariah mulai menawarkan solusi keuangan berupa peer to peer landing bagi pelaku Usaha Keuangan Menengah (UKM) serta layan crowd funding dengan mengajak masyarakat selaku Shahibul Maal menjadi mata rantai investor secara syariah dan menjauhkan dari bahaya riba.
Ditambahkan, Ammana memiliki visi untuk memberi kemudahan bagi pemodal dan agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam investasi dunia yang berkah akhirat. Walaupun tergolong baru, Ammana optimis solusi ini akan wendapat perhatian dan animo besar masyarakat Islam di Indonesia untuk dapat berwakaf dan membantu sesama melalui platform digital yang dihadirkan Ammana Fintek. Ammana Fintek Syariah juga mendapatkan dukungan penuh dari BWI dan FWP, serta lembaga-lembaga syariah di Indonesia sebagai inovasi platform fintek syariah.
“Ammana hadir untuk memudahkan kolaborasi pendanaan usaha secara digital yang menguntungkan dan berkah bagi masyarakat, terutama di Indonesia. Sejak efektif beroperasi, Ammana telah menjangkau lebih dari seribu pengguna organic user dan 420 investor dengan perputaran uang mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Dengan adanya kerja sama dengan Forum Wakaf Produktif ini, sampai akhir tahun pembiayaannya kita targetkan bisa Rp250 miliar,” ujarnya saat jumpa pers.
Wakil Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Jendral TNI Moeldoko yang hadir dalam acara peresmian kolaborasi ini menyatakan, dengan adanya kemudahan melalui layanan teknologi infomasi ini, diharapkan bisa lebih mendorong masyarakat muslim untuk berwakaf. “Kami mengapresiasi kehadiran Ammana di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Dunia perwakafan diharapkan akan semakin berkah dan kesejahteraan masyarakat lokal maupun global dapat meningkat,” ujarnya. (Red-AC)














