ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Peternakan sapi terapung pertama di dunia hadir di Rotterdam

Teguh Imam Suyudi
21 August 2018 | 14:39
rubrik: Business Solution
pertanian perkotaan bermanfaat karena mereka cenderung menggunakan lebih sedikit air, pupuk dan pestisida daripada sistem produksi konvensional.

pertanian perkotaan bermanfaat karena mereka cenderung menggunakan lebih sedikit air, pupuk dan pestisida daripada sistem produksi konvensional. (BBC.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Peternakan sapi perah lepas pantai pertama di dunia dibuka di Pelabuhan Rotterdam tahun ini, dengan tujuan membantu kota itu memproduksi lebih banyak makanannya sendiri secara berkelanjutan. Tetapi apakah peternakan seperti itu akan mampu cukup menghasilkan untuk memberi makan populasi perkotaan yang tumbuh di dunia?

Sebuah perusahaan properti Belanda, Beladon, meluncurkan “peternakan terapung” pertama di dunia di kota pelabuhan Rotterdam.

Peternakan sapi terapung pertama di dunia hadir di Rotterdam
Peternakan sapi terapung pertama di dunia hadir di Rotterdam (BBC.com)

Beladon telah membangun fasilitas lepas pantai tepat di tengah pelabuhan Merwehaven Rotterdam dan akan menggunakannya untuk peternakan 40 sapi jenis Meuse-Rhine-Issel yang diperah oleh robot.

Area perkotaan yang dibangun itu, mungkin tidak tampak seperti tempat yang masuk akal untuk menjalankan usaha peternakan, tapi dapat mengurangi jarak perjalanan makanan sebelum mencapai piring konsumen. Itu menjadikannya masuk akal dari sudut pandang lingkungan karena dapat mengurangi polusi transportasi.

Dan juga jika populasi global tumbuh menjadi 9,8 miliar pada 2050 seperti yang diperkirakan, 70% populasi itu diperkirakan akan hidup di kota – naik dari 55% di hari ini.

Sehingga usaha pertanian dalam ruangan perkotaan, di mana produknya ditanam secara vertikal di tumpukan rak di bawah sinar ultraviolet matahari, sedang meningkat.

Peternakan Beladon, yang berada di tiga tingkat dan berlabuh ke dasar samudra, diharapkan dibuka pada akhir 2018 dan menghasilkan sekitar 800 liter susu sehari.

Peter van Wingerden, seorang insinyur di Beladon, memunculkan ide itu pada tahun 2012 ketika ia sedang berada di New York mengerjakan proyek perumahan terapung di sungai Hudson.

Saat di New York, Badai Sandy melanda, membanjiri jalan-jalan kota dan melumpuhkan jaringan transportasinya. Pengiriman harus dilakukan dengan susah payah untuk sampai di tujuan dan dalam dua hari sulit untuk menemukan produk segar di toko-toko.

BACA JUGA:  Cisco Umumkan Solusi Baru untuk Deteksi Ancaman Siber Canggih dan Mengotomatisasi Respons

“Melihat kehancuran yang disebabkan oleh Badai Sandy, saya tersentak dengan kebutuhan makanan untuk diproduksi sedekat mungkin dengan konsumen,” kata  Wingerden.

“Jadi muncul ide untuk menghasilkan makanan segar dengan cara yang adaptif terhadap iklim di air.”

Konsep ini akan tahan terhadap badai, juga, tambahnya.

Awalnya orang mengira ide itu “aneh, lucu atau tidak bisa dipercaya”, katanya, tetapi mereka tetap menjalankan ide itu.

“Dengan meningkatnya permintaan untuk makanan sehat, urbanisasi dan perubahan iklim yang tumbuh cepat, kita tidak dapat bergantung pada sistem produksi pangan seperti di masa lalu lagi,” katanya.

Kemudian pada tahun 2012, timnya mulai mengerjakan desain dan berbicara dengan Otoritas Pelabuhan di Rotterdam. Meskipun ada keraguan awal tentang potensi kebisingan dan bau, otoritas pelabuhan memberi Beladon ruang untuk membangun prototipe.

Sejak itu peternakan telah terbentuk, dan awal musim panas ini, platform apung dipindahkan oleh tongkang dari Zaandam di utara Belanda, ke Rotterdam.

Istri dan mitra bisnis Peter, Minke van Wingerden, mengatakan peternakannya akan mulai dengan 40 ekor sapi, ini usaha yang cukup untuk mencapai titik impas. Ia mengatakan usaha pertanian seperti itu memiliki “skala ekonomi yang mudah dicapai”, dan dengan operasi yang lebih besar menjanjikan “efisiensi yang jelas”.

Peternakan ini juga bertujuan untuk melakukan proses “reuse” dan daur ulang sebanyak mungkin.

“Setidaknya 80% dari apa yang dimakan sapi kita adalah produk limbah dari industri makanan  di Rotterdam,” kata manajer umum peternakan, Albert Boersen.

Itu mungkin termasuk biji-bijian yang dibuang oleh pabrik lokal, sisa makanan dari restoran dan kafe, produk sampingan dari pabrik gandum lokal, dan bahkan guntingan rumput, semuanya dikumpulkan dan dikirim dengan truk listrik yang disediakan oleh perusahaan  lokal GroenCollect yang khusus mengelola sampah “ramah lingkungan”.

BACA JUGA:  Studi: 58% Pemimpin Bagian Pergudangan Berencana Gunakan RFID di 2028

“Kami juga akan menanam duckweed sebagai pakan ternak,” kata Ms van Wingerden. “Tumbuhan ini memiliki protein yang tinggi, cepat tumbuh dan dapat dipelihara dengan urine sapi. Kami akan memiliki instalasi empat atau lima platform vertikal yang menumbuhkan tanaman di bawah lampu LED khusus.”

Proyek ini bahkan akan menghasilkan beberapa energi sendiri  yaitu hidrogen yang dihasilkan melalui elektrolisis yang didukung oleh panel surya.

Setelah selesai dibangun dan berjalan, peternakan akan memproduksi dan mem-pasteurisasi susu dan yoghurt di tempat dan menjualnya di Rotterdam. Juga akan memproses dan menjual kotoran sapi sendiri.

Dr Fenton Beed, seorang pemimpin tim di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, menganggap pertanian perkotaan bermanfaat karena mereka cenderung menggunakan lebih sedikit air, pupuk dan pestisida daripada sistem produksi konvensional.

Tetapi dia juga mengakui bahwa keterbatasan ruang dapat menjadi penghalang jumlah makanan yang dapat diproduksi untuk memasok populasi perkotaan yang sedang berkembang di dunia.

“Ada sejumah kendala untuk memproduksi makanan di lingkungan yang terkendali, seperti biaya untuk investasi awal, lampu LED dan pasokan energi berkelanjutan,” kata Dr Beed.

“Itu memperlihatkan bahwa kecuali ada kebijakan yang memberi insentif untuk keterlibatan produsen yang lebih kecil, teknologi ini hanya tersedia untuk entitas swasta dan publik yang kaya saja.”

Namun kekhawatiran seperti itu tidak menghentikan perusahaan seperti Plenty dari menarik investasi yang signifikan.

Peternakan sapi terapung pertama di dunia hadir di Rotterdam
Plenty, start-up yang berbasis di San Francisco ini menghasilkan sayuran hijau di usaha pertanian dalam ruangan (BBC.com)

Start-up yang berbasis di San Francisco ini menghasilkan sayuran hijau di usaha pertanian dalam ruangan dan mengklaim dapat tumbuh hingga 350 kali lebih banyak per meter persegi dibandingkan dengan peternakan lapangan terbuka.

Tanamannya ditanam di tiang vertikal sepanjang enam meter, menggunakan hidroponik – sistem pemberian makan air – dan lampu LED. Tidak ada tanah atau pestisida yang digunakan. Sensor inframerah memantau bagaimana tanaman bertahan sehingga sistem dapat menyesuaikan cahaya, panas, dan aliran air.

BACA JUGA:  Di Masa Pandemi, Tech Intensity Membantu Bisnis Berinovasi dan Mengembangkan Solusi

Sejak didirikan pada tahun 2013, Plenty telah mengumpulkan US$ 226m (£ 177m) dari investor seperti pemilik Amazon Jeff Bezos, Dana Visi dari SoftBank dan Inovasi Endeavour. Tahun ini, Plenty akan memperluas operasinya di AS dan membuka pertanian pertamanya di Timur Tengah.

Spread perusahaan asal Jepang adalah perusahaan lain yang mengembangkan tanaman sayur yang tumbuh secara otomatis di perkotaan dengan konsep Techno Farm.

Japan's Spread adalah perusahaan lain yang mengembangkan tanaman sayur yang tumbuh secara otomatis di perkotaan dengan konsep Techno Farm (BBC.com)
Japan’s Spread adalah perusahaan lain yang mengembangkan tanaman sayur yang tumbuh secara otomatis di perkotaan dengan konsep Techno Farm (BBC.com)

Kembali ke Belanda, saat ini, Peter dan Minke van Wingerden sedang mencari peluang untuk membangun lebih banyak peternakan terapung di seluruh Belanda, juga di Asia.

“Kami berharap dapat membuat banyak lagi peternakan terapung, tetapi juga gembira jika ada orang lain yang mencontek dari kami atau menghadirkan konsep yang berkontribusi pada tujuan-tujuan ini,” kata Mr van Wingerden.

“Produksi pangan yang sehat dan cukup adalah kunci menuju dunia yang lebih baik, lebih bersih, lebih aman.”

Sumber: bbc.com

 

 

Previous Post

Email yang dapat menghancurkan diri-sendiri, Confidential Mode dari Gmail

Next Post

Jaringan 5G Berperan Wujudkan 4 Solusi Smart City di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto