ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Inilah 2 Kelemahan Besar Internet di Dunia Saat ini versi “Bapak Internet”

adam
24 January 2019 | 20:00
rubrik: ICT Profile
Inilah 2 Kelemahan Besar Internet di Dunia Saat ini versi "Bapak Internet"
Share on FacebookShare on Twitter

Internet adalah jaringan global yang menghubungkan miliaran perangkat digital di seluruh dunia. Layaknya banyak hal lain, meski perannya sangat besar dan tak terpisahkan dari kehidupan masa kini, internet pun tak sempurna.

Vint Cerf, salah satu pencetus yang sering disebut sebagai “Bapak Internet” menyebutkan bahwa internet lahir dengan kekurangan yang cukup serius. Pria yang kerap tampil necis dengan setelan lengkap dan dasi ini mengungkapkan ada dua kelemahan yang cukup besar di cara kerja internet ketika diluncurkan tahun 1983, saat istilah “internet” pertama kali digunakan.

Kurang tempat Masalah pertama saat itu adalah tidak cukupnya tempat atau ruang di jaringan untuk menampung banyaknya perangkat yang terhubung, lalu kedua adalah masalah keamanan.

Masalah ketersediaan ruang internet yang diungkapkan Cerf berhubungan langsung dengan sistem alamat yang ia ciptakan. Setiap perangkat yang terhubung langsung ke jaringan harus memiliki alamat nomor yang unik.

Saat diluncurkan, internet memiliki sistem alamat 32-bit, yang artinya bisa menyokong hingga 4,3 miliar perangkat (hasil dari hitungan 2 pangkat 32). Jumlah itu terbilang besar pada tahun 1970, saat Cerf merancang sistem tersebut.

“Angka itu lebih besar dibanding populasi planet ini saat itu, populasi manusia di muka bumi,” jelasnya.

Tapi setelah internet semakin populer sejak tahun 1990 dan awal tahun 2.000-an, semakin banyak perangkat komputer terkoneksi dengan jaringan sehingga kuota 4,3 miliar alamat yang dibuat Cerf bakal segera tak mencukupi.

Cerf dan para pakar internet sadar akan masalah ini. Mereka kemudian merancang strategi untuk memperbarui protokol internet agar ruangan yang semakin dibanjiri pengguna, bisa menampung perangkat baru untuk terhubung ke internet.

Pertengahan tahun 1990, Internet Engineering Task Force mulai mengembangkan Internet Protocol versi 6 atau disebut dengan “IPv6” sebagai pembaruan software yang mendasari jaringan internet.

BACA JUGA:  OYO Tunjuk Ankit Tandon Jadi CEO Baru Asia Tenggara Dan Timur Tengah

Fitur kunci IPv6 adalah sistem alamat 128-bit, yang memberikan kapasitas ruang untuk lebih banyak perangkat. Jumlah perangkat yang bisa ditampung adalah hasil dari kalkulasi 2 pangkat 128, yakni sekitar 340 undecillion alias 340 miliar miliar miliar miliar alamat.

Butuh bertahun-tahun bagi perusahaan dan organisasi lain untuk menguji coba IPv6. Standar ini akhirnya dirilis pada tahun 2012. Sekarang, Google memperkirakan hanya seperempat pengguna di seluruh dunia yang mengakses situs menggunakan alamat IPv6, di mana AS sendiri hanya berkisar 35 persen saja.

“Sekarang kita sadar perlunya alamat 128-bit di standar IPv6, saya berharap mengetahui hal itu lebih awal,” ungkap Cerf yang saat ini menjadi wakil presiden Google.
Namun, Cerf mengatakan bahwa penggunaan alamat 128-bit bakal terlalu berlebihan apabila sudah mulai diterapkan di awal kelahiran internet.

Masalah kedua yang diungkapkan Cerf adalah keamanan internet. Saat diluncurkan pertama kali, semua data yang ditrasnmisi sangat jelas terbuka. Artinya, data tersebut berpotensi diintip oleh siapapun yang mencegatnya.

Jaringan belum dilengkapi sistem bawaan yang bisa memverifikasi pengguna atau perangkat mana yang berhak mendapat data transmisi tersebut. Masalah ini tampaknya masih menjadi PR besar bagi para teknisi internet hingga saat ini.

Beberapa kali, kasus pembobolan data masih sering terjadi. Beberapa data yang ditransmisi masih bisa dibaca dan kelemahan sistem seringkali dimanfaatkan para hacker untuk meretas data.

Bahkan penggunaan kata sandi untuk login ke beberapa situs dan layanan pun masih rentan dibobol oleh pihak berbahaya. Celah kemanan telah disadari Cerf yang kemudian mengembangkan protokol jaringan.

Konsep itu disebut teknologi enkripsi kunci publik (public-key encryption) yang mulai diperkenalkan tahun 1976. Algoritma RSA yang menjadi sistem kriptografi pertama kunci publik, kemudian dikembangkan beberapa tahun berikutnya.

BACA JUGA:  Hendro Wicaksono Menerima Penghargaan Dosen Terbaik, Teacher of the Year 2020 dari Universitas di Jerman

Tapi kemudian, Cerf harus menyelesaikan lebih dulu protokol internet yang telah ia kembangkan beberapa tahun, sehingga sistem tersebut bisa diluncurkan. Ia harus membuat protokol tersebut sesuai dengan berbagai macam sistem operasi serta bisa digunakan oleh operator internet, dan meminta mereka untuk beralih ke protokol yang baru.

“(Celah kemanan) Tidak bisa mendesak saya untuk menghentikan (pengembangan teknologi enkripsi) sementara waktu dan mengintegrasikan sistem kripto kunci publik. Jadi kami tidak melakukannya,” jelas Cerf seperti dikutip Business Insider.

Sengaja tidak aman Kendati sistem keamanan amat penting bahkan untuk saat ini, Cerf justru mengatakan bahwa ia berpikir sistem keamanan yang ketat bukanlah ide bagus saat pertama kali merumuskan internet.

Sebabnya, pengguna awal internet masa itu kebanyakan berasal dari mahasiswa yang tak pandai mengingat kata sandi mereka.

“Jika melihat ke belakang, saya tidak yakin apakah sistem keamanan itu akan berhasil untuk digabungkan dengan sistem key-distribution. Mungkin kami tidak bisa menarik banyak pengguna untuk mengadopsi jaringan internet karena terlalu sulit,” jelasnya.

Cerf mengatakan bahwa mengatasi masalah keamanan sebenarnya lebih mudah dibandingkan menyelesaikan kurangnya ruang internet.

Menurut Cerf lebih mudah untuk menambah kriptografi kunci publik ke internet melalui beberapa layanan dan fitur yang saat ini banyak digunakan. Misalnya, protokol yang diandalkan situs web untuk mengamankan trasnmisi laman yakni HyperText Transfer Protocol Secure (HTTPS), mengandalkan sistem kriptografi kunci publik.

Adapula sistem kemanan lain yang saat ini juga banyak digunakan, yaitu otentikasi dua langkah, di mana pengguna harus memasukan kode yang dihasilkan secara acak untuk meningkatkan kemanan log-in ke situs tertentu.

“Keamanan ini adalah penyempurna internet,” kata Cerf.

Previous Post

6 Tips Dapat Uang dari YouTube dengan Cepat

Next Post

Mbiz.co.id Hadir di Kota Bandung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terus Berinovasi, Anker Kembangkan Chip AI THUS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Infrastruktur Digital & Tingkatkan Konektivitas, Biznet Adopsi Teknologi WaveLogic dari Ciena

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto