Home Indeks Digital Ciptakan Teknologi Pencegah Marine Growth, Pertamina EP Hemat Miliaran Rupiah

Ciptakan Teknologi Pencegah Marine Growth, Pertamina EP Hemat Miliaran Rupiah

Strategi Pertamina Perkuat Penerapan Teknologi Digital

Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP selama ini mempunyai tugas mencari sumber minyak dan gas untuk mendukung pencapaian target yang sudah ditetapkan. Sejalan dengan hal tersebut, PT Pertamina EP juga terus menggiatkan pengembangan inovasi agar dapat mendukung kelancaran dan keandalan operasi.

Salah satu inovasi yang dirintis melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field di bidang industri migas offshore adalah mencegah pertumbuhan marine growth. Marine growth adalah sekumpulan hewan atau tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan atau struktur di laut.

“Kondisi bahan makanan/nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini,” ujar Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager, Hari Widodo dalam siaran persnya, Senin (11/11).

Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah. Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat (penambahan massa) sehingga menyebabkan perubahan respons struktur tersebut terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya (ada perubahan frekuensi natural, ragam getar, dan sebagainya).

“Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform,” ujarnya.

Saat ini, Pertamina EP Field Jatibarang telah menemukan sebuah inovasi alat baru yang bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan untuk mengatasi marine growth. Diberi nama sebagai ‘Sea-Waroc (Sea Wave Ring Automatic)’, alat ini didesain untuk menghilangkan salah satu unsur penyebab pertumbuhan marine growth tersebut, yaitu bahan makanan/nutrisi.

Menurut Hari, Sea-Waroc membersihkan tiang struktur platform dari bahan-bahan makanan marine growth sehingga pertumbuhan marine growth di tiang struktur platform dapat dicegah. Sea-Waroc didesain dalam bentuk ring menggunakan prinsip mekanis dan Buoyancy untuk menghilangkan bahan makanan atau nutrisi yang menempel di tiang struktur platform. Alat Sea-Waroc merupakan inovasi baru di dunia migas offshore, bukan adopsi dari model lain.

“Invensi ‘Sea-Waroc’ ini akan mengurangi biaya secara signifikan dengan mengubah cara lama dalam mengatasi marine growth sekaligus meningkatkan integritas platform offshore yang akan menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan,” ujar Pertamina EP Asset General Manager Wisnu Hindadari.

Inovasi Sea-Waroc telah dilombakan dalam ajang Improvement & Innovation Award (IIA) PT Pertamina EP pada 7-9 Oktober 2019 dan mendapat hasil GOLD.

Sebelumnya Habiskan Biaya Rp23,2 Miliar

Sebelumnya, demi mengatasi marine growth dengan menggunakan alat water jet yang dioperasikan oleh penyelam membutuhkan biaya sekitar Rp23,2 miliar, dengan alat ‘Sea-Waroc’ hanya membutuhkan biaya sekitar Rp31,5 juta. Dengan demikian terdapat efisiensi sebesar 99,86 persen. Implementasi tersebut sudah berjalan sekitar lima bulan.

Franky Melky dari Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengatakan, alat Sea-Waroc merupakan ide yang sangat bagus untuk mencegah pertumbuhan marine growth, dengan material yang digunakan mudah didapat sehingga alat Sea-Waroc dapat diterapkan di lapangan offshore lain.

“Kami berharap melalui penemuan alat ini dapat membantu permasalahan offshore. Dengan alat Sea-Waroc, PT Pertamina EP berharap dapat membantu operator lapangan migas lain yang memiliki platform offshore dalam menyelesaikan permasalahan marine growth,” ujarnya.

Jatibarang Field merupakan lapangan migas yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Memasuki semester akhir 2019, telah mencatat produksi minyak sebesar 7.924 BOPD (110,5 persen terhadap target), sedangkan produksi gas 41.9 MMSCFD, (99,3 persen terhadap target).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here