Mesin dan sistem yang akan digunakan untuk memblokir ponsel berdasarkan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) ilegal akan berjalan optimal pada Agustus 2020 kata Plt. Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Achmad Rodjih.
Saat ini, mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) versi cloud yang akan berfungsi memblokir ponsel ilegal sedang dalam proses uji coba yang diperkirakan berlangsung hingga awal Juli mendatang.
CEIR versi cloud ini digunakan sambil menunggu CEIR versi perangkat keras, yang saat ini masih terkendala karena pandemi Covid-19.
Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Nur Akbar Said, menjelaskan CEIR versi cloud maupun hardware memiliki fungsi yang sama.
“Antara CEIR cloud dan CEIR hardware memiliki fungsi yang sama persis dan bisa melakukan juga pemblokiran IMEI,” kata Akbar dalam diskusi online “Membangun Komitmen Bersama Terapkan Aturan Validasi IMEI”, Rabu, 23/6.
Baca: YLKI: Kebijakan Validasi IMEI Harus Prioritaskan Aspek Perlindungan Konsumen
Dalam acara yang sama, Pelaksana tugas Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Achmad Rodjih menjelaskan CEIR saat ini masih berada di operator seluler Telkomsel dan akan diserahkan kepada Kemenperin.
“Sistem yang akan dijalankan sementara waktu adalah cloud computing karena perangkat fisik untuk memasang sistem CEIR direncanakan tiba di Indonesia sekitar bulan Agustus 2020,” kata Rodjih.
Menurut jadwal, CEIR hardware itu akan berjalan optimal pada 24 Agustus, namun, kementerian mengupayakan agar sistem tersebut dapat digunakan lebih cepat.
Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, Danny Buldansyah membenarkan saat ini sedang ada uji coba fungsi CEIR cloud dan mengupayakan pengguna nomor seluler tidak terdampak uji coba ini.














