Dalam upaya untuk memulihkan bisnis komunitas lokal setelah pandemi Covid-19 di kalangan UKM, Visa berfokus pada empat bidang strategis untuk mendorong perdagangan secara digital dan pertumbuhan ekonomi, dengan secara berkelanjutan menciptakan produk dan layanan seiring dengan kebutuhan wirausaha yang berubah seiring waktu. Bidang-bidang ini meliputi:
Pertama, memberdayakan bisnis yang fokus pada digital: Visa telah membangun pusat-pusat sumber daya online yang sekarang tersedia di lebih dari 20 negara dan wilayah, menyediakan sarana, penawaran bermitra, dan informasi tentang cara memulai, menjalankan, dan menumbuhkan usaha kecil berbasis digital. Visa bekerja sama dengan platform e-Commerce terkemuka seperti Shopify dan Boutir untuk membantu usaha lokal mulai berbisnis online. Visa akan memperluas kemitraan globalnya dengan IFundWomen ke Asia Pasifik, memberikan hibah dan pelatihan digital untuk usaha kecil milik perempuan di India.
Kedua, mendorong pembayaran digital: Mengadopsi teknologi pembayaran nirsentuh yang mudah diterapkan – baik secara waktu maupun lingkup – sangat penting untuk memfasilitasi perdagangan yang lebih cepat dan lebih aman. Visa akan memperkenalkan penerimaan pembayaran digital berbiaya rendah, termasuk solusi yang tidak memerlukan sistem point-of-sale (menyimpan terminal pemroses pembayaran di toko) dan memungkinkan ponsel pedagang untuk menjadi terminal pembayaran. Visa dan para mitra telah meluncurkan solusi tap to phone di Malaysia, dengan semakin banyak pasar Asia Pasifik seperti Australia, Hong Kong, India, Taiwan, dan Vietnam segera menyusul.
Visa juga mendukung UKM untuk melakukan pembayaran business-to-business (B2B) secara digital. Dengan digitalisasi pembayaran antarbisnis melalui penggunaan Visa Business Card, UKM dapat merekonsiliasi keuangan mereka dan merasakan manfaat dari efisiensi bisnis dan data analitik, serta mengelola modal kerja mereka secara efektif. Visa telah memberikan penawaran khusus bagi mitra UKM yang menggunakan kartu bisnis ini, yang mencakup akses ke platform akuntansi cloud, pemasaran digital, dan kursus-kursus profesional.
Ketiga, memberikan insentif atas dukungan terhadap lingkungan sekitar: Kemitraan Visa mendorong konsumen untuk berbelanja secara lokal dan mengingatkan mereka bahwa di mana Anda berbelanja itu penting. Upaya Visa lewat Back to Business Project – sarana online yang membantu konsumen mengidentifikasi peluang bisnis yang mungkin terbuka setelah pandemi atau bencana alam – kini sudah dapat diakses di Australia, Selandia Baru, dan AS, dan akan terus berkembang secara global.
Visa juga telah meluncurkan inisiatif baru ‘Where You Shop Matters’ di Australia dan Selandia Baru yang memberdayakan para wirausahawan lokal sekaligus mendorong konsumen untuk mendukung UKM. Visa akan memperluas inisiatif ini ke pasar-pasar Asia Pasifik lainnya seperti Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam.
Keempat, mengembangkan kontribusi dan kebijakan: Selain ragam inisiatif yang tengah berjalan, Visa mengumumkan pembentukan Visa Economic Empowerment Institute. Lembaga baru ini terdiri dari para ahli dan mitra Visa yang akan membantu mengatasi ragam masalah mendasar, memberikan wawasan bagi pertumbuhan UKM, dan memperkecil kesenjangan ras dan gender. Proyek-proyek utama dalam enam bulan ke depan akan berfokus membahas sejumlah topik seperti pemulihan dan ketahanan pasca krisis, mobilitas perkotaan, memperkecil kesenjangan dalam mencapai kesetaraan, dan seputar pergeseran status pekerja di dalam gig economy.
“Sebelumnya, Visa Foundation telah mengumumkan komitmen global pada bulan April untuk menyediakan 210 juta dolar AS dana bantuan Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dari komunitas bisnis kecil dan mikro selama lima tahun ke depan.,” kata Chris Clark, presiden regional Visa untuk Asia Pasifik dalam siaran pers, 25/6.
Sebagai roda penggerak perdagangan yang terpercaya, Visa berkomitmen untuk memanfaatkan jaringan globalnya untuk membantu dunia beradaptasi, membangun kembali, dan membuat semua orang kembali menjalankan usahanya.














