Garena Indonesia: “Ada Potensi Pasar di Gaming Casual”

Penulis Teguh Suyudi

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh, melihat potensi pasar gaming casual, yang mendorong Garena menciptakan game “Fantasy Town.” Tidak hanya potensi game mobile, Hans juga melihat potensi konten lokal Indonesia.

“Dengan berkembangnya industri game, potensi game tidak hanya dimainkan oleh gamers, tetapi juga non-gamers. Kita melihat market research, bahwa game farming simulation ini salah satu yang populer di Indonesia,” kata Hans dalam konferensi virtual, 30/9.

“Di sini kita ingin meng-highlight kebudayaan dan seni bangsa Indonesia. Tahapan awal memasukkan beberapa karakter dan bangunan khas Indonesia, dan ini juga didukung Kemenparekraf,” Hans melanjutkan.

Garena Fantasy Town menghadirkan sejumlah tempat bersejarah di Indonesia untuk mengenal serta melestarikan budaya Indonesia.

Tempat bersejarah di Indonesia yang resmi dihadirkan dalam Fantasy Town hari ini diantaranya Candi Borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, Kota Tua Jakarta, Rumah Gadang hingga Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Makassar.

Resmi diluncurkan pada pertengahan Juli lalu, “Fantasy Town” juga telah menghadirkan berbagai karakter dan kostum yang berasal dari cerita rakyat Indonesia seperti Kabayan, Iteung, hingga Radu yang terinspirasi dari pakaian adat Madura.

Melalui karakter dan kostum tersebut, para pemain di “Fantasy Town” dapat belajar budaya Indonesia dari rumah dengan cara yang seru dan menyenangkan lewat permainan bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, hingga membangun kota impian dengan nuansa budaya Indonesia.

BACA JUGA

Leave a Comment