Kemenparekraf Dukung Game “Fantasy Town”

Penulis Teguh Suyudi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung game farming simulator “Fantasy Town” milik Garena Indonesia yang memasukkan unsur landmark dan karakter khas Indonesia sebagai salah satu upaya melestarikan budaya bangsa secara digital.

“Game ini bisa menjadi media edukasi bagaimana game Fantasy Town ini memasukkan unsur-unsur budaya Indonesia, bahkan karakter lokal, adalah potensi yang sangat luar biasa,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemasaran Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Josua Puji Mulia Simanjuntak, dalam konferensi virtual, 30/9.

Dukungan terhadap game Fantasy Town juga sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang mengusung budaya bangsa Indonesia. Lebih jauh, menurut Josua, potensi mobile gaming Indonesia sangat tinggi.

“Ada 337 juta mobile users atau lebih dari 126 persen dari populasi kita. Jadi sebanyak itulah media mobile phone yang mempunyai potensi untuk memainkan gaming,” kata Josua.

Terlebih, menurut Josua, pengguna mobile phone di Indonesia rata-rata online selama 8 jam setiap harinya. Melihat dari potensi tersebut, Josua mengungkapkan pasar game Indonesia sekitar 1,1 miliar dolar AS, walaupun masih didominasi oleh mobile games sebagai pangsa pasar paling besar.

Namun, lanjut Josua, tantangan saat ini adalah konsumsi game lokal hanya satu sampai dua persen, selebihnya masih didominasi oleh game dari Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam upaya mendorong industri game lokal, Josua mengatakan Kemenparekraf memperkuat skill para pengembang game dengan menyediakan platform berbagi ilmu yang dihadiri pengembang game dan penerbit game dari luar negeri.

Sehingga, diharapkan dapat membuka wawasan pengembang game dan mengetahui keinginan pasar tidak hanya Indonesia namun juga internasional.

Selain itu, Kemenparekraf saat ini juga sedang menyusun strategi dari segi pendanaan.

“Kita perlu membangun ekosistem bagaimana game developer ini bisa bertemu dengan para investor, karena talenta game developer sangat luar biasa tapi talenta saja tidak cukup, tapi perlu juga pendanaan modal yang nanti bisa mendorong hadirnya game-game tersebut,” ujar Josua.

BACA JUGA

Leave a Comment