JAKARTA, ItWorks- Optimalisasi penggunaan teknologi infomasi dan komunikasi (TIK) menjadi kunci penting dalam menunjang operasional sistem kepemerintahan maupun layanan masyarakat di era new normal. Hal inilah yang dilakukan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur melalui aplikasi smart city, yang dikenal dengan sebutan “Banyuwangi Smart Kampung”.
Banyuwangi merupakan Kabupaten yang menjadi salah satu pelopor dalam mengimplementasikan konsep smart city (kota pintar) di Indonesia, dengan label Smart Kampung. Kabupaten yang dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas ini sengaja menyebut nama “Smart Kampung”, karena basis wilayahnya banyak wilayah pedesaan yang diharapkan “Smart Kampung” bisa makin mengakselerasi waarganya agar cepat “melek” teknologi informasi.
Program ini digagas juga untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa berbasis TIK. Setiap desa didesain memiliki kerangka program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis jaringan internet serat optic. Termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, ekonomi kreatif, wisata, peningkatan pendidikan, kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
Melalui berbagai upaya dan kerja keras pemerintah, Pemkab Banyuwangi telah berhasil mendekatkan dan mempermudah berbagai pelayanan masyarkat dengan menggunakan kendaraan tekonologi komunikasi dan informasi (TIK). Tak hanya masyarakat perkotaan, warga di desa-desa pun kii sudah banyak yang melek TIK di aplikasi “Banyuwangi Smart Kampung” ini. Tidak hanya di sistem kepemerintahan, bahkan penggunaan TIK juga sudah banyak dikaitkan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sejak pandemi Covid-19, aplikasi-aplikasi digital di Banyuwangi Smart Kampung terus kita maksimalkan untuk menunjang sistem kepemerintahan pada masa pandemi dan juga era new normal ini. Termasuk untuk lebih memudahkan layanan dan juga upaya pencegahan dari penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat,” ungkap Kabid TIK Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Banyuwangi, Agustinus Suko Basuki, saat presentasi dan wawancara di ajang Penjuran “Top Digital Award 2020” yang dilakukan secara virtual (05/10/2020).
Di hadapan lima dewan juri (M. Lutf Handayani, Ben De Han, Genawan Loekito, Totok Sediantoro, Febrizal), Agustinus Suko Basuki bersama Kasi Infrastruktur Bidang Teknologi Informatika Diskominfo Banyuwangi, Arif Fauzi S Kom, mempresentasikan makalah berjudul “Implementasi dan Inovasi Teknologi Masa Pandemi dan New Normal”. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan banyak hal tentang perkembangan terbaru dari proses transformasi digital di wilayahnya. Antara lain terkait implementasi dan pengembangan E-government dan progress aplikasi smart city di Kabupaten Banyuwangi, terutama di masa pandemi dan new normal ini.

“TIK dan infrastruktur digital menjadi tulang punggung berbagai layanan pemeritah kepada masyarakat, termasuk yang ada di desa-desa. Apalagi mengingat wilayah Kabuoaten Banyuwangi yang sebagian besar terdsebar di desa-desa yang jauh dari pusat Kota Banyuwangi. Melalui pengembangan infrastruktur IT dan aplikasi Smart Kampung, pelayanan kami bisa berjalan baik. Bahkan unrtuk makin memudahkan masyarakat mendapatkan akses internet, kami juga menambah fasilitas Wifi Gratis di berbagai lokasi, hingga ke kampung-kampung,”ujarnya.
Sejumlah urusan kepemerintahan di saat pandemi bisa diselesaikan melalui aplikasi Smart Kampung. Termasuk pengajuan surat perizinan, layanan kependudukan, dan berbagai layanan admistrasi lainnya. Bahkan di beberapa desa, seluruh pelayanan publik sudah berbasis Teknologi Informasi (IT). Pengurusan surat administrasi warga pun menjadi lebih cepat dan efisien.
Beragam inovasi di aplikasi “Smart Kampung” juga terus dikembangkan untuk memberikan kemudahkan warga di masa pandemi Covid-19 dan new normal ini. Di antaranya pengembangan aplikasi untuk kemudahan dalam penanganan Covid-19, termasuk dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos).
Hal ini dilakukan, karena aparat desa dan masyarakatnya jusa sudah banyak familiar dengan program digitalisasi melalui smat kampung ini. Termasuk para aparat desa yang juga sudah terbiasa melakukan pelayanan publik berbasis teknologi informasi. “Karena itu, program-program penanganan Covid-19 ini pun, kita integrasikan ke Smart Kampung. Mulai layanan rumah isolasi untuk warga, pemantauan pendatang, hingga penerima bansos,” ujarnya.
Melalui “Smart Kampung”, Kabupaten Banyuwangi membuka pelaporan online bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak pandemi Covid -19. Terdapat fitur di sistem pelaporan yang tautannya telah dibagikan ke berbagai akun media sosial Pemkab Banyuwangi. Pertama, warga terdampak COVID-19 bisa melapor dirinya sendiri atau melaporkan orang lain yang dinilai layak dibantu. Untuk warga yang melaporkan orang lain, ada kolom nama pelapor dan nomor telepon pelapor untuk verifikasi.
Dalam hal ini basisnya adalah nomor induk kependudukan (NIK) dari warga yang disilangkan dengan Smart Kampung yang telah diinput melalui basis data lengkap bagi semua warga penerima bantuan. Kemjudian, warga cukup memasukkan NIK untuk mengetahui apakah sudah termasuk daftar penerima bantuan atau belum. Data di sistem Smart Kampung mengintegrasikan semua penerima bantuan, dari program pusat sampai kabupaten.
“Dengan sistem ini, pendataan menjadi lebih akurat, dan bantuan bagi warga terdampak pandemi Covid-19 bisa lebih disalurkan secara tepat, sesuai data penerimanya,” ujarnya.
Tahun ini, Kabupaten Banyuwangi untuk kedua kalinya ikut dan terpilih sebagai salah satu kandidat peraih penghargaan “Top Digital Awards” dari sekitar 200 finalis. Kegitaan rating tahjnan ini dihelat Majalah It Works bekerjasama dengan sejumlah asosiasi TI Telco, lembaga konsultan dan riset Independent. (AC)














