Memasuki bulan Oktober yang merupakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LinkAja dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) kembali menegaskan komitmennya.
Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja dalam siaran pers, Selasa (6/10) mengatakan bahwa sejak awal diluncurkan, LinkAja memiliki tujuan besar untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi, demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang maju dan sejahtera melalui keekonomian yg mandiri.
“Partisipasi kami dalam program BIK OJK kali ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami dalam memberikan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama segmen unbanked dan underbanked yang selama ini belum tersentuh oleh layanan keuangan,” ujar Haryati Lawidjaja.
LinkAja melihat pentingnya kolaborasi dengan seluruh instrumen perbankan maupun lembaga non bank untuk menjangkau masyarakat underbanked dan unbanked. Agar LinkAja dapat menjadi akselerator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendorong inklusi keuangan dan ekonomi dengan fokus di segmen ultra micro dan mass market.
“Kami harap dengan ekosistem LinkAja yang holistik dan jaringan yang luas hampir di seluruh Indonesia, seluruh masyarakat tanpa terkecuali bisa mendapatkan hak mereka dalam memperoleh akses terhadap layanan keuangan digital, untuk dapat hidup lebih sejahtera,” tambahnya.
Baca: Layanan Syariah LinkAja Berikan Pelatihan untuk Dukung Penguatan UMKM
Pengguna LinkAja Syariah Terus Bertambah
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia yang membutuhkan alat pembayaran elektronik berlandaskan kaidah syariah, terutama mengingat Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, LinkAja menghadirkan Layanan Syariah LinkAja yang merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam.
Di dalam ekosistem holistiknya saat ini, hingga pertengahan bulan September 2020, Layanan Syariah LinkAja telah dapat dinikmati di seluruh Indonesia dengan ekosistem khusus Syariah yang telah dibangun di 69 Kotamadya dan 273 Kabupaten, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan Universitas Islam.
Hingga saat ini Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari 800.000 pengguna terdaftar, yang akan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari beberapa partner strategis seperti pemerintah daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital Syariah di seluruh Indonesia.
Baca: Ikutan Festival Merdeka LinkAja Yuk, Banyak Promo Menarik














