PT Bank Amar Indonesia Tbk. (“Amar Bank”) terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas karyawan terutama di masa PSBB akibat pandemi Covid-19. Sejak mulai bertransformasi pada 2015, Amar Bank telah menerapkan budaya kerja yang unik dengan didasarkan pada pola pikir startup.
Dalam siaran pers, 18/10, Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, “Setiap perusahaan memiliki budaya kerjanya masing-masing. Budaya kerja di Amar Bank merupakan gabungan dari budaya kerja perusahaan rintisan (startup) dan budaya kerja perusahaan atau organisasi besar.”
“Di Amar Bank, yang menjadi fokus adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya sekedar menjadi ‘tampilan’ atau ‘julukan’ saja, melainkan menjadi sebuah mindset atau pola pikir,” jelas Vishal Tulsian.
Data dari Amar Bank menunjukan bahwa bank digital murni pertama di Indonesia ini telah memiliki lebih dari 1.200 karyawan, 86% di antaranya adalah generasi milenial.
Baca: Amar Bank Raih Penghargaan Best Places to Work 2020
Untuk menciptakan dan mempertahankan pola pikir startup, Amar Bank telah mengambil langkah yang dimulai dari penerapan strategi, struktur organisasi, hak pengambilan keputusan, culture building blocks, kegiatan rutin, sesi pembinaan rutin, dan pemberian insentif untuk mendorong perilaku karyawan yang sejalan dengan tujuan perusahaan.

Budaya kerja yang diterapkan tersebut juga diarahkan untuk membawa perubahan positif dalam hidup orang banyak dan mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi. Hal ini sejalan dengan visi Amar Bank yang berkomitmen memberikan senyum melalui akses keuangan kepada lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2025.
“Kami meyakini ketika SDM kami atau yang kami sebut Amarites dapat berkembang, maka perusahaan juga akan semakin berkembang. Oleh karena itu, memastikan karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan menyenangkan dengan memastikan mereka selalu tersenyum di tempat kerja sama pentingnya juga dengan membuat nasabah tersenyum. Karena di balik setiap pengalaman nasabah yang baik selalu dimulai dengan senyuman,” ujar Vishal.
Amar Bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi salah satu institusi teknologi finansial terdepan di Indonesia melalui platform pinjaman digital yang memenangkan banyak penghargaan, Tunaiku. Diluncurkan pada tahun 2014, Tunaiku adalah platform pinjaman mikro berbasis aplikasi pertama di Indonesia dan terus menjadi produk andalan Amar Bank.
Bank Amar resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2020 dengan melepas 1,2 miliar saham melalui penawaran umum perdana dengan kode saham “AMAR”.














