Kiprah MediaTek di pasar chipset mobile, khususnya di Q3 2020 tergolong cukup moncer. Pasalnya, berdasarkan hasil riset pasar terbaru yang dikeluarkan Counterpoint Research, MediaTek didapuk menjadi vendor chipset smartphone terbesar dengan pangsa pasar 31% pada Q3 2020.
Menurut Counterpoint, hasil yang diperoleh MediaTek tidak lain berkat kinerja perusahaan yang kuat pada segmen harga US$100-250 di wilayah pasar utama, seperti Cina dan India. Hal ini disebut membantu perusahaan chipset menjadi yang terbesar pada kuartal tersebut.
“Pangsa chipset MediaTek di (produk) Xiaomi telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak periode yang sama tahun lalu. MediaTek juga berhasil memanfaatkan celah yang diciptakan karena larangan AS terhadap Huawei. Chip MediaTek yang terjangkau yang dibuat oleh TSMC menjadi opsi pertama bagi banyak OEM untuk dengan cepat mengisi celah yang ditinggalkan berkat ketidakhadiran Huawei. Huawei sebelumnya telah membeli sejumlah besar chipset sebelum pelarangan,” ujar Dale Gai, Direktur Riset di Counterpoint seperti dilansir DigiTimes.
Bukan cuma MediaTek, seterunya Qualcomm juga mencatatkan kenaikan pangsa yang kuat dari tahun lalu di segmen high-end pada Q3 2020 yang lagi-lagi berkat masalah pasokan chip Hisilicon. “Namun, Qualcomm menghadapi persaingan dari MediaTek di segmen mid-end. Kami yakin keduanya akan terus bersaing secara intensif lewat harga yang agresif, dan produk SoC 5G mainstream di 2021,” lanjut Gai.
Senada dengan Gai, analis dari Counterpoint lainnya, Ankit Malhotra, mengatakan bahwa Qualcomm dan MediaTek telah mengubah portfolio mereka, dan fokus konsumen telah memainkan peran kunci.
“Tahun lalu, MediaTek meluncurkan chipset gaming G-Series terbaru, sementara chip Dimensity-nya telah membantu menghadirkan 5G ke kategori yang terjangkau. Perangkat 5G termurah di dunia, Realme V3, didukung oleh MediaTek,” ujar Ankit.
Qualcomm Kuasai Pasar Chipset 5G
Qualcomm menjadi vendor chipset 5G terbesar pada kuartal yang sama, di mana berhasil mengamankan pangsa pasar 39% dari ponsel 5G yang dijual di seluruh dunia. Adapun penjualan smartphone 5G secara umum dilaporkan meningkat dua kali lipat pada Q3 2020, dan berkontribusi 17% dari total smartphone yang terjual.
Dengan Apple yang meluncurkan lini produk 5G-nya, penjualan smartphone 5G akan terus meningkat pada Q4 2020. Menurut perkiraan Counterpoint sepertiga dari semua smartphoen yang dikapalkan akan mendukung 5G.
“Fokus langsung vendor chipset adalah untuk membawa 5G kepada khalayak, yang akan membuka potensi use case 5G seperti cloud gaming, yang pada gilirannya akan mengarah pada permintaan yang lebih tinggi untuk GPU dan prosesor yang lebih powerful. Qualcomm dan MediaTek akan terus bersaing memperebutkan posisi teratas,” kata Malhotra. (Fauzi)













