Pentingnya digitalisasi dan kolaborasi bagi UMKM diungkapkan Elvira Lianita, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Perusahaan manufaktur yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur ini, merupakan salah satu entitas bisnis yang melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap UMKM.
Menurut Elvira, pengembangan UMKM merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta dan akademisi. Karena itu, kata Elvira, digitalisasi dan kolaborasi merupakan dua faktor penting untuk menggerakkan ekonomi saat ini baik di daerah maupun nasional.
Atas dasar tersebut, Sampoerna melalui payung program Sampoerna untuk Indonesia (SUI), mengadakan Festival #SampoernaUntukUMKM dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM melalui peningkatan keterampilan dan literasi digital.
“Ini bukan tugas pemerintah semata. Untuk itu kami berkomitmen mendukungnya dengan melakukan pelatihan dan pendampingan mulai dari produksi hingga pemasaran seperti perluasan akses pasar. Salah satunya melalui digital dan pembenahan toko. Semuanya kami lakukan demi mengembangkan keterampilan dan daya saing UMKM,” ujar Elvira dalam siaran pers, Rabu (30/12).
Elvira mengungkapkan, pandemi tidak serta merta menghentikan upaya Sampoerna meningkatkan keterampilan usaha para pelaku UMKM. Pihaknya pun menyesuaikan cara pendampingannya kepada UMKM yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.
Sejak 2007, Sampoerna telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada sekitar 52.000 pelaku UMKM dan terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan hingga saat ini. Di masa pandemi COVID-19, Sampoerna terus memberikan dukungan keterampilan usaha, termasuk literasi digital.
Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi OPTIMA UKM, aplikasi untuk pelaku UMKM mendapatkan modul pelatihan serta informasi seputar wirausaha secara cuma-cuma. Selain itu, UMKM binaan khususnya toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) didorong menggunakan aplikasi digital ‘AYO SRC’.
Tujuan dari program tersebut ialah agar pemesanan barang dapat dilakukan secara daring hingga lebih efektif. Aplikasi ini juga memudahkan pemilik toko melakukan manajemen stok barang. “Ke depan, Sampoerna akan terus berupaya untuk menjangkau UMKM untuk ikut program sejenis,” tutup Elvira.














