PT Global Teleshop Tbk (GLOB) telah menggelar paparan publik virtual pada Kamis 29/04/2021 lalu. Dalam acara itu Direktur Global Teleshop Sugiono Wiyono Sugialam mengatakan belanja modal GLOB tahun ini akan banyak dialokasikan pada pembangunan lini bisnis baru yang bergerak pada jasa perbaikan smartphone, komputer dan tablet yang akan diluncurkan pada semester II 2021.
“Untuk belanja modal (capex) semua berasal dari dana internal dan kami manfaatkan aset dan tempat yang ada,” ungkapnya.
Sugiono juga menegaskan, “Tahun ini, kami pasang target sangat konservatif. Kami fokus menjaga EBITDA dan arus kas tetap positif, bukan pertumbuhan pendapatan. Jika EBITDA meningkat kami mampu melakukan pembayaran pada kreditor dan kewajiban pembayaran lainnya.”
Baca: Ada Indeks Saham Perusahaan Teknologi IDXTECHNO di Bursa Efek Indonesia
Dalam paparan publik virtual itu juga, disampaikan kinerja yang diraih GLOB. Dimana sepanjang 2020, GLOB mencatat penurunan pendapatan sebesar 87,15% menjadi Rp 30,67 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, perusahaan mencatat pendapatan Rp 238,62 miliar.
Beban pokok pendapatan turun 87,42% menjadi Rp 28,60 miliar pada 2020 dari tahun sebelumnya Rp 227,42 miliar.
Laba kotor turun 81,52% dari Rp 11,19 miliar pada 2019 menjadi Rp 2,07 miliar. Beban usaha turun 57,08% menjadi Rp 8,26 miliar pada 2020 dari tahun sebelumnya Rp 19,24 miliar.
Baca: 3 Perusahaan Teknologi akan IPO Tahun Ini, Kinerja IDXTECHNO Kinclong
GLOB mencatat laba usaha yang mampu dihasilkan sepanjang 2020 yakni Rp 1,66 miliar. Angka tersebut turun 78,94% dibandingkan 2019, Rp 7,88 miliar.
GLOB juga masih mencatat kerugian Rp 50,61 miliar pada 2020 dari periode 2019 rugi Rp 39,73 miliar. Dengan demikian, kerugian GLOB meningkat 27,39%.
Kinerja berikutnya, total liabilitas tercatat naik 7,03% menjadi Rp 806,18 miliar pada 2020 dari tahun sebelumnya Rp 753,25 miliar. Sedangkan defisiensi ekuitas naik 6,79% menjadi Rp -795,56 miliar pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp -744,97 miliar.














