PT Astra Sedaya Finance (ASF) berkomitmen penuh untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mengemban misi untuk mempromosikan Credit for a Better Living, ASF juga turut memberikan dampak positif dengan melayani masyarakat di pedesaan yang ingin meningkatkan taraf hidup.
Dalam situasi pandemi dan masa pemulihan ekonomi saat ini, kebutuhan finansial menjadi sangat penting. Produk multifinance ASF memberikan solusi yang efektif untuk mendukung kegiatan perbankan nasabah sehari-hari yang membutuhkan akses uang tunai dalam waktu cepat. Maka dari itu, ASF perlu mengoptimalkan produk ini untuk meningkatkan efisiensi dan menyediakan sistem pembayaran instan.
ASF melalui Astra Credit Companies (ACC), salah satu merek dari ASF, memberikan fasilitas finansial, salah satunya Multipurpose Financing yang melayani segmen kelas menengah ke bawah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembiayaan multiguna ini dapat digunakan untuk modal usaha kecil, kebutuhan medis, kebutuhan pendidikan, maupun kebutuhan bulanan.
Bank incumbent ASF saat ini tidak memiliki infrastruktur dan kemampuan digital untuk memenuhi kebutuhan proses perampingan melalui setiap cabang (lebih dari 150 cabang di seluruh Indonesia), dan masih dalam proses meningkatkan sistem pencairan bagi nasabahnya.
“Pada 2020, saat merencanakan kelanjutan bisnis, PT Astra Sedaya Finance (ASF), sebagai nasabah korporasi Bank DBS Indonesia, mulai menerapkan infrastruktur DBS IDEAL RAPID, dan kami merasa sangat puas dengan hasil dari produk perbankan digital Bank DBS Indonesia ini,“ ujar Head of Finance Astra Credit Companies (ACC), Anastasia Livana dalam keterangan resmi 22/06/2021.
“Implementasi sistem ini membutuhkan waktu tiga bulan hingga berjalan, tim Bank DBS Indonesia juga bekerja sama dengan tim ASF dalam proses implementasi dengan memberikan bantuan troubleshooting maksimal 1×24 jam,” ungkapnya.
DBS IDEAL RAPID adalah layanan perbankan digital korporasi dari Bank DBS Indonesia yang dapat menjadi solusi untuk membantu nasabah korporasi menjalankan bisnisnya tanpa hambatan dengan fitur-fitur utama yang dapat digunakan kapan saja dan dari mana saja.
DBS IDEAL RAPID mengintegrasikan pemrosesan secara real time terkait pembayaran, piutang, dan pencarian informasi tentang alur kerja bisnis nasabah dan memfasilitasi transaksi bisnis di jaringan (ekosistem) nasabah korporasi. Pemenuhan transaksi real time tidak hanya meningkatkan efisiensi untuk nasabah korporasi Bank DBS Indonesia dan penghematan biaya, tetapi juga memberikan pengalaman dan menempatkan nasabah korporasi Bank DBS Indonesia sebagai pemimpin pasar di industrinya.
Anastasia mengungkapkan implementasi DBS IDEAL RAPID menjadikan sistem pencairan ASF lebih efisien dan mengurangi pembayaran yang ditolak. Hal tersebut dapat dilakukan meskipun di tengah situasi pandemi ketika sebagian besar karyawan bekerja dari rumah. Setelah implementasi DBS IDEAL RAPID, ASF berhasil merampingkan proses dan meningkatkan efisiensi sistem pencairan instan hingga 10%, dari H+1 hingga proses di hari yang sama di lebih dari 33 cabang utama, 85 cabang menengah, dan 40 cabang kecil di pedesaan.
“Kami ingin terus meningkatkan kualitas layanan sehingga pelanggan kami mendapatkan layanan yang cepat. Bank DBS Indonesia menawarkan DBS IDEAL RAPID sebagai solusi untuk pelayanan yang cepat kapan pun dibutuhkan. Dalam implementasinya, Bank DBS Indonesia selalu membantu memastikan proses berjalan dengan lancar. Kami juga mendapatkan feedback yang positif dari pelanggan karena mereka dapat memiliki akses ke uang tunai lebih cepat, di mana hal tersebut sangat berarti bagi mereka khususnya di tengah kondisi saat ini,” ungkap Anastasia Livana.
“Dengan memanfaatkan layanan perbankan korporasi digital DBS IDEAL RAPID, nasabah korporasi dapat mengubah alur kerja operasionalnya menjadi digital dengan proses yang mulus sehingga dapat memberi layanan pembiayaan secara efektif dan nilai lebih bagi bisnisnya. Hal ini sesuai dengan komitmen Bank DBS Indonesia untuk mendukung nasabahnya agar siap menghadapi persaingan industri,” ujar Corporate Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Kunardy Lie.














