Seorang desainer perlu menerapkan pendekatan design thinking sebelum mengembangkan produk, yang fokus utamanya adalah kebutuhan pengguna, kebutuhan bisnis perusahaan, dan teknologi.
Demikian dijelaskan Dicki Dahrurozak, Product Design Lead Tokopedia dalam workshop “Mengenal Product Design Lebih Jauh bersama Tokopedia”, 28/07/2021.
Ia memaparkan seorang desainer perlu memperhatikan tiga poin utama dalam design thinking yang berkaitan erat dengan product design, “Dengan pendekatan design thinking, kita berpikir terhadap tiga poin utama yaitu pengguna, teknologi, dan bisnis.”
Seorang desainer, pertama-tama perlu melihat apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar atau konsumen. Kedua, melihat pada apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan. Ketiga, melihat apakah teknologi yang ada sudah mumpuni untuk merealisasikan kebutuhan tersebut.
Menurut Dicki, design thinking akan merangkai ketiga poin utama tersebut agar bisa koheren dan saling melengkapi sehingga hasilnya tepat sasaran.
Selanjutnya, ia menjelaskan 5 tahapan yang perlu dilakukan oleh seorang desainer dalam kerangka pendekatan design thinking sebelum menciptakan suatu inovasi produk.
Pertama, empathize, berempati terhadap kebutuhan pengguna khususnya di tengah pandemi sangat membantu dalam menciptakan inovasi produk yang relevan.
Kedua, define, tentukan masalah yang ingin dipecahkan dan pikirkan kesulitan yang dihadapi pengguna. Lalu, gunakan informasi ini sebagai panduan dalam berinovasi.
Ketiga, ideate, dalam hal ini penting bagi seorang desainer untuk bertukar pikiran dengan orang lain agar bisa menemukan berbagai solusi. “Cari ide sebanyak mungkin. Misalnya, melibatkan tim User Interface (UI) dan User Experience (UX) dalam proses riset agar dapat berkolaborasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.”
Keempat, prototype, membuat prototipe dari sebuah fitur sebelum benar-benar diluncurkan.
Kelima, test, desainer perlu mengamati interaksi konsumen terhadap prototipe produk yang baru dibuat. Tahapan ini juga menjadi tahapan pengumpulan umpan balik terhadap pekerjaan sang desainer.
Ia menegaskan seorang desainer membutuhkan ide kreatif, meluangkan waktu untuk mengeksplorasi dan melakukan tes serta uji coba terhadap rancangan produknya, hingga menciptakan sebuah produk yang tepat guna dan tepat sasaran.














