Jakarta, ItWorks – Menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0, PT Jasa Raharja terus memperkuat digital transformation untuk meningkatkan performa usaha dan juga layanan masyarakat, dengan alokasi belanja IT yang terus ditingkatkan. Terdapat lima domain yang jadi fokus pengembangan IT ke depan, yakni Leadership Transformation, Omni experience transformation, Information Transformation, Operating Model Transformation, serta Worksource Transformation.
“Fondasi digital transformation ini sudah kita tetapkan dengan lima domain di atas sebagai fokusnya, baik yang saat ini sedang kita kerjakan maupun strategi pengembangannya ke depan. Intinya perusahaan berkomiten meningkatkan performa baik di sistem manajemen, operasional bisnis, serta dalam pelayanan pelanggan. Kita memiliki wilayah kerja yang sangat luas di seluruh Indonesia, baik korban kecelakaan angkutan darat, laut, maupun ujdara. Nah kita diberi waktu segera bayar santunan bagi korban kecelakaan atau ahli warisnya sesuai SLA 24 jam bayar klaim setelah berkas lengkap. Karena itu untuk mendukung sistem kerja kita, pengemabgan IT menjadi kuncinya yang kini terus kita kembangkan dengan dukungan belanja IT yang juga terus ditingkatkan. IT spending ratio kita di atas 2%, di mana Capex dan Opex TI tahun ini mencapai sekitar Rp120 miliar,” papar Kepala Divisi TIK PT Jasa Raharja, Tri Haryanto saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2021” pada (26/10/2021) secara virtual .
TOP Digital Awards 2021 merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah ItWorks, bekerjasama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT TELCO di Indonesia.
Dalam presentasi bertajuk “Insurance 4.0 and Digital Transformtion”, dijelaskan banyak hal terkait digitalisasi yang dilakukan Jasa Raharja. Terutama dalam kaitan tugas utama Jasa Raharja sebagai satu-satunya BUMN yang mengemban tugas untuk layanan dasar asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum di Indonesia.
Disebutkan kelima domain yang jadi fokus digitalisasi tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat, untuk satu tujuan besar, yakni akselerasi transformasi digital PT Jasa Raharja. Pada domain Leadership Transformation, di fokuskan dalam upaya upaya strategi (IT strategi)-nya di level atas. Guna menjembatani konektivitas Leadership Transformation, dikembangkan dashboard tersendiri, terutama untuk mendukung strategi Business Intelligence
Sedangkan Omni-Experience Transformation, difokuskan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada korban kecelakaan dengan mengembangkan aplikasi-aplikasi pendukung. Dalam hal ini, Jasa Raharja terus mendigitalisasi sistem dan layanan dengan mengembangkan aplikasi Jasa Raharjaku (JRku) yang sudah diluncurkan dua tahun lalu.
“JRku merupakan aplikasi mobile PT Jasa Raharja yang memiliki beragam fitur untuk memudahkan informasi dan layanan bagi masyarakat. Terutama bagi korban kecelakaan untuk memudahkan mereka dalam mengurus atau mendapatkan santunan asuransi dari Jasa Raharja. Termasuk juga memudahkan masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini tanpa harus datang langusng ke kantor layanan Jasa Raharja. Aplikasi digital ini bisa diunduh di Google Play untuk Android dan App Store untuk IOS (Apple) melalui smartphone, sehingga bisa makin memudahkan masyarakat mengakses beragam layanan dan informasi dari kami,” ujarnya didampingi Anis Khairunnisa Safitri dari Divisi IT Jasa Raharja.
Sedangkan Information Transformation, dilakukan dengan terus memperkuat sistem pengelolaan IT dan data dengan menerapkan big data analytic. Selain itu juga terus dilakukan penguatan pada sistem keamanannya (IT Security level) dengan sistem perlindungan yang lebih andal. “Untuk perlindungan sistem keamanan, Jasa Raharja telah menerapkan dan tersertifikasi standar keamanan SNI ISO 2700-1:2013 di IT GOV 40132 Information Security Management System,” ujarnya.
Foukus strategi digitalisasi lain yang juga sangat penting yakni Worksource Transformation, di mana hal ini menjadi sangat krusial, terutama untuk mendukung perubahan pola kerja yang terjadi dio era digital ini.
“Di Jasa Raharja, kami mulai mengembangkan sistem aplikasi untuk mendukung pola work from anywhere. Tren ini ke depan yang mau tidak mau harus diikuti. Jadi kita bisa melakukan pekerjaan di kantor, di rumah, bahkan saat perjalanan, seperti yang sedang saya lakukan saat ini,” ujar Tri Haryanto yang mengaku sedang perjalanan dinas di Semarang-Jawa Tengah saat presentasi dan wawancara penjurian secara virtual ini.
Transformasi digital ini juga telah membantu kecepatan layanan masyarakat. Termasuk jika ada peristiwa kecelakaan. “Contoh misalnya ada kecelakaan di Semarang, kami punya aplikasi JrKu yang juga terintegrasi dengan pihak kepolisan. Sehingga informasi bisa kami terima realtime secara akurat. Termasuk lokasi dan waktu peristiwa terjadinya. Dengan demikian, tim kami bisa gerak meluncur ke lokasi untuk membantu pendataan dan memproses pembayaran santunan bagi korban kecelakaan,” ungkapnya.
Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU No.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, tugas utama dan fungsi PT Jasa Raharja yakni memberikan perlindungan dasar (basic protection) berupa santunan asuransi kepada korban atau ahli waris korban kecelakaan lalu lintas angkutan jalan dan angkutan umum seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.
Untuk menunjang aktivitas dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Jasa Raharja kini memiliki 29 kantor cabang, 62 kantor perwakilan dan 63 Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR), dan jaringan 1.285 Samsat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan dukungan penggunaan sistem TI, operasional dan proses bisnis dan layanan di seluruh jaringan perusahaan , bisa diintegrasikan secara real time. Termasuk pengumpulan dana dan santunan di seluruh jajaran perusahaan ini. (AC)














