Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS
PT Surveyor Indonesia (Persero) atau SI konsisten dalam menerapkan proses tranformasi digital jauh sebelum adanya pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Sejak tahun 2017-2018 lalu, BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, dan Certification (TIC) ini sudah mulai mengarah ke implementasi Transformasi Digital 4.0.
Kondisi tersebut membuktikan perseroan sudah menerapkan budaya digital atau digital culture di internal perusahaannya. Hal ini tak lepas dari adanya peran Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital (HC) yang terus meng-upgrade kapasitas TI-nya itu.
“Digital culture di perusahaan kami terjadi karena adanya integrasi arsitektur HC pada aplikasi HC inSIdie atau Innovative SI development. Aplikasi ini menggabungkan proses transformasi digital di perusahaan yang menguatkan proses digital culture,” terang Muhammad Chairudin, VP TI atau Kepala Divisi Teknologi Informasi Surveyor Indonesia, dalam proses penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 16/11/2021.
Dalam aplikasi itu terdapat proses dan pembelajaran transformasi digital untuk internal yang terdiri dari organization management, profiling karyawan, learning mobile, talent management, total reward, performance management, culture & behavior, dan HC service sebagai proses pengembangan.
“Dalam upaya menumbuhkan Digital Culture selain pengembangan integrasi arsitektur HC pada aplikasi HC inSIde, juga ada pembentukan tim transformasi perusahaan, me-launching SYNC (Surveyor Indonesia Net Culture), dan assessment making digital talent,” terangnya.
Saat ini, Surveyor Indonesia memiliki core business dalam empat sektor yang digarap yaitu penguatan institusi dan kelembagaan, infrastruktur, mineral dan batu bara, serta migas dan sistem pembangkit.
Untuk institusi dan kelembagaan, SI memfasilitasi pemerintah dan industri dalam menerapkan kebijakan yang telah diatur, dengan melakukan verifikasi terhadap pemanfaatan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.
Lalu di sektor infrastruktur, SI menyediakan layanan pemastian terhadap perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan suatu proyek infrastruktur, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Layanan Sertifikasi.
Untuk mineral dan batu bara, dengan mendukung industri pertambangan mineral dan batu bara melalui penyediaan jasa pengujian produk, verifikasi kuantitas, dan kualitas produk mineral dan batubara.
Kemudian untuk migas dan sistem pembangkit, SI menyediakan layanan terintegrasi sektor migas dan sitem pembangkit dari hulu ke hilir meliputi pemastian kualitas dan kuantitas produk serta meningkatkan produktivitas melalui kegiatan inspeksi, testing, verifikasi, dan konsultasi.
Tata Kelola dan Perkembangan TI
Lebih jauh dijelaskan Chairudin, pihaknya telah menyusun IT Master Plan sesuai dengan Permen BUMN No 02 tahun 2013 dan Permen No 03 tahun 2018 sebagai Pengganti Permen BUMN No 02. Sehingga IT Master Plan 2017-2021 adalah penyelarasan kebutuhan teknologi informasi sesuai dengan Visi, Misi, dan tujuan sasaran bisnis sesuai dengan Rencana Strategi Jangka Panjang Perusahaan 2016-2020.
Adapun untuk IT Strategic Planning 2019-2024 adalah penyelarasan kebutuhan teknologi informasi sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan sasaran bisnis sesuai masa transisi penyusunan Rencana Strategis Jangka Panjang Perusahaan dan adopsi teknologi terkini khususnya Industry 4.0.
Untuk transformasi Industry 4.0, di tahun 2018 sudah dilakukan switching dari product oriented menjadi total end to end solution (customer facing) dan fokus pada inovasi dengan dukungan teknologi dan kontribusi strategi bagi kepentingan jangka panjang nasional.
Sedangkan transformasi ke Society 5.0 di 2020 sudah dilakukan Digital Transformation “new ways of making” untuk people, culture, and organization. Dan New Business Development, dengan sektor ITC, Health, Food, Environment & Agriculture, Transformation & Infrastructure, dan Renewable Energy.
Budaya digital SI yang kuat itu, kata dia, dibuktikan dengan level maturity IT yang terus meningkat setaip tahunnya. Di tahun 2020 lalu di angka 2,3, lalu di tahun 2021 ini di 2,75-3 (preliminary report), dan di 2022 ditargetkan lebih dari level 3.
“Dengan kondisi itu, perseroan pun konsisten dalam pengembangan aplikasi atau solusi bisnis yakni sesuai dengan prosedur internal DTI (flow process), lalu disesuaikan dengan kebutuhan klien, diupayakan sesuai standar arsitektur aplikasi, dan diitegrasikan dengan backbone core business,” jelas Chairudin.
Baca: Holding BUMN Jasa Survei Incar Posisi Top 5 di Pasar Regional
Aplikasi Unggulan
Dengan tingkat kematangan IT SI yang kian meningkat, maka perseroan pun banyak mengembangkan aplikasi sebagai solusi bisnis perusahaan ke depannya. Baik itu yang bersifat internal maupun eksternal. Berikut beberapa aplikasi unggulan dari SI:
VPN Tunneling. Dikembangkan pada 2020 dengan developer kombinasi berupa VPN Sophos yang mengintegrasikan jaringan yang secure dan lebih efisien dari sisi penghilangan biaya MPLS atau Multiprotocol Label Switching.
Aplikasi ini bermanfaat, untuk mengakses data-data kantor saat sedang bekerja dari luar kantor. Lalu, untuk menyamarkan lokasi akses, sehingga dapat mengakses konten yang geo-restricted. Dan juga untuk mencegah bandwidth throttling saat sedang sharing file maupun streaming.
“Implementasi VPN Tunneling untuk network perusahaan ini sangat dibanggakan, karena adanya efisiensi sebesar Rp1 miliar per tahun. Dengan aplikasi ini ada penghematan terhadap biaya komunikasi jaringan 30%-60%, juga secara kualitas bandwidth di sisi cabang, dan peningkatan sekuritas data (lebih terenkapsulasi dan terenkripsi),” terang dia.
SI-TMS (Talent Management System). Ini kombinasi pengembangan HCIS yang lebih menonjolkan HC Analytic. Ini juga employee self service, berupa interaksi personil dengan personil lain dalam proses bisnis.
E-Pengadaan. Sistem digital proses pengadaan dari SI yang didukung dengan menerapkan sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001.
Dashboard Analytic Program Biodiesel BPDP–B30. Ini untuk meningkatkan kinerja monitoring pelaksanaan kegiatan lapangan dan hasil pekerjaan yang dipantau oleh beberapa stakeholder baik oleh kementerian teknis maupun badan usaha.
Cargo Monitoring. Ini dikembangkan 2017 sebagai monitoring titik supply chain (R1,R2, R3, R4). Dan untuk melakukan deliver pekerjaan secara real time.
COSMIC sebagai solusi bisinis bisnis di masa pandemi yaitu Covid Safe Management Information on Compliance. Ini untuk memastikan compliance perusahaan BUMN atas kebijakan terkait protocol, penyediaan sarana dan prasarana, serta aktivitas pendukung lainnya; serta membantu pembuatan tools untuk monitoring & control atas kebijakan yang bersifat sistemik.
Keamanan TI
Lebih jauh ditegaskan Chairudin, sejak tahun 2018 SI telah mengimplementasikan ISO 27001 dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Intertek, dalam masa implementasi yang berlaku 3 tahun berikutnya, sebagai bentuk keamanan IT-nya itu.
“Kami juga rutin melaksanakan vulnerability assessment dan implementasi teknologi security seperti anti Spam, physical access control, endpoint security, patch management, network access control, dan lainnya,” jelas dia.
Chairudin menambahkan, terkait big data dan IoT, SI juga menerapkan platform big data dan machine learning system Pinter.ai pada rencana kegiatan di klien serta IoT dalam entry gedung dan ruangan serta pekerjaan asset di klien (RFID system).
Terakhir, untuk data storage sudah menggunakan Cloud app local dan platform big data serta machine learning system di Google Cloud Platform.
Baca: BUMN Jasa Survei Gelar Webinar Edukasi Standar Sistem Mutu ke Mahasiswa














