Penulis: Fauzi
Pemanfaatan teknologi informasi (TI) merupakan hal yang terus diupayakan PT BPR Bank Sleman (Perseroda) dalam rangka memudahkan layanan bagi para nasabahnya. Di sisi lain, pemanfaatan TI juga dilakukan Bank Sleman agar tidak tertinggal jauh dari bank-bank besar dari sisi teknologi. Demikian seperti diungkap Muhammad Sigit, S.E., M.Si., selaku Direktur Utama Bank Sleman.
Adapun secara umum, seperti visi yang diusungnya, Bank Sleman bertekad ingin menjadi bank yang unggul di daerah, profesional dan terkemuka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan misinya menjalankan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi secara unggul, profesional dan terkemuka. Menjadi salah satu bagian usaha Pemda dalam membantu meningkatkan pembiayaan UMKM dan masyarakat umum,” ujar Muhammad Sigit saat sesi penjurian Top Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara virtual, (22/11/21).
Begitu seriusnya Bank Sleman dalam mendorong pemanfaatan TI, bisa terlihat dari anggaran yang dicanangkan perusahaan.
Perlu diketahui, berdasarkan pemaparan Muhammad Sigit, disebutkan bahwa dibanding tahun sebelumnya (2020), aset Bank Sleman terus meningkat, pun dengan total pendapatannya. Adapun, dari sisi laba, Bank Sleman disebut mengalami penurunan, lantaran saat pandemi, banyak debitur yang rekstrukrisasi. “Sehingga masih belum bisa menghasilkan pendapatan, (dan) akan berpengeruh pada laba di tahun ini. Sehingga capaian laba tahun ini lebih sedikit, lebih rendah daripada realisasi tahun kemarin,” sambungnya.
Kendati dari sisi laba, Bank Sleman terindikasi mengalami penurunan, namun untuk anggaran TI yang dicanangkan tahun ini disebut lebih tinggi. ”Karena kami ingin di era digitalisasi ini kami bisa melayani nasabah dengan lebih baik, artinya dari sisi teknologinya. Sebisa mungkin mengurangi tatap muka, sehingga ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi,” kata Muhammad Sigit.
Pun bila dilihat dari rasio kinerja bisnis, di mana anggaran TI terhadap total pendapatan juga mengalami kenaikan. “Selanjutnya kemudian anggaran TI terhadap total biaya juga naik, anggaran TI terhadap total laba juga naik siginifikan, sangat tinggi. Ini harapan kami, (agar) betul-betul Bank Sleman dari sisi teknologi tidak ketinggalan terlalu jauh dengan bank-bank besar,” ujar Muhammad Sigit.
Upaya Membangun Digital Culture
Masih berkaitan dengan proses digitalisasi yang dilakukan Bank Sleman, ada lima hal yang tercakup dalam IT Master Plan perusahaan di tahun 2021, di antaranya Virtual Account, Host to Host Outgoing Transfer, WhatsApp Notification Transaction, E-Retribusi Pasar, dan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Digital.
Adapun dalam rangka membangun digital culture, ada beberapa inisiatif yang telah dilakukan Bank Sleman. Antara lain melalui aplikasi Healthy Care.
”Healthy Care ini kami implementasikan selama masa pandemi. Kami berkolaborasi dengan Bank Danamon. Adapun deskripsi dari produk ini adalah Pengecekan suhu dan system absensi karyawan. Dari sini kita ingin mengetahui bahwa dari total karyawan ada, berapa jumlah yang dalam kondisi fit dan sehat. Sehingga dapat dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” kata Bagus Hudoyono, S.E., Direktur Bisnis Bank Sleman.
Tidak hanya itu, masih dikatakan Bagus, dalam aplikasi ini juga terdapat fitur pengatur suhu, atau dapat juga berupa reminder untuk karyawan untuk menggunakan masker.” Jadi, bagi yang tidak menggunakan masker itu terdeteksi lebih awal. Siapa saja yang tidak tertib prokes pada saat jam kerja,” ungkapnya.
Solusi Unggulan
Dalam rangka menunjang bisnis keseharian perusahaan, tentunya Bank Sleman memiliki sejumlah produk unggulan. Sebut saja WhatsApp Notification. Sesuai namanya aplikasi berupa notifikasi yang bisa diterima nasabah saat melakukan transaksi debet atau kredit itu muncul notifikasi.
”Jadi, sebagai contoh, kalau dana kita diambil (atau) ada transaksi pendebetan itu langsung terdapat notifikasi di WhatsApp ke yang bersangkutan bahwa hari ini telah terjadi transaksi debet sebesar sekian, pada tanggal sekian, jam sekian. Begitu juga di kreditnya,” ungkap bagus.
Selain itu lewat WhatsApp Notification, nasabah juga akan mendapatkan notifikasi untuk pengingat tagihan serta notifikasi ucapan selamat ulang tahun pada nasabah Bank Sleman. Bagus mengatakan bahwa aplikasi ini di bangun sendiri, tanpa melibatkan pihak ketiga atau self modification.
Kedua, produk yang juga menjadi unggulan di Bank Sleman adalah Virtual Account yang sifatnya realtime dan anytime. Dalam mengembangakan Virtual Account ini, Bank Sleman bekerja sama dengan Bank Danamon plus menggandeng vendor Switching. Melalui fasilitas Virtual Account, nasabah bisa setor dana dari Bank manapun ke Rekening Bank Sleman melalui ATM, Mobile Banking, ataupun E-Wallet. ”Dengan adanya Virtual Account ini secara otomatis dana itu sudah masuk efektif ke rekening nasabah ke Bank Sleman,” kata Bagus.
Virtual Account juga merupakan solusi yang dihadirkan Bank Sleman pada masa pandemi. “Kami ulangi lagi bahwa Virtual Account ini membawa dampak yang cukup signifikan, sehingga nasabah itu tidak perlu khawatir lagi dananya sudah masuk ke rekening yang bersangkutan di Bank Sleman secara realtime,” jelasnya.
Ketiga, Host to Host Outgoing Transfer. Dalam pengembangannya Bank Sleman juga menggandeng Bank Danamon. Host to Host Outgoing Transfer adalah transfer langsung dengan menggunakan fitur atau screen di Bagian Teller. “Sehingga proses dapat lebih singkat dan hanya melalui beberapa teller saja. Jadi, ini tidak dikhususkan untuk nasabah tertentu yang menghendaki transaksi lebih cepat,” ujar Bagus
Dikatakan bagus pada akhir presentasinya bahwasanya Bank Sleman sangat komit terhadap perkembangan IT dan teknologi yang ada di Bank Sleman, (ini dilakukan) tidak lain adalah untuk mempermudah semua transaksi yang ada di nasabah. “Ke depannya kami lebih mengutamakan transaksi yang bersifat Contactless Payment System,” tutup bagus.














