Reporter: Teguh IS.
Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS), atau LRT Sumsel, menjadi finalis/kandidat peraih penghargaan TOP Digital Awards 2021. Ajang penghargaan bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) tingkat nasional ini diselenggarakan oleh majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi bidang TIK.
Tujuan ajang ini mendorong perusahaan/instansi pemerintahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/masyarakat.
Terkait dengan tujuan itu, LRT Sumsel mengungkapkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan solusi LRT Tracking, untuk memudahkan pengguna jasa LRT Sumsel dalam melihat jadwal perjalanan dan posisi LRT.
“Saat ini, solusi LRT Tracking sedang dalam tahap uji coba di lingkungan internal kami seperti stasiun. Rencananya tahun 2022, solusi ini akan diluncurkan ke publik,” kata Ir. Aditya Yunianto, S.SiT., M.Sc selaku Kepala Subbagian Keuangan dan Umum BPKARSS, di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, Rabu, 08/12/2021.
“Fitur yang tersedia di aplikasi ini yaitu Posisi Kereta, Jadwal Kereta, Tarif Kereta, dan Rute Kereta. Dalam pembangunan aplikasi ini memerlukan dukungan agar dapat terintegrasi dengan sistem persinyalan kereta seperti GPS pada sarana, dan server pusat data dll,” terangnya kepada dewan juri.
Menurutnya, solusi ini memiliki sejumlah keunggulan yaitu akses informasi seputar operasional LRT Sumsel menjadi lebih mudah dan cepat, adanya transparansi kinerja operasional LRT Sumsel, mendukung pemenuhan layanan penunjang Badan Layanan Umum seperti tempat iklan dll, dan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan layanan trasnportasi publik LRT Sumsel.
“Sedangkan manfaat yang diharapkan didapat bagi LRT Sumsel yaitu mendukung meningkatkan capaian jumlah penumpang dan sebagai peningkatan strategi bisnis. Sedangkan bagi masyarakat manfaatnya memberikan kemudahan informasi perjalanan LRT Sumsel bagi penggunanya,” imbuh Aditya.
Dalam kesempatan ini juga, Prih Galih, ST., MT. selaku Kepala BPKARSS menjelaskan selain LRT Tracking, LRT Sumsel pun telah memanfaatkan solusi TIK lainnya. “Kami juga menggunakan solusi yang dikembangkan oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mendukung operasional di internal kami.”
“Pertama, solusi Skema Raja, yang mulai digunakan tahun 2020. Ini untuk absensi secara online. Keunggulannya menggunakan titik map sebagai koordinat setiap absensi. Manfaatnya mempermudah proses absensi.”
“Dengan Skema Raja, posisi karyawan dapat dketahui dengan akurat. Terlebih di saat pandemi ini, kami memberlakukan kebijakan Work from Home, Work from Office, dan Work from Station,” ujar Prih Galih yang baru menjabat sebagai Kepala BPKARSS selama 1 bulan ini.
Kedua, solusi Portal DJKA, yang mulai digunakan tahun 2020. “Ini digunakan untuk administrasi persuratan. Keunggulannya disposisi dapat dilakukan secara online dari pimpinan kepada staf. Sehingga mempermudah proses persuratan,” tambahnya.
Selain solusi, Prih Galih pun menuturkan dari sisi infrastruktur perkeratapian, LRT Sumsel ini sudah termasuk mumpuni, “Salah satunya kami telah menggunakan pusat kontrol kereta api yang cukup ‘megah’ dilengkapi dengan layar berukuran besar. Mirip dengan yang ada di Stasiun KA Manggarai Jakarta,” terangnya.
Baca: Atlet Asian Games 2018 Ikut Uji Coba Operasi LRT Jakarta
Kinerja BLU
Tidak ketinggalan, menjawab pertanyaan dewan juri terkait kinerja bisnis LRT Sumsel, Prih Galih dan Aditya menegaskan dalam menjalankan operasionalnya, pihaknya tidak bisa semata-mata mencari keuntungan, layaknya perusahaan swasta. Ini karena LRT Sumsel juga punya misi untuk mendukung kegiatan perekonomian di Sumatera Selatan, khususnya Palembang dan sekitarnya.
“Layanan kereta api ini juga sebagai perwujudan bahwa negara hadir menyediakan transportasi publik bagi masyarakat,” tutur Prih Galih.
Meski demikian, sebagai Badan Layanan Umum, Aditya mengutarakan bahwa LRT Sumsel punya catatat kinerja yang cukup bagus. “Kami telah menandatangani Kontrak Kinerja dengan Kementerian Keuangan yang di dalamnya tertuang dengan jelas mengenai sasaran strategis yang harus kami capai.”
“Sasasan strategis itu ada uraian indikator kinerja utamanya, antara lain: realisasi PNBP, jumlah penumpang, persentase aduan pengguna LRT Sumsel yang selesai ditindaklanjuti, persentase gangguan perjalanan LRT Sumsel yang selesai ditindaklanjuti.”
Indikator kinerja utama berikutnya, lanjut Aditya, yaitu persentase penerapan inovasi layanan. Disini termasuk TIK yaitu solusi LRT Tracking yang sedang kami kembangkan. Lalu, Indeks Kepuasan Penumpang, persentase penyelesaian modernisasi pengelolaan BLU, dan terakhir, tindak lanjut monitoring dan evaluasi kinerja BLU.
Turut hadir dari Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) dalam penjurian ini: M. Muzzaki selaku Kepala Divisi Humas dan TI; Benny selaku Kepala Divisi Perencanaan; Eben Torsa Tongam Sihombing selaku Kepala Seksi Pemanfaatan Sarana & Prasarana; Rudi Aryadi; Firman Tri Ilahi; Fabiayi; Rahayu Amalia; Kartika; Khoirul Muntaha; Mega; Gintha; dan Fajri.
Bertindak selaku dewan juri: Eri Sumiarso dari Sinergi Daya Prima, Dwinda Ruslan dan Melani Harriman dari majalah IT Works, Nurul Y. Setyabudi dari Indonesia Telecommunication User Group, Lim Kurniawan dan Agnes dari Awesome Consulting.














