Esri Indonesia, penyedia solusi geospasial di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), badan pelaksana pusat untuk nasional dan kebijakan umum dalam bidang pencarian dan pertolongan.
Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), Analisa Big Data, dan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
“Kemajuan teknologi dan inovasi telah menciptakan peluang baru untuk meningkatkan ketahanan bencana dan mengurangi risiko bencana,” ujar Country Sales Manager Esri Indonesia Christanto Yanuar dalam keterangannya, 18/03/2022.
Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan perkembangan disrupsi teknologi – seperti kecerdasan buatan (Artifical Intelligence), Internet untuk Segala (Internet of Things) dan Mahadata (Big Data) telah bertansformasi ke berbagai bidang, termasuk meminimalisasi resiko bencana dan manajemen bencana. Misalnya, algoritma berbasis AI dapat digunakan dalam analisis prediktif untuk membantu memprediksi bencana serta mempercepat waktu pemulihan dan waktu tanggap.
Baca: Menhub Lantik Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
“Ketika setiap detik berharga dan tingkat resiko yang tinggi, badan yang berada di garis terdepan harus membuat keputusan yang didorong oleh data real-time otoritatif yang akurat, sehingga mereka yakin bahwa mereka telah membuat pilihan terbaik walau di bawah tekanan,” kata Yanuar.
“Di sinilah pentingnya kemitraan kami dengan BASARNAS dalam membantu para pemangku kepentingan agar dengan cepat mengintegrasikan, melakukan visualisasi, dan yang terpenting memahami data dari berbagai lembaga selama bencana alam.”
Sementara, Kepala BASARNAS Marsdya Henri Alfiandi mengatakan kemitraan strategis dengan Esri Indonesia ini diharapkannya dapat meningkatkan kapabilitas BASARNAS sebagai lembaga SAR nasional dan memperkuat ketahanan BASARNAS dalam melakukan operasi kemanusiaan di Indonesia.
Sebelumnya, untuk membantu pemerintah dan masyarakat setempat dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap wabah virus di tanah air, Esri Indonesia pada tahun 2020 telah menghadirkan Pusat Dukungan Darurat Geopasial atau Emergency Spatial Support Center (ESSC) sebagai Geoportal COVID-19.
Badan tersebut sebelumnya telah memberikan upaya tanggap darurat dengan bantuan dengan teknologi geospasial dan keahlian jika terjadi keadaan darurat nasional, termasuk gempa bumi Palu-Donggala, tsunami, erupsi Gunung Agung pada tahun 2017 dan bencana banjir yang melanda Jakarta belum lama ini.
Baca: Ini Lho, Upaya Esri Indonesia Meningkatkan Literasi Teknologi Geospasial














