ItWorks- Isu pemanasan global yang kian menjadi perhatian banyak kalangan dewasa ini, mendorong PT Metropolitan Land (Metland)., Tbk (MTLA) untuk mengaplikasikan konsep green building di sejumlah properti hunian. Selain itu, sejalan dengan tuntutan era transformasi digital, beberapa proyek hunian juga dikembangkan dengan konsep smart home (rumah pintar) .
“Sebenarnya konsep green untuk kenyamanan hunian dan lingkungan berkelanjutan ini sudah kita inisiasi di beberapa proyek perumahan. Di antaranya Metland Cibitung dengan membangun Stasiun Kereta Api Telaga Murni, di mana dengan adanya layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, diharapkan bisa mendukung upaya menekan polusi udara sekaligus memudahkan mobilitas para warga di sana dengan angkutan massal yang ramah lingkungan,” ungkap Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistyo menjawab ItWorks pada acara Media Gathering “Fun Sinergy with Media”, (27/07/2022), di Hotel Horison Ultima Kertajati, Majalengka.
Stasiun Metland Telaga Murni telah diresmikan pemerintah pada 13 Agustus 2019. Ini merupakan stasiun pertama yang dibangun oleh pihak swasta (Metland) dan dihibahkan kepada Pemerintah. Stasiun ini terletak di antara lintas Jakarta-Cikampek, tepatnya antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang di Desa Telaga Murni. Dibangun di atas tanah seluas 2,051 meter persegi dengan luas bangunan 2,630 m2, stasiun ini memiliki fasilitas modern, seperti escalator (tangga jalan), lift, mushola, peron dan ruang tunggu untuk melayani penumpang. Sejak dioperasikan stasiun ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat luas, baik yang tinggal di perumanaha Metland Cibitung maupun warga sekitarnya.
Selain itu, kata Wahyu, untuk konsep green building, selain aspek tata kelola dan penataan ruang, pihaknya kini juga sedang menjajagi penggunaan material bata dari bahan baku daur ulang sampah yang dihasilkan sebuah komunitas. “Untuk penggunaan bata dari bahan baku daur ulang sampah ini untuk bangunan rumah ini, kita masih kaji kelayakan. Termasuk aspek keamanan dan kenyamanannya. Tapi pada intinya kita sangat konsen untuk mengimplementasikan konsep green di proyek-proyek kita,” ujarnya
Wahyu Sulistyo menambahkan, seiring meningkatnya transformasi digital sekaligus untuk memenuhi kebutuhan akan hunian yang smart dengan dukungan teknologi informasi yang menjadi harapan banyak kaum millenial, Metland juga mengembangkan hunian di beberapa kluster dengan konsep smart home. Termasuk dukungan infrastruktur penunjang, terutama jaringan kabel generasi fiber optic untuk mendukung kecapatan komunikasi data internet yang dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra.
“Memang di era digital ini. Mau tidak mau kita juga harus mengikuti tren, apalagi digitalisasi juga sudah menjadi kebutuhan, seperti adanya works from home (WfH) dan sejenisnya yang membutuhkan ketersediaan jaringan internat kecepatan tinggi di rumah. Kita harapkan ini bisa jadi selling point tersendiri. Makanya kita juga siapkan untuk jaringan fiber optic-nya. Untuk smart home sendiri, kita siapkan basic-nya. Misalnya sistem doorlock, pengaturan lampu ruangan, dan keamanan dengan sistem aplikasi CCTV. Dari sini nanti pemilik bisa mengembangkan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Capaian Capex
Sementara itu, Direktur PT Metropolitan Land, Olivia Surodjo mengatakan, hingga semester I/2022, perusahaan baru menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp210 miliar dari anggaran Rp650 miliar. “Tahun 2022 ini, alokasi capex (belanja modal) Metland Rp650 miliar, dan baru terserap Rp210 miliar. Paling besar digunakan untuk akuisisi lahan dan sisanya untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek residensial yang dikembangkan Metland,” ungkap Olivia.
Guna mendorong target penjualan, Metland juga masih memberikan berbagai kemudahan kepada para konsumen untuk memperoleh produk properti. Termasuk pemasaran dan pameran melalui channel atau flatform digital. Sebagai daya tarik, perseroan tahun ini juga tengah menggarap dan mengembangjkan beberapa proyek baru seperti cluster baru di Metland Cyber City, pengembangan hotel, maupun hunian lainnya.
Tercatat Metland menargetkan pendapatan yang terdiri dari marketing sales dan recurring income tahun 2022 senilai Rp1,8 triliun. Perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk merealisasikan target marketing sales tersebut. “Kami akan terus menghadirkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar saat ini, termasuk rumah-rumah konsep smart home dan melengkapinya dengan fitur-fitur teknologi sesuai tren digital yang berkembang saat ini,” ungkap Wahyu Sulistyo, menambahkan. (AC)














