Jakarta,ItWorks– Di era globalisasi, teknologi informasi memberikan pengaruh yang cukup besar dalam dunia perdagangan. Pemanfaatan teknologi telah mendorong pertumbuhan bisnis yang pesat, dari semula sistem konvensional merambah ke sistem digital.
Namun, kemajuan teknologi ini juga telah mendorong timbulnya permasalahan-permasalahan baru ketika digunakan secara tidak tepat atau menyalahi dari yang semestinya. Kejahatan siber (cyber crime) adalah bentuk ancaman baru yang menyerang dunia digital.
Salah satu jenis kejahatan siber adalah penipuan belanja online melalui toko online. Modus penipuan belanja online kerap dilakukan dengan mengatasnamakan instansi pemerintah, seperti Bea Cukai, untuk lebih meyakinkan sasaran korbannya.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan, Hatta Wardhana, mengungkapkan bahwa modus penipuan belanja online mengatasnamakan Bea Cukai masih menjadi modus yang paling sering dilakukan. “Berdasarkan data contact center Bea Cukai yang dirilis pada Juli 2022, tercatat sebanyak 900 pengaduan yang diterima, atau mengalami peningkatan 30,62 % dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara untuk penipuan dengan modus penipuan belanja online mencapai 349 kasus,” ujarnya dilansir dalam portal web BC, baru-baru ini.
Dijelaskan Hatta, umumnya pelaku penipuan yang berkedok sebagai toko online (online shop) menjual barang dengan harga di bawah pasaran, karena setelah transaksi, biasanya pelaku akan berkelit meminta uang tambahan dengan alasan barang tersebut ditahan Bea Cukai. Tak hanya itu, calon korban juga umumnya diancam oleh penipu yang mengaku petugas Bea Cukai dan diperintahkan untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi.
Tingginya kasus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat dan/atau pengguna jasa yang kurang memahami tugas dan fungsi Bea Cukai serta prosedur yang berpengaruh pada kegiatan belanja online dan ini menjadi celah bagi pelaku penipuan. Oleh karena itu, Bea Cukai belakangan akrif juga melaksanakan sosialisasi di sejumlah daerah. Di antaranya, baru-baru ini di Purwokerto, Medan, dan Karawang. (AC)














