Keberhasilan digitalisasi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) tak sebatas memudahkan layanan kepada masyarakat. Namun, berdampak lebih luas, seperti meningkatkan investasi asing dan menurunkan angka kemiskinan di kabupaten terluas di Provinsi Sumatera Selatan tersebut.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Layanan e-Government Pemkab OKI, Muttaqin Noviandy Shariff saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024 secara daring, Selasa (12/11/2024).
Dalam kesempatan itu, Muttaqin menyatakan pada Kuartal III Tahun 2024 Kabupaten OKI mencatatkan angka investasi tertinggi di Sumatera Selatan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) yaitu sebesar Rp2,57 triliun.
“Di kuartal ketiga 2024, Kabupaten Ogan Komering Ilir mencatatkan angka investasi untuk Penanaman Modal Asing tertinggi di Sumatera Selatan. Tentu ini peran dari kemudahan investasi dan kemudahan perizinan yang pelaksanaannya dibantu oleh teknologi informasi,” ungkapnya.
Penerapan digitalisasi Pemkab OKI juga memudahkan akses informasi bagi masyarakat. Misalnya, saat mengakses PAISLAIS, marketplace OKI untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mendukung UMKM Go Digital. Dampaknya, menurunkan angka kemiskinan di Kab. OKI.
“Angka kemiskinan Kab. OKI menurun dari 13,15 persen pada 2023 menjadi 12,08 persen di 2024. Angka kemiskinan ekstrim juga turun drastis dari 4,4 persen pada tahun 2022 menjadi 0,4 persen periode Maret 2024,” beber Muttaqin.
“Kami memandang positifnya kedua indikator ekonomi makro tersebut berhubungan erat dengan birokrasi dan program-program berbasis digital yang kami jalankan,” tegasnya.
Berkat komitmennya terhadap digitalisasi, Pemkab OKI pun ditetapkan menjadi salah satu Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi pada tahun 2022.
“Alhamdulillah, kami ditetapkan menjadi salah satu Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di tahun 2022 dan mendapatkan pendampingan penyusunan master plan smart city. Namun sebelum itu kami sudah merumuskan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2019 terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” Muttaqin menjelaskan.
Solusi Bisnis Aplikasi
Dalam presentasinya berjudul “OKI Smart Regency: Membangun OKI Dengan Digitalisasi”, Muttaqin memaparkan ragam aplikasi digital yang telah dihadirkan Pemkab OKI, baik di internal instansi maupun bagi masyarakat dan pengguna lainnya.
Aplikasi yang digunakan di internal untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti SIMPEG (Sistem Informasi Kepegawaian), LMS (Learning Management System) dan Sistem Merit (e-Assesment).
SIMPEG merupakan pelayanan secara online berbasis website yang mengakomodir sejumlah pengajuan pelayanan mulai dari izin cuti, usul kenaikan pangkat, usul pensiun, usul mutasi serta kepengurusan bagian kepegawaian lainnya.
“Kami memiliki pengelolaan pegawai yang dikelola secara elektronik dan ASN di Pemkab OKI tak perlu datang langsung ke kantor untuk melakukan administrasi kepegawaian seperti kenaikan pangkat, urusan cuti dan lain lain. Semuanya sudah tercatat dalam sistem,” paparnya.
Untuk peningkatan kapasitas aparatur (ASN), Pemkab OKI memiliki aplikasi LMS (Learning Management System) sebagai alat bantu penyelenggaraan diklat peningkatan kapasitas aparatur. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai cloud app bidang pendidikan bagi semua ASN di OKI. OKI menjadi Kabupaten pertama di Sumsel yang menggunakan LMS dalam proses diklat kepemimpinan.
Kemudian, Sistem Merit (e-Assesment), sistem ini digunakan sebagai dasar penilaian bagi ASN yang akan menduduki jabatat tertentu sesuai dengan kompetensinya. “Sehingga dalam penentuan karir bukan berdasarkan like or dislike, tapi memang berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh seseoreng pegawai,” jelasnya.
Sedangkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti JELADES SEMEDI (Jemput Bola di Desa, Sehari Mesti Jadi), OKI Siaga (layanan Kedaruratan) dan PAISLAIS (Marketplace OKI).
JELADES SEMEDI merupakan layanan administrasi kependudukan berbasisi IT yang dapat dimanfaatkan sehingga warga tidak perlu datang ke pusat pemerintahan untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga, Surat Pindah, Akta Kelahiran dalan lain sebagainya.
“Untuk optimalisasi layanan administrasi kependudukan yang merupakan layanan dasar yang harus dinikmati semua masyarakat kami melaksanakan program Jemput Bola di Desa, Sehari Mesti Jadi. Mengoptimalkan peralatan IT sehingga perekaman dan pencatatan itu dilakukan di kecamatan, kantor desa dan tidak perlu datang ke Dukcapil,” katanya.
Sedangkan OKI Siaga, merupakan layanan Call Centre 112 untuk kedaruratan seperti kebakaran, bencana, kecelakaan dan kedaruratan lainnya. “Kami meluncurkan layanan call center atau panggilan darurat 112. Layanan ini untuk kedaruratan seperti kebakaran, bencana dan lain-lain. Kami sudah mengkoordinasikan dengan semua stakeholder seperti Kepolisian, BNN, RSUD untuk bersinergi memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
“Layanan 112 bisa dihubungi walaupun tidak memiliki pulsa dan tidak ada sinyal internet,” lanjut
Dan yang tak kalah menarik yakni PAISLAIS, merupakan platform marketplace sehingga Kabupaten OKI memiliki katalog elektronik UMKM asli OKI. Aplikasi ini dapat mempertemukan UMKM dengan pembeli potensial di belahan dunia manapun.
“Kami mendigitalisasi UMKM yang jumlahnya kurang lebih 17 ribu di OKI ini dengan membuat marketplace lokal, kemudian kami mendorong UMKM go digital seperti pelatihan fotografi produk, kemudian packaging dan lain-lain sehingga UMKM yang ada di OKI ini dapat masuk secara digital,” pungkas Muttaqin.
Digelar sejak tahun 2016, TOP Digital Awards adalah kegiatan pembelajaran bersama dan pemberian penghargaan kepada perusahaan/instansi pemerintah yang dinilai berhasil menerapkan TI untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Diselenggarakan oleh majalah It Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi/konsultan serta akademisi/pakar di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air, TOP Digital Awards bertujuan mendorong inovasi digital dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Tema TOP Digital Awards 2024 yaitu “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.Bertindak selaku dewan juri: Benyamin De Haan, Melani K. Harriman dan Nina K. Hikmawati.
Editor: Teguh IS.
.














