Penulis: Busthomi
PT Surveyor Indonesia (PTSI) sebagai perusahaan pelat merah merupakan perusahaan assurance yang memberikan jasa dalam bidang testing, inspection, dan certification (TIC). Dengan empat sektor bisnis utama yang digelutinya yakni Penguatan Institusi dan Kelembagaan, Mineral dan Batubara, Infrastruktur, serta Migas dan Sistem Pembangkit.
Dalam menjalankan bisnisnya, PTSI senantiasa melakukan digitalisasi. Bahkan saking masifnya proses tersebut, pihaknya berani menyebut transformasi digital di PTSI sebaga transformasi gaspol. Lantaran banyaknya solusi bisnis dan aplikasi yang sudah dikembangkan oleh perusahaan baik untuk kalangan internal maupun untuk mitranya.
Demikian seperti dijelaskan oleh M. Chairuddin selaku VP Teknologi Informasi PT Surveyor Indonesia yang didampingi oleh jajaran tim PTSI lainnya, seperti Pomo Ardani, Andriy Hermawan, Dita Erisa Putri, dan lain-lain ketika mengikuti proses penjurian TOP Digital Awards 2022 secara virtual, beberapa waktu lalu.
Di awal presentasi, Chairuddin menyebut digitalisasi sudah jelas disebutkan dalam visi-misi perusahaan yakni misi ketiga. Adapun Visi PTS adalah, ‘Menjadi Perusahaan Independent Assurance Nasional yang diakui Dunia dalam memberikan solusi menyeluruh kepada pelanggan.’ Dengan Misi (misi ketiga) ‘Menyediakan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi nasional dan atau internasional dan teknologi terkini untuk memenuhi tuntutan pasar.’
Hal tersebut juga dikuatkan lagi dalam IT Master Plan PTSI yang sudah dikembangkannya sejak tahun 2017 lalu. Pihaknya membagi tiga fase IT Master Plan ini yakni, IT Master Plan 2017-2021, berupa penyelarasan kebutuhan teknologi informasi sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan sasaran bisnis sesuai dengan Rencana Strategis Jangka Panjang Perusahaan 2016-2020.
IT Strategic Planning 2019-2024, yakni penyelarasan kebutuhan teknologi informasi sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan sasaran bisnis sesuai masa transisi penyusunan Rencana Strategis Jangka Panjang Perusahaan dan adopsi teknologi Industry 4.0.
Dan fase ketiga, IT Master Plan 2022-2025, dengan penyelarasan kebutuhan teknologi informasi sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan sasaran bisnis sesuai masa transisi penyusunan Rencana Strategis Jangka Panjang Perusahaan, RJPP Holding Jasa Survey, IT Masterplan Holding Jasa Survey dan adopsi teknologi Industry 4.0.
“IT Master Plan PT. Surveyor Indonesia ini disusun sesuai Permen BUMN No 02 tahun 2013 dan Permen No 03 tahun 2018 sebagai pengganti Permen BUMN No 02 itu,” jelas Chairuddin.
“Selain itu, kualitas digitalisasi kami juga terlihat dari tingkat maturity level IT atau Cobit 4.1 di PTSI yang terus membaik. Pada 2020 di level 2,3, di 2021 di level 2,8 dan tahun 2023 nanti ditargetkan di atas 3. Hasil tahun ini belum keluar. Namun untuk hasil Cyber Security Maturity yang dilakukan BSSN di 2022 ini berada di angka 3,43. Tak hanya itu kami sudah menerapkan ISO 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi sejak 2018 lalu,” beber dia.
Kualitas Transformasi Gaspol juga terbukti dengan adanya implementasi digital culture di perusahaan, yakni berupa pembentukan Tim Transformasi perusahaan dan Unit Transformasi (STO), lalu launching SYNC (Surveyor Indonesia Net Culture), melakukan assessment Making Digital Talent, juga adanya Digital Tallent Kemen-BUMN, serta terakhir menggelar Transformation Talk Series setiap Jumat.
Lahirkan Sederet Aplikasi
PTSI sendiri dalam Transformasi Gaspol ini ternyata telah banyak melahirkan aplikasi dan solusi bisnis yang telah berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Kondisi ini menjadi fakta keseriusian dalam melakukan transformasi digital tersebut.
Beberapa aplikasi yang sudah dikembangkan adalah, VPN Tunneling. Aplikasi dengan fitur VPN Shopos ini berupa integrasi jaringan yang secure dan lebih efisien dari sisi penghilangan biaya MPLS. Beberapa manfaatnya aplikasi ini aman, untuk mengakses data-data kantor saat sedang bekerja di luar kantor; saat berkirim pesan yang sifatnya membutuhkan privacy; untuk menyamarkan lokasi akses sehingga dapat mengakses konten yang geo-restricted.
“Selain itu aplikasi ini juga lebih aman saat sedang menggunakan jejaring wifi atau intrnet di tempat umum seperti cafe, hotel, dan lainnya. Juga bisa untuk mencegah bandwidth throtting saat sedang sharing file maupun streaming,” jelas dia.
“Implementasi VPN Tunneling ini sangat besar manfaatnya untuk networking perusahaan, karena adanya efisiensi sebesar Rp1 miliar dalam setiap tahunnya,” tandasnya.
Aplikasi selanjutnya ada SI-TMS yakni SI Talent Management System yakni kombinasi pengembangan HCIS yang lebih menonjolkan HC Analytic. Dengan fitur Employee Self Service, aplikasi ini bermanfaat untuk interaksi personil dengan personil lain dalam proses bisnis.
Lalu ada aplikasi Program Biodiesel BPDP –B30. Ini aplikasi program penyaluran B30 secara nasional dengan fitur dashboard analytic. Bagi PTSI, aplikasi sangat bermanfaat tak hanya bagi perusahaan tapi juga pihak lain. Karena aplikasi ini meningkatkan kinerja monitoring pelaksanaan kegiatan lapangan dan hasil pekerjaan yang dipantau oleh beberapa stakeholder baik oleh kementerian teknis maupun Badan Usaha.
Ada juga aplikasi Cargo Monitoring yang diterapkan PT Pertamina (Persero). Ini untuk monitoring cargo bahan bakar minyak (BBM) Pertamina di seluruh mata rantai Pertamina. Dengan fitur unggulannya adalah monitoring di titik Supply Chain (R1,R2,R3, R4). Dan bisa memantau deliver pekerjaan secara riil time.
“Aplikasi Sistem Cargo Monitoring ini sangat besar manfaatnya, karena membantu PT. Pertamina dalam menekan oil losses dalam semua mata rantai distribusi Supply Chain,” katanya.
Selanjutnya ada Integrated Sustainability Indonesia Movement (ISIM). Aplikasi ini juga sebagai gerakan inisiatif untuk meningkatkan nilai keberlanjutan terutama pada SDG’s dan ESG dengan integrasi dan kolaborasi multi stakeholders di Indonesia. Dan tentu saja aplikasi-aplikasi lainnya yang masih banyak jumlahnya dan telah dikembangkan PTSI dalam beberapa tahun ini.
“Dari beberapa aplikasi itu, implementasi VPN Tunneling dirasa sangat membanggakan dan patut direkomendasikan ke perusahaan lin. Karena dengan implementasi ini maka dapat dilakukan penghematan terhadap biaya komunikasi jaringan 30-60%, secara kualitas bandwidth lebih baik di sisi cabang, peningkatan sekuritas data (lebih terenkapsulasi dan terenkripsi),” pungkas dia.














