Bila menyebut perusahaan lokal yang bergerak di layanan cyber security, PT Xynexis International nampaknya bakal ada di urutan terdepan. Kiprahnya yang panjang, di mana sudah establish sejak tahun 2003 bisa menjadi alasannya.
Bicara Xynexis, seiring perjalanan waktu secara bisnis perusahaan ini bukan hanya berkutat di cyber security, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai perusahaan information assurance. Ini sebagaimana diungkap Eva Noor, CEO PT Xynexis International saat sesi penjurian Top Digital Awards 2023 yang digelar secara virtual, Jumat (20/10/2023). Eva menilai information assurance jauh lebih luas ketimbang cyber security.
”Karena kalau kita berbicara information assurance, semua aspek mengenai keamanan dari sisi data, digital, informasi, itu akan mencakup semua. Jadi, itulah memang DNA-nya dari Xynexis Group,” jelasnya.
Dengan visi menjadi perusahaan cyber security lokal yang dominan di Indonesia, Eva berharap Xynexis menjadi pemain utama yang dominan di Tanah Air.
Untuk bisa menjadi pemain yang dominan, tentu sebuah perusahaan harus memiliki keunggulan yang bisa menjadi alasan bagi customer untuk memilih layanannya. Pun demikian dengan Xynexis, setidaknya ada empat keunggulan yang dimiliki sehingga orang atau industri memilih layanannya.
“Nomor satu itu adalah Expertise In Cyber Security, karena kita dari 2003, hampir 20 tahun betul-betul memang mendalami di sini, DNA kita juga di cyber security dan itulah yang kita kerjakan. Jadi, selain kita punya kelebihan atau expertise di sini, tapi kita punya talent-talent yang memang mumpuni di sini (cyber security),” ungkap Eva.
Lalu yang kedua, Xynexis tidak hanya memiliki pengalaman di satu industri saja, melainkan di berbagai industri. ”Dan ini penting sekali, kenapa? Karena setiap industri itu punya tantangan, punya masalah yang berbeda-beda. Di sini kita bisa lihat mulai dari industri perbankan atau financial yang memang banyak sekali atau sudah aware terhadap cyber security, sampai juga ke perusahaan telekom dan pemerintahan. Dan kita tidak hanya punya satu expertise tapi kita di berbagai industri kita punya expertise-nya,” kata Eva.
Adapun keunggulan yang ketiga adalah kuatnya hubungan Xynexis dengan pemerintahan, private sector, dan komunitas.
”Ini penting sekali, kenapa? Karena satu perusahaan itu bagus kalau mereka tahu sebetulnya apa regulasi-regulasi terbaru atau operator-operator terbaru itu penting kita harus tahu. Nah, banyak tim dari kita (juga) jadi advisor, baik itu (di) OJK, Kominfo, BSSN, ataupun POLRI dan KPK. Jadi, kita cukup kuat di government dan juga private sector. (Di) private sector itu kita cukup dekat dengan industri financial dan industry telko,” ujar Eva.
Pun dengan pihak komunitas, Eva menegaskan bahwa Xynexis juga memiliki kedekatan dengan banyak komunitas. “Komunitas itu tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi komunitas juga banyak di daerah-daerah,” ujarnya.
Keunggulan atau core advantage Xynexis yang keempat adalah cepatnya perusahaan dalam mengadopsi framework Governance, Risk, and Compliance (GRC). Bahkan, Xynexis disebut termasuk perusahaan yang selalu terdepan atau pertama dalam melakukannya.
“Sebagai contoh, kalau sekarang ISO 27001 itu kan menjadi sesuatu yang hype. Orang harus (sertifikasi) ISO 27001, tapi Xynexis itu sudah berbicara framework ini sejak BS7799. Jadi sebelum ISO itu adalah British Standard. Jadi kita sudah berbicara BS7799 di tahun 2005. Nah, 2006 Xynexis itu adalah yang pertama punya ISO 27001, tapi pada waktu itu masih BS7799. Itu yang pertama. Terus kemudian tahun 2007, BS7799 ini berubah menjadi ISO 27001, dan kita yang pertama mendapatkannya, kemudian kita bantu Bank Indonesia untuk mendapatkannya juga, kemudian kita bantu Kementerian Keuangan dan seterusnya. Jadi kita yang pertama,” ungkapnya.
Tidak hanya ISO 27001, Xynexis juga menjadi perusahaan cyber security pertama yang mengadopsi standar PCI-DSS. “Kalau yang tahu, payment itu harus punya standar framework yang harus dilakukan itu namanya PCI-DSS. Nah, kita juga yang pertama di Indonesia mengadopsi framework ini. Jadi, banyak sekali framework-framework yang kita adopsi yang memang kita lebih awal dari pemain-pemain lainnya,” tegas Eva.
Sekadar diketahui, sejak berdiri tahun 2003, kemudian pada tahun 2010, Xynexis terus melakukan ekspansi dengan menghadirkan sejumlah layanan seperti NOOSC, SOC pertama di Indonesia, lalu ada HAX, dan IGNITE. Di 2021 Xynexis menghadirkan ExpertiseNow dan 2022 me-launching Privacy Practise, kemudian di tahun 2023 perusahaan memiliki Lab untuk blockchain, cyber security, AI, dan quantum computing.














