Jakarta, ItWorks- Pebisnis rintisan atau startup Indonesia, kian banyak yang tertarik mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Selain untuk meningkatkan performa sistem manajemen, teknologi ini juga banyak diimplementasikan untuk meningkatkan proses kerja, produktivitas, dan daya saing bisnis.
Demikian salah satu benang merah dari acara “GDP Venture Power Lunch yang mengangkat topik ”Maximizing Business Growth with an Effective Crowd-Sourcing Model” yang berlangsung (6/06/2024), XXI Lounge, Plaza Senayan Jakarta. Acara bincang dan diskusi ini menghadirkan tiga pembicara dari portofolio GDP Venture yang telah sukses mengimplementasikan model crowd-sourcing dalam operasional bisnis mereka yang di antaranya mengandalkan keunggulan teknologi digital. Ketiganya yakni Ardyanto Alam- CEO dari Garasi.id, David Soong- CEO SweetEscape, dan Dimas Harry-CEO Dekoruma.
Ketiganya sepakat bahwa untuk menerapkan crowdsourcing secara efektif, perusahaan harus menerapkan standar operasional yang jelas untuk mendapatkan kualitas yang sama dari partner kerja serta meminimalisasi resiko akan ketidakpuasan pelanggan. Hal ini tentu juga diseusaikan dengan spesifikasi dan karakteristik bidang bisnis yang bersangkutan yang tentunya juga membutuhkjan kejeloian dalam membuat dan menetukan standar atau SOP. Guna menunjang hal ini, implementasi atau pemanfaatan sistem aplikasi teknologi informasi, seperti AI sangat penting untuk optimalisasi kinerja, standar layanan, hingga efisiensi.
“Kami di Garasi.id bekerjasama dengan bengkel-bengkel pilihan untuk memastikan layanan yang diberikan kepada pelanggan kami mempunyai kualitas yang sama. Kami menerapkan standar operasional yang jelas dan bisa diadopsi dengan standar operasional yang telah ada di bengkel tersebut. Dalam hal ini kami juga memanfaatkan sistem aplikasi teknologi informasi di internal manajemen, termasuk AI. Tentunya supaya standar operasional kami bisa diterima dengan baik, dengan kualitas yang memenuhi standar,” ujar Ardyanto Alam, CEO dari Garasi.id.
Garasi.id bergerak di bidang vertical e-commerce khusus otomotif. Saat ini Garasi.id mempunyai produk Warranty, Jasa Inspeksi, Jasa Servis dan Asisten Darurat, dimana mereka menawarkan berbagai layanan untuk garansi mobil bekas yang mencakup komponen mesin dan transmisi selama satu tahun, dengan batas usia mobil 14 tahun dan klaim maksimal Rp20 juta per tahun. Mereka juga menyediakan jasa inspeksi untuk pemeriksaan kendaraan atau mobil bekas yang akan dibeli. Layanan servis mobil di rumah atau di bengkel mitra yang mencakup servis berkala, perawatan eksterior dan interior, serta perawatan AC.
Menurut CEO Garasi,id Ardyanto Alam, perusahaan memanfaatkan AI basis data dari banyak source di lapangan, khususnya dalam perbaikan mobil untuk menganalisis data sekaligus memprediksi klaim yang mungkin akan diambil oleh pelanggan. “Kita punya lini bisnis mulai dari jasa servis, inspeksi mobil, garansi mobil, dan asisten darurat. Dengan AI, pekerjaan seperti inspeksi bisa lebhi mudah dan cepat dengan hasil yang akurat,” ujarnya.
Adapun SweetEscape merupakan jaringan layanan fotografi yang menghubungkan fotografer lokal dan global yang terus berkembang, di mana saat ini sudah di lebih dari 500 kota di berbagai negara yang memiliki berbagai destinasi liburan tersohor. Adapun Dekoruma merupakan perusahaan startup berbasis teknologi yang menciptakan efisiensi dalam industri rumah dan interior melalui platform terintegrasi secara vertical-menghubungkan home & living players supaya dapat menciptakan efisiensi yang memungkinkan customer untuk membeli, merenovasi dan menghias rumah impian lebih cepat dengan harga transparan. Sedangkan garasi.id merupakan sistem aplikasi layanan bidang otomotif yang mengintegrasikan para mekanik dan bengkel terpercaya untuk layanan jasa perawatan mobil secara online yang kini telah berkembang pesat.
CEO SweetEscape David Soong mengatakan, perusahaan memanfaatkan teknologi AI, di antaranya untuk membantu para fotografer dan bagian produksi melakukan editing foto dan nuansa panorama yang diinginkan agar lebih menarik sesuai yang diinginkan pelanggan. Teknologi AI juga bisa untuk membantu untukm personalize obyek, seperti menyesuaikan warna kulit dengan cahaya dan ras individu yang diinginkan. Dalam kaiotan kini, Startup yang menghubungkan pelanggan dengan ribuan fotografer di lebih dari 500 kota di dunia ini, juga membangun platform tersendiri berbasis AI.
Sementara itu, CEO Dekoruma Dimas Harry mengatakan, perusahaan memanfaatkan teknologi AI, di antaranya untuk sistem manajemen dan juga membantu para desainer interior maupun arsitek untuk membuat visualisasi gambaran kepada pelanggan. “Dengan bantuan AI, desainer interior dan arsitek bisa mengerjakan pekerja lebih cepat dan hasil desain menarik secara optimal. Penggunaan AI, bertujuan mempermudah pekerjaan desainer interior dan arsitek,” ujarnya. (AC)














