iTech, Jakarta – Untuk mempermudah pengelolaan penggunaan bahan bakar di perusahaan, Shell meluncurkan kartu pengisian bahan bakar pasca-bayar, Shell Fleet Card. Saat digunakan, data transaksi yang dilakukan dengan kartu ber-chip ini akan langsung terhubung secara online ke website Shell Fleet Card. Sehingga, pengemudi tak perlu memusingkan tanda terima untuk pembelian bahan bakar yang rentan hilang dan rusak. Hal ini juga menghindarkan mereka dari tuduhan penyelewengan.
Bagi perusahaan, solusi ini juga akan memudahkan pengawasan penggunaan bahan bakar oleh karyawan mereka. Dengan transaksi yang langsung tercatat secara digital akan memudahkan manajer armada untuk mengawasi penggunaan. Transaksi digital ini juga mengurangi waktu mereka untuk mengurus masalah administrasi berupa pencatatan transaksi secara manual. Sehingga, faktor kelalaian manusia dalam pelaporan penggunaan bahan bakar bisa dikurangi.
Sementara bagi Direktur Keuangan, pengawasan penggunaan bahan bakar yang lebih baik bisa membantu membuat estimasi dan kontrol budget yang lebih baik. Sebab, kartu bisa diatur penggunaannya. Apakah ada batas nominal transaksi setiap harinya, jumlah liter, frekuensi, dan bahkan lokasi transaksi. Dari segi keamanan, Shell Fleet Card juga dilengkapi dengan dengan pemberitahuan jika terjadi transaksi diluar dari biasanya. Untuk menghindari penyalahgunaan kartu, pengguna mesti melakukan validasi menggunakan PIN saat transaksi.
Wahyu Indrawanto, Direktur Retail PT Shell Indonesia mengatakan bahwa dengan Shell Fleet Card di Indonesia, Shell juga turut andil dalam kampanye “Cashless Society”. Kedepan, Shell Fleet Card tidak hanya bisa digunakan untuk membayar bahan bakar, tetapi juga bisa digunakan untuk produk Shell lainnya seperti Shell Lubricants, Shell Select, dan Deli2Go. Ornuthai Chiangmai, General Manager untuk Fleet Card di Shell Oil and Gas Asia mengatakan bahwa solusi ini sudah digunakan oleh 1,65 miliar konsumen di 34 negara.













