ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat AI Enterprise Jembatani Infrastruktur hingga Agen AI dalam Satu Platform Terpadu

Fauzi
4 March 2026 | 13:59
rubrik: Business Solution
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan penyedia solusi open source papan atas, Red Hat, baru-baru ini mengumumkan peluncuran Red Hat AI Enterprise, sebuah platform AI terintegrasi untuk menjalankan dan mengelola model, agen, serta aplikasi AI di lingkungan hybrid cloud.

Solusi tersebut melengkapi portofolio Red Hat AI, yang mencakup Red Hat AI Inference Server, Red Hat OpenShift AI dan Red Hat Enterprise Linux AI. Bersamaan dengan itu, Red Hat juga memperkenalkan Red Hat AI 3.3, yang menghadirkan berbagai pembaruan dan peningkatan signifikan di seluruh portofolio AI perusahaan. Secara keseluruhan, rangkaian solusi ini menghadirkan stack AI yang komprehensif, dari “metal-to-agent”, mengintegrasikan infrastruktur Linux dan Kubernetes di level dasar dengan kemampuan inference dan agentic tingkat lanjut, guna membantu organisasi beralih dari fase eksperimen AI yang terfragmentasi, menuju fase operasional AI yang terkelola dan otonom.

Joe Fernandes, vice president and general manager, AI Business Unit, Red Hat, mengatakan “Untuk memberikan nilai bisnis yang nyata, AI harus dioperasionalkan sebagai komponen inti pada software stack di enterprise, bukan sebagai sistem yang terisolasi. Red Hat AI Enterprise dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara infrastruktur dan inovasi melalui platform terpadu yang mencakup infrastruktur fisik (metal) hingga agen AI.”

“Dengan mengintegrasikan kemampuan tuning dan agentic dengan fondasi terkemuka di industri, yaitu Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat OpenShift, kami menyediakan stack yang lengkap, mulai dari hardware terakselerasi GPU hingga model dan agen yang mendorong business logic. Selain itu, dengan Red Hat AI 3.3 organisasi bisa bergerak maju dari fase uji coba yang terfragmentasi ke fase operasional AI yang terkelola, repeatable, dan berperforma tinggi di lingkungan hybrid cloud,” sambungnya.

BACA JUGA:  Huawei Band 11 Series, Smartband Rasa Smartwatch Segera Hadir di Indonesia

Lanskap AI enterprise saat ini sedang berkembang pesat, bergeser dari sekadar chat interfaces yang sederhana menuju alur kerja agentic yang high-density dan otonom, yang membutuhkan integrasi mendalam di seluruh lapisan teknologi. Namun, banyak organisasi masih terjebak di ‘fase percobaan’ karena penggunaan tools yang terpisah-pisah (terfragmentasi) dan infrastruktur yang tidak konsisten.

Red Hat AI Enterprise hadir untuk mengatasi tantangan ini dengan menggabungkan siklus hidup model dan aplikasi AI, sehingga tim IT dapat mengelola AI sebagai sistem enterprise yang sudah terstandarisasi alih-alih sebagai proyek eksperimental yang berdiri sendiri. Hasilnya, delivery AI menjadi lebih andal dan repeatable sebagaimana software enterprise pada umumnya.

Red Hat AI Enterprise: Fondasi untuk AI yang siap produksi
Red Hat AI Enterprise menghadirkan berbagai kemampuan inti, termasuk AI inference berperforma tinggi, tuning dan kustomisasi model, serta penerapan dan pengelolaan agen, dengan fleksibilitas untuk mendukung berbagai model, berbagai jenis hardware, dan berbagai lingkungan operasional. Didukung oleh Red Hat OpenShift di intinya, yakni platform aplikasi hybrid cloud berbasis Kubernetes terkemuka di industri, Red Hat AI Enterprise menghadirkan skalabilitas yang tinggi dan operasional yang lebih konsisten serta keamanan yang lebih kuat di mana pun, dengan tetap menggunakan tools dan framework yang sudah dikenal. Untuk infrastruktur AI berbasis NVIDIA, NVIDIA dan Red Hat bekerja sama mengembangkan Red Hat AI Factory with NVIDIA, menggabungkan Red Hat AI Enterprise dan NVIDIA AI Enterprise untuk mempercepat dan meningkatkan skala produksi AI untuk enterprise.

Beberapa keunggulan utama Red Hat AI Enterprise antara lain:

  • AI inference yang lebih cepat, lebih hemat biaya, dan skalabel didukung oleh inference engine vLLM dan framework distributed inference llm-d untuk mengoptimalkan penerapan model AI generatif di berbagai lingkungan hardware hybrid.
  • Kemampuan observability dan manajemen lifecycle yang terintegrasi untuk membantu organisasi mendorong tata kelola siklus hidup AI dan mitigasi risiko dengan stack AI yang enterprise-ready, terintegrasi, teruji, dan interoperable.
  • Fleksibilitas di lingkungan hybrid cloud dengan memberdayakan organisasi untuk menjalankan dan mengelola model, agen, dan aplikasi AI secara konsistensi di mana pun bisnis mereka membutuhkannya, didukung oleh platform Red Hat yang tepercaya.
BACA JUGA:  Vero Luncurkan TrueVibe, Metode Berbasis Data untuk Hubungkan Brand dan Influencer

Perluas fleksibilitas strategis dan efisiensi full-stack dengan Red Hat AI 3.3

Strategi Red Hat berfokus untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan akan stabilitas yang penting dan inovasi melalui satu platform terpadu. Software versi terbaru ini memperluas pilihan model, meningkatkan optimasi full-stack untuk silicon generasi berikutnya, serta memperkuat konsistensi operasional untuk model terbaru.

Beberapa fitur dan peningkatan baru di antaranya:

  • Ekosistem model yang lebih luas, termasuk versi terkompresi Mistral-Large-3, Nemotron-Nano dan Apertus-8B-Instruct yang telah divalidasi dan siap produksi dan tersedia melalui OpenShift AI Catalog. Selain itu, versi baru ini juga mendukung penerapan model-model mutakhir seperti Ministral 3 dan DeepSeek-V3.2 dengan teknik sparse attention (teknik yang memungkinkan model fokus hanya pada bagian informasi yang paling relevan, bukan pada seluruh data), sekaligus menghadirkan berbagai peningkatan multimodal, termasuk peningkatan kecepatan Whisper hingga 3 kali lipat, dukungan geospatial, peningkatan teknik speculative decoding EAGLE, serta kemampuan tool calling yang lebih canggih untuk mendukung alur kerja agentic.
  • Akses mandiri ke model AI dengan pratinjau teknologi Models-as-a-Service (MaaS). Tim IT bisa menyediakan akses layanan mandiri ke model yang di-host secara privat melalui API gateway. Pendekatan tersentralisasi ini memastikan bahwa AI tersedia secara on-demand bagi pengguna internal, yang menumbuhkan fondasi AI siap pakai yang mendukung pengadopsian AI privat dan skalabel dalam perusahaan.
  • Dukungan hardware yang ditingkatkan, termasuk pratinjau teknologi yang mampu menjalankan AI generatif di CPU, dimulai dengan CPU Intel untuk inferensi small language model (SLM) dengan biaya yang lebih efisien. Selain itu, platform tersebut juga sudah mendukung sertifikasi hardware untuk NVIDIA’s Blackwell Ultra dan dukungan untuk akselerator AMD MI325X.
  • Siklus hidup data-to-model yang terintegrasi dan aman, melalui Red Hat AI Python Index baru. Repository tepercaya ini menghadirkan tools kelas enterprise, meliputi Docling, SDG Hub, dan Training Hub, memungkinkan tim untuk beralih dari fase eksperimen yang terpisah-pisah ke pipeline produksi yang fokus pada keamanan dan repeatable.
  • Kemampuan observability dan keamanan AI yang komprehensif dengan memberikan visibilitas yang lebih besar kepada kesehatan, performa, dan perilaku model. Hal ini menyediakan telemetri real-time di seluruh beban kerja AI, penerapan llm-d, serta penggunaan klaster Models-as-a-Service (MaaS), dan terintegrasi dengan pratinjau teknologi NeMo Guardrails, memungkinkan pengembang untuk mengamankan operasional dan penyelarasan dalam seluruh interaksi AI.
  • Menyediakan akses on-demand ke sumber daya GPU dengan memberdayakan organisasi menjalankan kapabilitas GPU-as-a-Service internal mereka sendiri melalui pengelolaan cerdas dan pooling akses hardware dengan checkpointing otomatis untuk menghemat biaya training yang panjang, mencegah hilangnya pekerjaan, dan mempertahankan biaya komputasi yang lebih terprediksi, bahkan dalam lingkungan yang sangat dinamis atau preemptible (lingkungan dengan resource komputasi yang bisa digunakan sementara tapi bisa dihentikan kapan saja oleh cloud provider).
BACA JUGA:  Survei: Di Saat Sedih, Lebih dari 30% Pengguna di Indonesia Memilih Berinteraksi dengan AI
Tags: AIRed HatRed Hat AI Enterprise
Previous Post

Didukung Cisco, Indosat Luncurkan Security Command Center

Next Post

Teken MoU, Telkomgroup dan AALTO Siap Kembangkan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AWS Buka Region Indonesia untuk Dorong Percepatan Transformasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Patra Jasa Bangun Rumah Sakit Untuk Covid-19 Dengan Teknologi Modular-System

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sstt, Ini Daftar Top 10 Startup 2023 di Indonesia Versi Linkedin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menuai Listrik Dari Angin, PLTB Memberikan Energi Terbarukan untuk Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

pabrik-miliarder-2025-perusahaan-cetak-kekayaan-triliunan

Pabrik Miliarder 2025 Terungkap! 8 Perusahaan Ini Cetak Kekayaan Triliunan dalam Sekejap

Teguh Imam Suyudi
27 December 2025 | 17:00

Reli pasar saham Amerika Serikat yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa melahirkan fenomena baru di dunia bisnis global. Sejumlah perusahaan...

ashjari-cto-nutanix-apj

Cari Tahu Rahasia Sukses: Daryush Ashjari Jabat CTO Nutanix APJ!

Teguh Imam Suyudi
9 December 2025 | 17:00

Pada November 2024, Nutanix (NASDAQ: NTNX) mengumumkan ekspansi peran strategis Daryush Ashjari untuk memegang jabatan Chief Technology Officer (CTO) untuk kawasan Asia Pasifik...

EXPERT

BSSN dan Kemenhub Perkuat Implementasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital Sektor Transportasi

BSSN dan Kemenhub Perkuat Implementasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital Sektor Transportasi

Ahmad Churi
6 March 2026 | 15:01

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Forum Koordinasi Implementasi Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV)...

Jadi Kebutuhan, Perusahaan Mulai Hitung Dampak Bisnis dari Adopsi AI

Data Sebagai Elemen Penting untuk Menuai Manfaat AI

Fauzi
25 February 2026 | 10:41

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia Perusahaan kini sedang bergerak melampaui fase eksperimen menuju fase adopsi penuh agen AI...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto