ItWorks.id- Penguatan infrastruktur alat bongkar muat terus dilakukan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja layanan guna mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penambahan satu unit alat bongkar muat Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax yang tiba di Pelabuhan Panjang menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 asal China.
Pengelola terminal petikemas di Pelabuhan Panjang, Lampung, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan produktivitas layanan bongkar muat di tengah lonjakan arus logistik wilayah Sumatera Bagian Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penambahan satu unit Quay Container Crane (QCC) berjenis Post Panamax di IPC Terminal Petikemas Area Panjang.
Crane baru yang tiba menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 asal China itu menjadi bagian dari program investasi infrastruktur bongkar muat guna memperbesar kapasitas layanan terminal sekaligus mempercepat arus petikemas di pelabuhan. Dengan tambahan alat tersebut, IPC TPK Area Panjang kini memiliki total empat unit QCC yang siap mendukung optimalisasi layanan kapal dan petikemas. Langkah ini diambil menyusul pertumbuhan arus petikemas yang meningkat signifikan sepanjang tahun lalu.
Manager IPC TPK Area Panjang, Anang Subagyono mengatakan, penambahan QCC Post Panamax merupakan strategi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas terminal sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan sebagai gerbang logistik utama di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.
“Penambahan QCC Post Panamax ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan dan produktivitas terminal. Kami ingin memastikan IPC TPK Panjang mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa seiring meningkatnya aktivitas logistik dan arus petikemas di wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujar Anang melalui rilis pers, baru-baru.
Disebutkan, sepanjang tahun 2025, arus petikemas di IPC TPK Panjang tercatat mencapai 128.675 TEUs atau tumbuh sekitar 24 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 103.700 TEUs. Peningkatan trafik tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang melalui pelabuhan tersebut.
Secara teknis, QCC Post Panamax yang baru memiliki outreach sepanjang 45 meter dengan kemampuan menjangkau 16 hingga 17 baris petikemas. Spesifikasi ini memungkinkan terminal melayani kapal berkapasitas besar secara lebih cepat dan efisien sehingga diharapkan mampu menekan waktu sandar kapal maupun dwelling time bongkar muat.
Setelah sandar di Pelabuhan Panjang, crane akan menjalani proses rolling-off menuju dermaga terminal sebelum memasuki tahapan instalasi sistem, commissioning test, hingga integrasi dengan Terminal Operating System (TOS).
Anang menegaskan, investasi alat bongkar muat modern tersebut tidak hanya ditujukan untuk menopang peningkatan operasional terminal saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.“Kedatangan unit QCC Post Panamax ini menandai babak baru modernisasi di Pelabuhan Panjang. Infrastruktur yang kami miliki diharapkan mampu menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kelancaran arus logistik nasional di wilayah Lampung dan sekitarnya,” punkasnya.














