Jakarta, Itech- Kementerian Ristekdikti berhasil melakukan seleksi calon pemenang Anugerah Karya Iptek dan Inovasi Nasional 2017, untuk kategori Widya Kridha dan sebelumnya kategori Budhipraja.Seleksi calon pemenang Anugerah Iptek 2017, kategori Widya Kridha diikuti lima besar calon, yaitu Bandung Techno Park, Lembaga Swa Bina Prakarsa, Pro Indonesia, Teknopreneur Kitin Kitosan Indonesia, dan Visio Incubator.
Anugerah Iptek 2017, kategori Widya Kridha ini diberikan kepada lembaga atas prestasinya untuk mengapresiasi lembaga yang telah mendorong dan mendukung dalam pembangunan budaya inovasi di masyarakat.
Sebelumnya, disampaikan oleh Dirjen Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, Jumain Appe, bahwa pemberian Anugerah Iptek 2017 ini adalah dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang akan dipusatkan di Kota Makassar 10 Agustus 2017 mendatang dengan tema Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan.
Tujuan penyelenggaraan penganugerahan Karya Iptek dan Inovasi Nasional tahun 2017, antara lain mendorong peningkatan kemampuan Iptek yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.
Termasuk juga, untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset iptek dalam penciptaan nilai tambah secara komersial, ekonomi dan sosial budaya secara berkelanjutan, serta memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerja sama antar unsur inovasi
Sementara itu, Dodi S. Riyadi, Asisten Deputi Penataan Ruang dan Kawasan Strategis Ekonomi, Kemenko Bidang Perekonomian, yang juga sebagai salah satu Tim Juri, mengatakan bahwa beberapa daerah sudah punya komitmen terhadap sistem inovasi, terutama dalam rangka pengembangan Research and Development (R&D). Hal ini untuk menilai sampai sejauh mana pemerintah kabupaten/kota telah menerapkan penggunaan Information and Communication Technology (ICT), misalnya setiap jalan dipasang beberapa CCTV yang terkait dengan Smart City.
Dodi juga menjelaskan, jika berbicara tentang inovasi dan teknologi yang arahanya ke Smart City, atau Smart Region (di kabupaten). Beberapa kota menurutnya sudah bisa dijadikan acuan, misalnya DKI Jakarta menggunakan aplikasi Qlue, sehingga jika ada keluhan masyarakat bisa disampaikan melalui aplikasi Qlue ini. Kemudian di Bandung sudah menerapkan Command Center atau pusat komando, bisa untuk melihat situasi kota Bandung secara keseluruhan sampai ke pelosok melalui CCTV. (red/ju)













