ItWorks.id- Manajemen IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Pemerintah Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Integrated Planning & Control Room, Tanjung Priok, Jakarta pada (30/07). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diimplementasikan oleh IPC TPK.
Pemanfaatan teknologi digital kian berperan besar terus menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja operasional pelabuhan. Transformasi digital tersebut ditunjukkan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melalui penerapan sistem layanan bongkar muat berbasis digital yang menarik perhatian delegasi Pemerintah Madagaskar saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Kunjungan yang didampingi tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan RI itu berlangsung di ruang Integrated Planning & Control Room IPC TPK. Delegasi Madagaskar meninjau langsung sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diterapkan untuk mendukung percepatan layanan logistik.
Pelaksana Tugas Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan implementasi Integrated Planning & Control Room menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memodernisasi layanan bongkar muat secara real time dan lebih efisien.”Melalui sistem ini, proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal maupun peti kemas dapat dilakukan secara terpusat sehingga meningkatkan efektivitas operasional pelabuhan,” kata Yanuar dalam keterangannya, dilansir dalam sairan pers (3/8/2026).
Di pusat kendali tersebut, seluruh aktivitas pelayanan kapal dan peti kemas divisualisasikan secara digital, mulai dari layanan maritim, terminal peti kemas, terminal multipurpose, hingga pengaturan lalu lintas dan keselamatan pelabuhan. Integrasi sistem digital IPC TPK dengan ekosistem LNSW dinilai mampu mempercepat arus logistik nasional. Sinergi tersebut terbukti membantu memangkas dwelling time sekaligus meningkatkan transparansi pergerakan barang di terminal.
Transformasi digital yang dilakukan IPC TPK mendapat perhatian besar dari delegasi Madagaskar yang saat ini tengah mendorong reformasi tata kelola pelabuhan dan digitalisasi perdagangan internasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain menjadi sarana berbagi pengalaman dalam pengelolaan pelabuhan modern, kunjungan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan maritim antara Indonesia dan Madagaskar, khususnya dalam pengembangan sistem logistik berbasis teknologi digital.”Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim kedua negara,” ujar Yanuar.
Kunjungan itu turut dihadiri jajaran direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2, serta manajemen IPC TPK. Melalui fasilitasi LNSW, transfer pengetahuan mengenai pengelolaan sistem single window dan operasional terminal peti kemas diharapkan mampu mendukung penguatan konektivitas dan potensi ekonomi di kawasan Samudra Hindia. “Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim kedua negara,” tutup Yanuar.














