ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Melalui Penerapan GRC, IPC TPK Perkuat Transparansi dan Cegah Praktik Korupsi

Ahmad Churi
28 August 2026 | 16:30
rubrik: Event
Melalui Penerapan GRC, IPC TPK Perkuat Transparansi dan Cegah Praktik Korupsi
Share on FacebookShare on Twitter

 ItWorks.id- Di tengah perubahan ekonomi, bisnis dan industri yang kian dinamis, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus melakukan berbagai strategi inovasi dan adaptasi, salah satunya melalui penguatan penerapan GRC (Governance-tata kelola, Risk Management -manajemen risiko dan Compliance-kepatuhan) terintegrasi. Penguatan GRC juga menjadi bagian dari semangat transformasi untuk transparansi layanan, daya saing dan juga mencegah terjadinya penyimpangan, termasuk praktik korupsi.

Penerapan GRC menjadi pendekatan strategis untuk membantu perusahaan menyelaraskan dinamika lingkungan operasional yang terus berkembang, kepatuhan terhadap regulasi, serta etika dan standar yang berlaku. Perusahaan menerapkan GRC terintegrasi dengan menyelaraskan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan hukum (regulasi). Penerapan GRC di IPC TPK juga untuk membangun kepercayaan, daya saing bisnis, menjaga kelancaran operasional, mencegah terjadinya fraud (kecurangan), sekaligus meningkatkan daya saing  di sektor logistik.

Demikian beberapa poin penting yang terungkap dalam sesi wawancara penjurian “TOP GRC Awards 2026” dari PT IPC TPK yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang dihelat Majalah TopBusiness pada (26/08/2026). TOP GRC Awards merupakan kegiatan corporate rating (penilaian) dan juga  penghargaan tahunan GRC yang tertinggi dan terbesar di Indonesia, serta mengedepankan aspek pembelajaran bersama tentang tata kelola perusahaan (GCG), risk management, dan compliance management.Kegiatan ini juga  berujuan untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi GRC terintegrasi. Tahun ini mengangkat tema,”Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC.” Tema ini menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus dirancang sejak awal (by design) dan dijalankan sebagai perjalanan transformasi berkelanjutan, dengan dukungan sistem tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang cerdas serta terintegrasi.

Sekretaris Perusahaan PT IPC Terminal Petikemas, Daniel Setiawan dalam paparannya saat penjurian, mengatakan, upaya memperkuat transparansi dan mencegah praktik korupsi menjadi bagian penting dari penerapan Governance, Risk Management and Compliance (GRC) di PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK). Anak perusahaan Pelindo ini memperkuat sistem antisuap, menerapkan whistleblowing system, serta melakukan digitalisasi proses bisnis untuk mengurangi interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

BACA JUGA:  Asbanda Undi Daring Tabungan Simpeda Rp3 Miliar

 “Kami sangat mengedepankan prinsip GCG dalam pengambilan keputusan bagi Direksi dan juga kaitannya dengan pengawasan oleh Komisaris. Setiap pengambilan keputusan menggunakan kaidah-kaidah yang merupakan turunan dari peraturan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan kemudian diturunkan ke dalam peraturan perusahaan,” ujar Daniel kepada Tim juri penilai.

Turut hadir dalam wawancara penjurian ini dari IPC TPK, yakni Irfan F. Mukti dari SPI IPC TPK, serta Riki Putra dari Manajemen Risiko, IPC TPK.  Sedangkan tim juri penilai terdiri Ina Sawitri (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro /Pakem), Prof. DR. Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI), Tettet Fitrijanti (Dosen Universitas Padjadjaran, Anggota KPR Bank), serta DR.Melani K. Harriman(CEO Melani K. Harriman & Associates) sekaligus sebagai moderator.

Menurut Daniel, penerapan GRC di IPC TPK tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Prinsip tata kelola tersebut diterjemahkan ke dalam sistem pengendalian dan proses bisnis, termasuk bagaimana perusahaan mencegah terjadinya penyuapan dan memastikan setiap transaksi maupun layanan dapat dipantau.“GCG ini juga menjadi salah satu rapor kami, rapor pengurus perusahaan. Bagaimana kami mengelola perusahaan sesuai dengan prinsip prudent atau kehati-hatian dan sesuai dengan kewenangan Direksi yang ditentukan oleh peraturan,” kata Daniel.

Pelindo Bersih

Salah satu instrumen yang digunakan IPC TPK adalah Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016. Perusahaan memperoleh sertifikasi tersebut pada 5 Januari 2025 dari The British Standards Institution (BSI) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan United Kingdom Accreditation Service (UKAS). “Terhadap pemenuhan ISO 37001 ini, kami juga mendapatkan masukan bahwa perusahaan harus mengedepankan pelaporan yang terbuka dan terbuka terhadap masukan dari luar. Untuk itu kami memiliki whistleblowing yang dikenal dengan Pelindo Bersih,”ujarnya.

Melalui Pelindo Bersih, perusahaan menyediakan sejumlah kanal pelaporan, antara lain website, telepon, faksimile, WhatsApp, dan email. Sistem tersebut juga terintegrasi dengan portal pelaporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mekanisme ini menjadi salah satu lapisan pengendalian untuk memperkuat independensi dalam penanganan laporan dugaan pelanggaran.“Pengelolaan laporan whistleblowing tidak dikelola perusahaan secara langsung, tetapi mendapatkan layering yang juga terintegrasi dengan sistem portal pelaporan KPK,” ungkap Daniel.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2022: Ini Manfaat Terobosan dan Inovasi KLC dari BPPK Kemenkeu

Selain menyediakan kanal pelaporan, IPC TPK memperkuat budaya integritas melalui pembaruan pemahaman dan komitmen pekerja terhadap kode etik perusahaan. Setiap pekerja diwajibkan memahami kode etik dan menegaskan komitmennya melalui fakta integritas.“Setiap tahun kami melakukan pembaruan terhadap pemahaman dan komitmen pekerja terhadap kode etik perusahaan. Setelah mengikuti tes pemahaman secara online, pekerja kemudian melakukan penandatanganan pakta integritas yang berisi komitmen terhadap pemenuhan kode etik dan governance perusahaan,” kata Daniel.

Transformasi Digital Persempit Penyimpangan

Penguatan transparansi juga dilakukan melalui digitalisasi proses bisnis. IPC TPK mengembangkan Integrated Planning and Control untuk mengintegrasikan perencanaan dan pengendalian layanan terminal petikemas.

Daniel menjelaskan, digitalisasi tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi layanan. Teknologi juga digunakan sebagai instrumen pengendalian untuk mengurangi interaksi manual yang tidak diperlukan.“Kami menggunakan teknologi sebagai fungsi kontrol. Seluruh layanan peti kemas terintegrasi di Integrated Planning and Control, sehingga pelayanan terhadap kapal dan barang dapat dikendalikan melalui sistem dan mengurangi campur tangan langsung di lapangan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut diperkuat dengan berbagai sistem digital, seperti Terminal Operating System, INAPORTNET, Terminal Booking System, Centralized Billing System, Auto Collection, Autogate System, dan sistem pertukaran data elektronik dengan perusahaan pelayaran. Sistem-sistem tersebut mendukung proses layanan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Salah satu penerapan yang berkaitan langsung dengan transparansi transaksi adalah auto collection. Melalui sistem tersebut, pembayaran dilakukan berdasarkan layanan yang diberikan dan diproses secara elektronik. “Tidak ada lagi pembayaran di tempat. Semuanya dilakukan melalui sistem. Kami sudah melakukan auto collection, sehingga pembayaran dilakukan sesuai dengan besaran pekerjaan yang dilakukan. Prinsipnya no service, no pay,” kata Daniel.

Menurutnya, sistem tersebut sekaligus memperkuat pengendalian keuangan perusahaan karena transaksi dapat diproses secara real time.“Dari sisi perusahaan, pembayaran yang dilakukan secara real time juga mengurangi piutang perusahaan. Jadi digitalisasi ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga bagaimana kami menjaga tata kelola dan pengendalian keuangan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pertamina- Otorita IKN Teken MoU Pembanguan Pertamina Sustainable Energy Center

GRC Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis

Penguatan transparansi dan pencegahan korupsi tersebut menjadi bagian dari kerangka GRC yang lebih luas. IPC TPK menerapkan three lines defense dengan melibatkan fungsi manajemen, manajemen risiko, audit internal, komite di bawah Dewan Komisaris, serta auditor eksternal dan regulator.

Perusahaan juga menerapkan risk appetite dengan empat sikap terhadap risiko, yaitu Tidak Toleran, Konservatif, Moderat, dan Strategis, yang menjadi dasar dalam penyusunan strategi, program kerja, dan investasi perusahaan.“Risk appetite menjadi dasar bagi tim manajemen risiko untuk menentukan risiko perusahaan, yang kemudian diturunkan ke dalam program-program kerja dan juga investasi perusahaan. Jadi keputusan bisnis tidak hanya melihat peluang, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul,” jelas Daniel.

Bagi IPC TPK, penguatan GRC juga tidak terlepas dari karakteristik perusahaan sebagai operator terminal petikemas. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp 3,3 triliun, laba usaha sekitar Rp 397 miliar, serta menangani sekitar 3,5 juta TEUs arus petikemas di enam cabangnya. “Sebagai operator, ukuran performance perusahaan terminal petikemas salah satunya diukur melalui arus petikemas. Pada 2025 kami berhasil menangani sekitar 900 ribu TEUs untuk layanan internasional dan 2,6 juta TEUs untuk layanan domestik, sehingga totalnya sekitar 3,5 juta TEUs di enam cabang kami,” jelas Daniel.

Dengan skala operasi tersebut, penerapan tata kelola yang transparan dan sistem pengendalian yang kuat menjadi bagian penting untuk memastikan layanan berjalan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. “Governance bukan hanya bagaimana kita memenuhi aturan. Yang lebih penting adalah bagaimana prinsip governance benar-benar masuk ke dalam proses bisnis. Karena itu kami membangun pengendalian melalui teknologi, manajemen risiko, internal control, whistleblowing system, sertifikasi, dan budaya integritas secara bersama-sama,” pungkas Daniel.

Tags: IPC TPK Top GRC
Previous Post

Agentic AI Bisa Ambil Keputusan dan Transaksi, Regulasi Jadi Kebutuhan Mendesak

Next Post

Metland Cyber Puri Perkuat Konsep Green Living Lewat Hunian Luxury South Treasure

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diskominfo Kabupaten Gunungkidul Integrasikan Jaringan dan Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hanya meng-klik dan menerima kebijakan privasi tanpa membacanya – itu kesalahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Google Cloud Luncurkan Gemini Enterprise for Financial Services dan Legal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadirkan ignitePRO, Telin Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto