ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Regulasi Makin Kompleks, Saatnya Perusahaan Mengubah Cara Mengelola Risiko

Ahmad Churi
15 September 2026 | 14:46
rubrik: E-Gov
Regulasi Makin Kompleks, Saatnya Perusahaan Mengubah Cara Mengelola Risiko
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Dunia usaha Indonesia tengah menghadapi babak baru. Perubahan regulasi yang semakin cepat dan kompleks menuntut perusahaan tidak sekadar patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu membaca arah perubahan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Di tengah ambisi Indonesia memperkuat posisi sebagai tujuan investasi, pemerintah terus melakukan pembenahan regulasi di berbagai sektor. Ketenagakerjaan, perdagangan karbon, hingga investasi asing menjadi sejumlah bidang yang mengalami perkembangan signifikan.

Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut tentu membawa peluang. Namun, di sisi lain, muncul tantangan baru dalam menyusun struktur operasional, mengelola risiko, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.Persoalannya, perubahan regulasi sering kali tidak berdiri sendiri. Satu aturan dapat berdampak pada kontrak bisnis, perpajakan, keuangan, hingga hubungan dengan mitra usaha. Karena itu, pendekatan hukum yang hanya melihat satu aspek menjadi semakin kurang memadai.

Kepatuhan yang Tak Lagi Sederhana

Salah satu contoh terlihat dari perubahan ketentuan mengenai alih daya (outsourcing) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan pada April 2026. Aturan baru tersebut membatasi praktik alih daya pada kategori jasa tertentu. Di saat yang sama, tanggung jawab pemenuhan hak pekerja juga menjadi perhatian perusahaan pengguna jasa, tidak hanya penyedia jasa alih daya.

Perubahan ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak cukup diselesaikan melalui perspektif hukum semata. Perusahaan perlu meninjau kembali kontrak dengan vendor, pembagian tanggung jawab, serta potensi risiko operasional yang muncul.“Lingkungan regulasi Indonesia berkembang sejalan dengan ambisi negara ini. Hal tersebut menciptakan peluang sekaligus kompleksitas bagi pelaku usaha,” ujar Stefanus Brian Audyanto, Managing Partner Deloitte Legal Indonesia dalam keterangan tertulis yang dirilis, belum lama ini, .

Menurut Brian, sejumlah perubahan besar terjadi secara bersamaan. Masing-masing memiliki batas waktu kepatuhan dan berdampak pada lebih dari satu bagian perusahaan.

BACA JUGA:  Pemetaan Batimetri Temukan Gunung Bawah Laut

Tantangan serupa juga terlihat dalam perkembangan pasar karbon Indonesia. Perubahan ketentuan perdagangan karbon oleh Kementerian Kehutanan tidak hanya berkaitan dengan regulasi lingkungan, tetapi juga beririsan dengan aspek pajak dan transaksi lintas negara. Artinya, perusahaan yang ingin memanfaatkan peluang pasar karbon perlu memahami persoalan secara lebih menyeluruh. Keahlian hukum, perpajakan, audit, dan strategi bisnis tidak bisa lagi berjalan dalam ruang yang sepenuhnya terpisah.

Mengakhiri Sekat Antarpenasihat

Selama ini, perusahaan lazim menggunakan penasihat hukum untuk menangani persoalan regulasi, sementara urusan pajak, keuangan, dan strategi bisnis ditangani oleh konsultan berbeda. Model tersebut tentu memiliki kelebihan. Namun, ketika persoalan bisnis semakin kompleks, koordinasi antarpenasihat dapat menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan sudut pandang, waktu penyelesaian, dan rekomendasi berpotensi memperlambat pengambilan keputusan.

Di sinilah pendekatan multidisipliner menjadi relevan. Melalui model ini, keahlian hukum, perpajakan, audit, teknologi, dan bisnis dipadukan sejak awal. Tujuannya bukan sekadar menyelesaikan persoalan hukum, melainkan menghadirkan solusi yang lebih utuh terhadap kebutuhan perusahaan.

Pengalaman Deloitte dalam restrukturisasi korporasi grup minyak dan gas di Indonesia menjadi salah satu gambaran. Dalam proyek tersebut, perusahaan membutuhkan integrasi lebih dari 10 entitas anak ke dalam entitas utama di bidang perdagangan dan distribusi bahan bakar hilir.

Dengan tenggat waktu yang ketat serta regulasi sektoral yang kompleks, Deloitte mengerahkan tim yang mencakup Hukum, Pajak, Strategi & Restrukturisasi, Transformasi & Teknologi, serta Audit.

Pendekatan terintegrasi tersebut memungkinkan proses integrasi entitas anak diselesaikan sesuai jadwal dan menghasilkan struktur korporasi yang lebih sederhana bagi bisnis hilir, tanpa kendala kepatuhan.“Perusahaan tidak menghadapi tantangan mereka sebagai persoalan hukum, pajak, atau bisnis yang terpisah. Mereka mengalaminya sebagai satu persoalan yang perlu segera diselesaikan,” kata Brian.

BACA JUGA:  Pemprov Jabar Kembangkan Aplikasi Konsultasi Kesehatan

Pernyataan ini menegaskan satu hal penting: perusahaan membutuhkan solusi, bukan sekadar kumpulan nasihat dari berbagai bidang.

Regulasi sebagai Keunggulan Kompetitif

Perubahan cara memberikan nasihat profesional tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis.Dalam proyek infrastruktur, misalnya, aspek hukum, regulasi, keuangan, dan komersial saling berkaitan. Hal ini terlihat pada proyek pelabuhan, bandara, jalan tol, perkeretaapian, penyediaan air minum, hingga fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy).

Deloitte Legal menyebut timnya yang terdiri atas lebih dari 45 konsultan telah terlibat dalam sekitar separuh proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta proyek infrastruktur di Indonesia.

Keterlibatan dalam proyek-proyek tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kecanggihan teknologi. Pemahaman terhadap regulasi dan kemampuan mengintegrasikan berbagai aspek bisnis juga menjadi faktor penting.

Pada akhirnya, perusahaan perlu mengubah cara pandang terhadap kepatuhan. Kepatuhan tidak seharusnya ditempatkan sebagai pekerjaan administratif yang baru dilakukan setelah keputusan bisnis diambil. Sebaliknya, pemahaman regulasi perlu menjadi bagian dari proses perencanaan sejak awal.“Perusahaan yang mampu berkembang di Indonesia adalah perusahaan yang melihat pemahaman terhadap regulasi sebagai keunggulan kompetitif, bukan sekadar kewajiban kepatuhan,” tutur Brian.

Pandangan tersebut relevan di tengah meningkatnya kompleksitas investasi, termasuk bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan lintas negara.Dengan memahami aspek hukum, pajak, komersial, dan operasional secara bersamaan, perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri sekaligus mengantisipasi risiko yang mungkin muncul.

Bagi Indonesia, perubahan regulasi merupakan bagian dari proses membangun ekosistem investasi yang semakin matang. Bagi perusahaan, tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan perubahan tersebut menjadi strategi bisnis yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

Sebab, dalam lingkungan usaha yang terus bergerak, perusahaan yang paling siap bukan semata-mata mereka yang paling cepat mematuhi aturan, melainkan mereka yang mampu memahami arah perubahan dan menjadikannya sebagai pijakan untuk tumbuh.

BACA JUGA:  Kominfo Pantau Pemanfaatan Spektrum Frekuensi Radio di Lokasi Penyelenggaraan KTT ASEAN 2023
Tags: regulASI iNDONESIA
Previous Post

Melalui CIPHER 2026, BINUS UNIVERSITY School of Computer Science Hadirkan Ekosistem Cyber Security dan AI Interaktif

Next Post

Tournament Esports Asia Pacific Predator League 2027 Bakal Digelar di Vietnam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto