ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Awas Barang Palsu! HARMAN Imbau Konsumen Beli Produk JBL Hanya di Retailer dan Toko Online Resmi

Fauzi
21 September 2026 | 16:45
rubrik: Product
Awas Barang Palsu! HARMAN Imbau Konsumen Beli Produk JBL Hanya di Retailer dan Toko Online Resmi

Ragam Produk Audio JBL, Foto: HARMAN International

Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan induk dari JBL, HARMAN International, menegaskan komitmennya dalam melindungi konsumen, integritas merek, dan mitra kanal resmi melalui upaya penegakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) serta pemberantasan barang palsu yang berkelanjutan di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Di tengah maraknya peredaran barang palsu di pasar online maupun offline, HARMAN secara proaktif terus menjalankan upaya perlindungan merek, bekerja sama erat dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi, menghapus, serta menyita produk-produk palsu dan tiruan yang menggunakan merek milik perusahaan.

Di tahun 2025, HARMAN berhasil memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di berbagai platform marketplace digital utama di kawasan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 tautan produk teridentifikasi sebagai barang palsu, sementara sisanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) milik HARMAN.

“Selama 80 tahun, JBL telah meraih kepercayaan konsumen di seluruh dunia dengan berfokus pada inovasi, performa, dan kualitas,” ujar Grace Koh, General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific, dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).

“Di saat kami merayakan tahun berdirinya JBL yang ke-80, menjaga reputasi tersebut menjadi hal yang semakin krusial. Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan otoritas bea cukai, aparat penegak hukum, dan platform e-commerce di seluruh kawasan APAC untuk memutus jaringan produk palsu serta membantu memastikan konsumen dapat membeli produk JBL yang asli dengan percaya diri,” sambungnya.

Aksi Penegakan Hukum di Seluruh Kawasan APAC
Aksi penegakan hukum HARMAN pada tahun 2026 berlandaskan pada inisiatif pemberantasan barang palsu yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun di seluruh kawasan.

BACA JUGA:  Padang Jadi Destinasi Paling Terjangkau di Indonesia Saat Ini Versi Agoda

Pada enam bulan pertama tahun 2026, sejumlah aksi penegakan hukum berhasil menyita produk-produk palsu dalam jumlah yang signifikan di berbagai pasar utama APAC:

• Di Korea Selatan, produk JBL Flip 6 palsu berhasil disita dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan bekerja sama dengan otoritas setempat.
• Operasi terpisah di Korea Selatan, unit JBL Charge 6 palsu juga turut disita, sehingga berhasil memutus rantai distribusi produk palsu tersebut di pasar.
• Di Thailand, otoritas bea cukai berhasil menghentikan peredaran produk palsu yang secara ilegal dipasarkan menggunakan nama fiktif “JBL Max 33”, mencegah produk tersebut sampai ke tangan konsumen.
• Operasi lainnya di Thailand, pihak berwenang menyita unit palsu dari JBL Go 4, JBL Clip, serta jajaran headphone JBL Tune series.

Berbagai tindakan ini mencerminkan kian eratnya kolaborasi antara perusahaan dengan instansi penegak hukum di tingkat regional, sekaligus menegaskan pentingnya pemantauan secara ketat untuk mengidentifikasi aktivitas pemalsuan sebelum produk sampai ke tangan konsumen.

Berdayakan Konsumen Melalui Edukasi
Melengkapi kegiatan penegakan hukum tersebut, HARMAN di Asia Pasifik baru-baru ini meluncurkan kampanye edukasi anti-barang palsu di media sosial tingkat regional. Kampanye ini bertujuan untuk membantu konsumen mengenali serta menghindari produk JBL tiruan. Inisiatif ini mengedukasi konsumen mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan dari barang palsu, menekankan pentingnya membeli produk melalui distributor resmi dan kanal online terpercaya, serta memberikan panduan praktis tentang cara memverifikasi keaslian produk.

Melindungi Reputasi 80 Tahun
Seiring dengan perayaan tahun berdiri JBL yang ke-80 pada tahun 2026, menjaga integritas salah satu merek audio paling ternama di dunia tetap menjadi prioritas utama bagi HARMAN.

Sejak didirikan pada tahun 1946 oleh James B. Lansing, JBL telah membangun inovasi yang mencakup studio rekaman, bioskop, acara musik live, aksesoris otomotif, hingga jutaan perangkat konsumen di seluruh dunia. Komitmen JBL terhadap keunggulan rekayasa audio telah meraih pengakuan global, termasuk penghargaan bergengsi Academy dan Grammy Awards. Di tengah langkah JBL yang terus berinvestasi pada masa depan dunia audio melalui kemajuan pengalaman mendengarkan yang imersif serta teknologi suara generasi berikutnya (next-generation), upaya perlindungan merek yang dilakukan HARMAN turut membantu menjaga warisan, kualitas, dan performa yang menjadi ciri khas merek ini.

BACA JUGA:  Infobip dan Telkomsel Kembangkan RCS for Business di Indonesia

Panduan Bagi Konsumen
Konsumen diimbau untuk membeli produk JBL hanya melalui retailer resmi dan toko online resmi (official store), mengingat tawaran harga yang terlampau murah serta penjual yang tidak terverifikasi dapat menjadi indikasi barang palsu.

Produk JBL yang asli dirancang dan diuji secara ketat untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan yang tinggi. Sebaliknya, produk palsu kerap menggunakan komponen berkualitas rendah dan mengabaikan proses kendali mutu (quality control) yang krusial. Hal ini meningkatkan risiko penurunan performa, berkurangnya keandalan, hingga potensi bahaya keselamatan, di luar pengalaman mendengarkan yang terganggu.

“Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara mulus (seamless) dalam ekosistem JBL,” tambah Grace Koh.

“Melalui aplikasi resmi JBL, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost, serta membuka berbagai optimasi yang dirancang untuk memaksimalkan potensi perangkat mereka. Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan, sehingga makin menegaskan pentingnya memilih produk asli untuk mendapatkan pengalaman JBL yang sepenuhnya,” pungkasnya.

Tags: AIHARMANJBLTWS
Previous Post

Lazada 9.9 Sale Dongkrak Penjualan Hingga 6 Kali Lipat

Next Post

Telkomsel Mudahkan Pelanggan IndiHome Saksikan Asian Games 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto