Perusahaan induk dari JBL, HARMAN International, menegaskan komitmennya dalam melindungi konsumen, integritas merek, dan mitra kanal resmi melalui upaya penegakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) serta pemberantasan barang palsu yang berkelanjutan di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Di tengah maraknya peredaran barang palsu di pasar online maupun offline, HARMAN secara proaktif terus menjalankan upaya perlindungan merek, bekerja sama erat dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi, menghapus, serta menyita produk-produk palsu dan tiruan yang menggunakan merek milik perusahaan.
Di tahun 2025, HARMAN berhasil memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di berbagai platform marketplace digital utama di kawasan ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 tautan produk teridentifikasi sebagai barang palsu, sementara sisanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) milik HARMAN.
“Selama 80 tahun, JBL telah meraih kepercayaan konsumen di seluruh dunia dengan berfokus pada inovasi, performa, dan kualitas,” ujar Grace Koh, General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific, dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).
“Di saat kami merayakan tahun berdirinya JBL yang ke-80, menjaga reputasi tersebut menjadi hal yang semakin krusial. Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan otoritas bea cukai, aparat penegak hukum, dan platform e-commerce di seluruh kawasan APAC untuk memutus jaringan produk palsu serta membantu memastikan konsumen dapat membeli produk JBL yang asli dengan percaya diri,” sambungnya.
Aksi Penegakan Hukum di Seluruh Kawasan APAC
Aksi penegakan hukum HARMAN pada tahun 2026 berlandaskan pada inisiatif pemberantasan barang palsu yang telah dijalankan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun di seluruh kawasan.
Pada enam bulan pertama tahun 2026, sejumlah aksi penegakan hukum berhasil menyita produk-produk palsu dalam jumlah yang signifikan di berbagai pasar utama APAC:
• Di Korea Selatan, produk JBL Flip 6 palsu berhasil disita dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan bekerja sama dengan otoritas setempat.
• Operasi terpisah di Korea Selatan, unit JBL Charge 6 palsu juga turut disita, sehingga berhasil memutus rantai distribusi produk palsu tersebut di pasar.
• Di Thailand, otoritas bea cukai berhasil menghentikan peredaran produk palsu yang secara ilegal dipasarkan menggunakan nama fiktif “JBL Max 33”, mencegah produk tersebut sampai ke tangan konsumen.
• Operasi lainnya di Thailand, pihak berwenang menyita unit palsu dari JBL Go 4, JBL Clip, serta jajaran headphone JBL Tune series.
Berbagai tindakan ini mencerminkan kian eratnya kolaborasi antara perusahaan dengan instansi penegak hukum di tingkat regional, sekaligus menegaskan pentingnya pemantauan secara ketat untuk mengidentifikasi aktivitas pemalsuan sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Berdayakan Konsumen Melalui Edukasi
Melengkapi kegiatan penegakan hukum tersebut, HARMAN di Asia Pasifik baru-baru ini meluncurkan kampanye edukasi anti-barang palsu di media sosial tingkat regional. Kampanye ini bertujuan untuk membantu konsumen mengenali serta menghindari produk JBL tiruan. Inisiatif ini mengedukasi konsumen mengenai berbagai risiko yang ditimbulkan dari barang palsu, menekankan pentingnya membeli produk melalui distributor resmi dan kanal online terpercaya, serta memberikan panduan praktis tentang cara memverifikasi keaslian produk.
Melindungi Reputasi 80 Tahun
Seiring dengan perayaan tahun berdiri JBL yang ke-80 pada tahun 2026, menjaga integritas salah satu merek audio paling ternama di dunia tetap menjadi prioritas utama bagi HARMAN.
Sejak didirikan pada tahun 1946 oleh James B. Lansing, JBL telah membangun inovasi yang mencakup studio rekaman, bioskop, acara musik live, aksesoris otomotif, hingga jutaan perangkat konsumen di seluruh dunia. Komitmen JBL terhadap keunggulan rekayasa audio telah meraih pengakuan global, termasuk penghargaan bergengsi Academy dan Grammy Awards. Di tengah langkah JBL yang terus berinvestasi pada masa depan dunia audio melalui kemajuan pengalaman mendengarkan yang imersif serta teknologi suara generasi berikutnya (next-generation), upaya perlindungan merek yang dilakukan HARMAN turut membantu menjaga warisan, kualitas, dan performa yang menjadi ciri khas merek ini.
Panduan Bagi Konsumen
Konsumen diimbau untuk membeli produk JBL hanya melalui retailer resmi dan toko online resmi (official store), mengingat tawaran harga yang terlampau murah serta penjual yang tidak terverifikasi dapat menjadi indikasi barang palsu.
Produk JBL yang asli dirancang dan diuji secara ketat untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan yang tinggi. Sebaliknya, produk palsu kerap menggunakan komponen berkualitas rendah dan mengabaikan proses kendali mutu (quality control) yang krusial. Hal ini meningkatkan risiko penurunan performa, berkurangnya keandalan, hingga potensi bahaya keselamatan, di luar pengalaman mendengarkan yang terganggu.
“Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara mulus (seamless) dalam ekosistem JBL,” tambah Grace Koh.
“Melalui aplikasi resmi JBL, konsumen dapat mempersonalisasi pengaturan EQ, mengakses fitur seperti stereo pairing dan Playtime Boost, serta membuka berbagai optimasi yang dirancang untuk memaksimalkan potensi perangkat mereka. Pengalaman seperti ini tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan, sehingga makin menegaskan pentingnya memilih produk asli untuk mendapatkan pengalaman JBL yang sepenuhnya,” pungkasnya.














