ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Akamai: Jaga Keamanan AI Berbasis Agen, Beralih ke Tata Kelola Berbasis Perilaku

Fauzi
23 September 2026 | 16:04
rubrik: Research
Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Akamai merilis laporan Keamanan State of the Internet (SOTI) terbarunya yang berfokus pada tantangan AI yang sedang muncul. Ditujukan untuk para CISO (Chief Information Security Officer), laporan berjudul The Agentic Frontier: Speed, Scale, and Nonhuman Identity menjelaskan bahwa pengamanan bisnis modern telah berkembang dari sekadar manajemen identitas dan akses untuk manusia menjadi tantangan tata kelola perilaku atas entitas non-manusia.

Laporan tersebut menyoroti dua tantangan krusial: kesulitan dalam menetapkan batasan bagi agen otonom, dan kecepatan model AI dalam mengidentifikasi kerentanan yang seringkali melampaui siklus pembaruan yang dilakukan manusia.

Temuan utama dari Laporan SOTI

  • Kesenjangan visibilitas Model Context Protocol (MCP): Meskipun MCP (protokol yang memungkinkan agen AI berinteraksi dengan berbagai sistem perangkat lunak) memungkinkan model AI melakukan tindakan otonom lintas sistem, pengawasan terhadap MCP justru menempati urutan terakhir dalam prioritas keamanan CISO saat ini. Hal ini mengungkap adanya kesenjangan visibilitas yang kritis, sementara para pemimpin keamanan memperkirakan bahwa agen AI yang tidak terkendali akan menjadi ancaman siber utama pada tahun 2030.
  • Kebocoran data chatbot: Lebih dari 6% percakapan chatbot AI di lingkungan perusahaan mengandung data perusahaan yang sensitif — terutama informasi yang dapat mengidentifikasi individu — dengan 47% interaksi tersebut terjadi melalui akun pribadi yang tidak diawasi.
  • Percepatan eksploitasi: Inisiatif Frontier AI menunjukkan bahwa model-model tersebut mampu dengan cepat mengidentifikasi dan menghubungkan kelemahan-kelemahan sistem, sehingga penambalan keamanan (patching) reaktif menjadi tidak memadai dan mengharuskan adanya mitigasi edge secara real-time.
  • Browser sebagai ruang kerja yang tidak terlindungi: Lebih dari 40% pengguna korporat telah menginstal ekstensi browser berbasis AI, dengan 25% di antaranya mengubah izin dalam waktu 12 bulan. Alat-alat ini memiliki kemungkinan 60% lebih besar untuk mengandung kerentanan dan paparan umum (CVE – Common Vulnerabilities and Exposures) yang sudah diketahui dibandingkan dengan ekstensi standar.
  • Maraknya pelanggan sintetis: Seiring agen AI menggantikan traffic web tradisional untuk mendorong penemuan brand, para CISO harus memperluas perlindungan melampaui malware hingga mencakup metrik Generative Engine Optimization (GEO): kutipan, akurasi, sentimen, dan pengelolaan bot.
BACA JUGA:  Samsung Pamer Inovasi Rumah Berbasis AI di Southeast Asia Tech Seminar 2025

“AI menghadirkan momen ‘everything, everywhere, all at once’ atau situasi yang sangat merepotkan karena banyak hal muncul secara bersamaan bagi ekosistem keamanan secara keseluruhan,” kata Boaz Gelbord, Chief Security Officer di Akamai, dalam keterangan resminya, Selasa (23/9/2026). “Ada tiga ancaman utama: Pertama, penggunaan AI secara internal di seluruh organisasi, baik itu kode yang dihasilkan AI maupun pemanfaatan alat produktivitas berbasis AI. Kedua, integrasi AI secara langsung ke dalam produk yang berinteraksi dengan pelanggan dan beban kerja cloud, yang mengubah profil risiko operasional Anda. Ketiga, ada serangan yang didorong oleh AI yang menargetkan perusahaan. Program keamanan perlu beradaptasi dengan realitas yang berkembang pesat ini, dan ada banyak tekanan dalam sistem akibat kecepatan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menjadi topik utama bagi dewan direksi, pelanggan, dan regulator dalam waktu dekat.”

“Munculnya web berbasis agen menandai perubahan mendasar dalam cara nilai bisnis dan logika operasional diciptakan,” kata Steve Winterfeld, Advisory CISO Akamai. “Seiring dengan perkembangan AI otonom dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi pelaksanaan strategi bisnis bertahap, kepemimpinan di bidang keamanan harus berkembang sejalan dengan hal tersebut.”

Rekomendasi strategis bagi para pemimpin bidang keamanan
Untuk menghadapi era AI berbasis agen, Akamai menguraikan empat pilar utama bagi CISO dalam laporan tersebut:

  1. Beralih ke tata kelola edge yang adaptif: Terapkan perlindungan runtime native edge, filter API, dan mekanisme isolasi untuk segera menetralkan kerentanan sementara proses penambalan di sistem backend berlangsung.
  2. Amankan edge browser: Bangun visibilitas dan kontrol perilaku di dalam browser untuk mengamankan penggunaan ekstensi AI yang tidak dikelola dan model yang di-hosting di web oleh tenaga kerja.
  3. Lindungi otoritas brand dalam ekonomi tanpa klik: Terapkan strategi GEO dan lapisan data yang dapat dibaca mesin di jaringan edge untuk mencegah crawler AI dan pembeli sintetis membuat data brand perusahaan menjadi tidak akurat atau menyajikannya secara keliru.
  4. Sesuaikan otonomi dengan kemampuan verifikasi: Berikan otonomi operasional kepada agen AI berdasarkan seberapa mudah tindakan mereka dapat diverifikasi dan seberapa reversibel potensi kegagalan tersebut, sambil tetap mempertahankan kontrol dengan keterlibatan manusia (human-in-the-loop) untuk tindakan yang berisiko tinggi.
BACA JUGA:  Pandemi Bikin Transaksi Digital dan Real-time Meningkat

Kini memasuki tahun ke-12, laporan SOTI dari Akamai terus memberikan wawasan penting mengenai tren keamanan siber dan performa web, yang diperoleh dari analisis serangan yang terdeteksi di seluruh infrastruktur keamanan siber Akamai, yang menangani sebagian besar trafik web global.

Tags: Agentic AIAIAkamaiSOTI
Previous Post

Atasi Persoalan Sampah BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi

Next Post

Primaya Fair 2026 Tawarkan Promo dan Edukasi Kesehatan Masyarakat di Aeon Mall BSD City

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei dan Telkomsel Rilis Modem Terbaru Orbit Star H1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2023: Ini Strategi PLN Icon Plus Tingkatkan Keandalan IT Security

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto