
Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh Imam S.
RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan menghadirkan layanan Telehealth Plus sebagai solusi untuk memberikan layanan kesehatan yang aman di masa Pandemi Covid-19. Telehealth Plus adalah penggunaan informasi elektronik dan teknologi telekomunikasi untuk mendukung perawatan klinis kesehatan pasien, kesehatan masyarakat, administrasi kesehatan dan pendidikan profesional kesehatan secara jarak jauh.
“Sejak awal pandemi virus Covid-19 ini diumumkan pemerintah, kami langsung memikirkan langkah-langkah inovatif untuk dapat memberikan layanan kesehatan dengan aman. Mengingat penyebaran virus yang begitu cepat, sehingga mengganggu kegiatan operasional rumah sakit,” ungkap Kurniawan Candra Wijaya, IT Supervisor RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan Majalah IT Works di Jakarta, Senin, 2 November 2020.

Sebagai informasi, pada bulan Maret 2020 Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus Covid-19 yang kemudian berkembang cepat jadi pandemi. Seluruh sektor kehidupan mengalami dampak serius akibat pandemi tersebut, termasuk rumah sakit.
Dengan mengutip pemberitaan di media massa, Kurniawan menjelaskan kepada dewan juri dampak pandemi tersebut di industri rumah sakit. Pertama, adanya kesakitan dan kematian tenaga kesehatan. Kedua, terganggunya keuangan rumah sakit karena berkurangnya jumlah pasien karena kuatir dengan penularan, adanya peningkatan biaya untuk pengadaan kelengkapan sarana dan prasarana seperti alat pelindung diri (APD), dll. Ketiga, ada peningkatan angka infeksi, stress dan kelelahan tenaga kesehatan. Serta peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis.
Pandemi ini juga menimbulkan sejumlah kendala bagi dokter dan pasien lanjut Kurniawan. “Dokter jadi takut menghadapi pasien karena risiko penularan, dan keharusan pemakaian APD lengkap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi dokter. Sedangkan pasien takut datang ke rumah sakit karena jadi salah satu tempat penularan, pasien dari luar pulau jadi ‘terkendala’ untuk naik pesawat.”
“Solusi teknologi yang kami hadirkan adalah Telehealth Plus untuk menjembatani kendala tersebut. Ini merupakan gabungan teknologi dan elektronik, supaya komunikasi antara pasien dan dokter tetap dapat berlangsung di masa pandemi ini. Telehealth kita kembangkan karena dapat digunakan untuk perawatan klinis dan non klinis dari jarak jauh (remote),” jelasnya.
Kurniawan mengklaim layanan Telehealth RS Premier Bintaro memiliki sejumlah kelebihan, pertama, menggunakan video call system yang aman (HIPAA compliant), menggunakan sistem pembayaran on-line, sistem pembayaran dan messaging system yang terintegrasi dengan HIS, dan proses otomatisasi: update status pembayaran di HIS dan kirim kuitansi ke pasien.
Kurniawan mengatakan cara mengakses layanan ini cukup mudah. “Bisa pakai smartphone untuk menghubungi no WhatsApp atau Customer Service kami dan pengguna akan dibimbing untuk menggunakan Layanan Telehealth ini.”
Ia menjelaskan secara garis besar proses Telehealth Plus bagi peserta (pasien): mendaftar layanan Telehealth melalui Call Center atau WA, Menyetujui TOS (Terms Of Service), melakukan pembayaran, menerima url video conference, melakukan test video call dan asessment dengan perawat, melakukan konsultasi Telehealth dengan dokter, jika ada obat yang direkomendasikan dokter maka ada konfirmasi pembelian obat, melakukan pembayaran obat dan menerima obat yang dikirim oleh kurir.
“Telehealth ini juga mudah dioperasikan baik oleh staff RS, dokter maupun pasien, tidak perlu install aplikasi di sisi pasien. Dan semua konsultasi dokter tercatat di HIS – Medical record Pasien,” katanya.
Sejak dihadirkan bulan Mei tahun ini, jumlah pasien yang menggunakan Telehealth Plus terus meningkat. “Per September 2020 ada 4.004 pasien layanan ini,” ujar Kurniawan.
Telehealth Plus juga menyediakan Paket Test Covid-19 beruapa layanan paket pemeriksaan Swab PCR Drive Thru termasuk konsultasi dengan dokter umum menggunakan Telehealth.
“Selama periode bulan September 2020, jumlah pasien yang melakukan telekonsultasi untuk Swab PCR Drive Thru sebanyak 3.794,” ungkap Kurniawan.














