Jakarta, ItWorks- Selain aplikasi digital (Prodenpasar) yang menjadi salah satu unggulan untuk layanan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar juga terus mengembangkan aplikasi baru. Di antaranya aplikasi Denpasar Integrated Virtual Office System (DIVOS), Jaga Baya, serta inovasi Aplikasi e-Sewaka Dharma yang sangat bermanfaat sebagai solusi layanan masyarakat di era new normal ini.
Aplikasi DIVOS, Jaga Baya, serta Aplikasi e-Sewaka Dharma berbasis Mobile, merupakan inovasi baru Pemkot Denpasar yang dibangun dan dikembangkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota (Diskominfo) Denpasar dalam upaya meningkatkan layanan masyarakat berbasis teknologi digital. Inovasi ini sekaligus juga sebagai upaya peningkatan implementasi Denpasar menuju smart city (kota pintar) berbasis teknologi digital dan kearifan lokal.
DIVOS merupakan ruang kerja di dunia maya (interet), sehingga para pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar dapat bekerja dari manapun dengan menggunakan own device atau perangkat digital, seperti PC, laptop, atau ponsel. Sehingga di era pandemu dan new normal ini, mereka tetap bisa produktif menjalankan aktivitas, dengan cara work from home (WfH) atau works from anywhere.
Sedangkan aplikasi Jaga Baya yang diimplementasi tahun 2020 ini merupakan aplikasi pendukung berbasis kearifan lokal dalam upaya mewujudkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di era pandemi Covid-19 dengan melibatkan lapisan pemerintahan terbawah. Mulai dari perangkat desa/lurah, termasuk tokoh Desa Adat serta dusun dan lingkungan. Fitur Unggulan seperti sebaran kasus Covid-19 hinggal level Kaling/Kadus, Data Tunggal Jaring Pengaman Sosial, Evaluasi PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang bisa sebagai media interaktif. Manfaat atau dampak untuk Instansi/masyarakat yakni sebagai upaya pemutusan dan pencegahan Covid-19 di Masyarakat (secara Preventif dan Kuratif). Termasuk di dalam ada fitur untuk jaring pengaman sosial, terutama untuk mendukung penyaluran Bansos, Bantuan Langsung Tunai, Food Rescue) dan lainnya.
Adapun aplikasi eSewaka Dharma Mobile yang dibangun sejak 2017 dengan inovasi baru, merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan desa/kelurahan di Kota Denpasar, dengan mengoptimalkan peran kepala lingkungan/kepala dusun dalam melayani masyarakat dengan dukungan teknologi digital. Upaya ini sekaligus juga untuk mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance) menuju Kota Cerdas (Smart City).
Inovasi baru “e-sewaka dharma mobile” untuk memudahkan layanan surat-menyurat di tingkat desa dan kelurahan di tengah menghadapi wabah Covid-19. E-sewaka dharma mobile juga untuk mempermudah layanan surat menyurat bagai masyarakat. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat tidak perlu ke luar rumah jika ingin mengurus surat-surat yang diperlukan dari kantor desa/kelurahan. Kepala desa atau lurah juga bisa langsung menandatangani berkas-berkas secara digital karena telah menerapkan sistem tanda tangan elektronik.
“Inovasi ini juga dalam rangka mendukung dan mengakselerasi kota Denpasar menuju smart city agar makin konprehensif untuk berbagai layanan masyarakat berbasis teknologi digital. Dari sisi keamanan IT, Kota Denpasar juga telah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara terkait dengan pengamanan Dokumen Elektronik. Dokumen Elektronik yang dihasilkan oleh beberapa Sistem Elektronik diamankan dengan Sertifikat Elektronik berupa Tanda Tangan Elektronik melalui sistem IDENTIK (Sistem Informasi dengan Tanda Tangan Elektronik). Sesuai ketentuan terkait tugas dan fungsi, Diskominfo akan terus meningkatkan aplikasi Smart City dengan aplikasi baru sesuai tuntunan era transformasi digital dan industri 4.0 untuk terjaminnya keberlanjutan program Smart City di Kota Denpasar,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung,SE,M. saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung (02/11) secara virtual yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, di Jakarta.
Di hadapan dewan juri terdiri, Garuda Sugardo (Dewan TIK Nasional/ WanTIKnas), Ben De Haan (Senior Advisor Majallah ItWorks), dan Hidayat Tjokrodjojo (Apkomindo), I Dewa Made Agung juga memaparkan banyak hal terkait transformasi digital yang dilakukan selama masa pandemi ini, termasuk up date smart city, serta aplikasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) atau e-Goverment. Pengembangan aplikasi e-Government diarahkan menuju integrated & inter-operability e-Government atau data yang saling berkomunikasi dan terhubung antar satu aplikasi dengan aplikasi lainnya serta lintas OPD.
Salah satu inovasi digital yang dihasilkan untuk menunjang aktivitas di internal selama pandemi kini, yakni sistem kehadiran SmartPresence bagi pegawai. Aplikasi ini dikembangkan dengan teknologi rekam biometric wajah secara realtime menggunakan perangkat mobile android, yang telah tersinkronisasi langsung dengan sistem, sehingga dapat dianalisa data kehadiran lebih dini.
Untuk kelanjutan smart city telah banyak pengembangan sesuai Rencana induk (Master Plan) Pengembangan Smart City Kota Denpasar tahun 2019 – 2023, di mana sebelumnya juga telah dibuat tata kelola IT’ Road Map Denpasar Smart City Tahun 2016. “Sebagai kelanjutan dan keseriusan dalam pengembangan smart city ini, kami ada Peraturan Walikota Denpasar Nomor 49 Tahun 2019Rencana Induk Pengembangan Smart City Tahun 2019-2023. Selain itu sesuai komitmen untuk peningkatan sistem pemeringtah berbasis elektronik, SPBE juga terus kita kembangkan dengan inovasi aplikasi baru. Indeks SPBE Pemerintah Kota Denpasar Tahun 2019 berada pada nilai indeks 3,33 dengan Predikat BAIK dan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Terkait layanan masyarakat, sebelumnya Pemkot Denpasar juga memiliki aplikasi digital yang hingga kini menjadai andalan (unggulan) yakni aplikasi Prodenpasar yang dibangun 2013 yang kini terus dikembangkan dan didukung dengan inovasi teknologi. Prodenpasar merupakan aplikasi untuk menjembati atau sebagai media aspirasi, keluhan dan informasi bagi warga Kota Denpasar.
Beberapa fitur unggulan yani untuk layananm pengaduan masyatakat secara online, Live Streaming CCTV, informasi lowongan kerja, Capil Online, hingga City Tour. “Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan keluhan di lapangan secara langsung dan kapanpun kepada pemerintah dilengkapi bukti yang kuat seperti foto, dokumen dan lokasi kejadian. Dalam hal ini, perangkat daerah dan petugas di lapangan, juga dapat memantau dan merespons laporan secara langsung untuk ditindak lanjuti. Pemerintah dapat memonitoring dan menganalisa laporan masyarakat untuk memberikamn respon cepat, bahkan secara real time. Sehingga sangat membantu layanan kami di tengah pandemi ini,” tandasnya. (AC)














