Mengutip satu hasil penelitian, disebutkan generasi millennial telah jadi penggerak pasar properti. Jumlah generasi millennial di kisaran angka 84 juta penduduk atau 30% dari total 271 juta penduduk Indonesia serta punya daya beli yang signifikan membuat kebutuhan rumah saat ini didominasi oleh kelompok usia 22-39 tahun (65%) tersebut. Namun, mereka punya preferensi dan perilaku yang berbeda dalam membeli hunian, dibandingkan dengan generasi sebelumnya, khususnya dengan pengunaan teknologi digital.
Lewat siaran pers, 03/05/2021, Mulyawan Gani, Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, menjelaskan di dunia yang saling terhubung (connected) saat ini, ada beberapa tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan, khususnya yang bergerak di industri properti.
Pertama, proses bisnis pengembangan property yang kompleks. “Diperlukan sebuah platform pelibatan konsumen secara end-to-end yang memungkinkan mereka untuk memiliki pengalaman yang dipersonalisasi di seluruh perjalanan konsumen, mulai dari pencarian properti, survey lokasi, melakukan pendaftaran, memesan appointments dengan agen penjualan dan after-sales service,” kata Gani.
Kedua, identitas jamak konsumen. Calon pembeli properti saat ini menggunakan berbagai macam channel dan memiliki preferensi yang beraneka ragam dalam interaksinya dengan pengembang. Maka pengembang memperoleh banyak data yang bisa dikumpulkan namun juga memiliki tantangan sendiri dalam mengolah data tersebut. Kemampuan pengembang untuk mengetahui calon konsumen jadi sangat penting.
Menurutnya, memahami kebutuhan dan identitas calon konsumen secara real-time di seluruh perjalanan konsumen serta menentukan rencana aksi dengan sasaran yang jelas merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar bisa meningkatkan customer experience secara lebih aktif.
“Dengan adanya data dan wawasan dari konsumen saat ini maupun calon konsumen baru, kita bisa memprediksi kebutuhan konsumen dan membantu kita untuk berinovasi lebih baik lagi kedepannya,” klaim Gani.
Baca: Studi SAP: Pasca-Pandemi, Perusahaan di ASEAN Prioritaskan Pertumbuhan dan Pengalaman Pelanggan
Menanggapi perubahan demografi dan perilaku konsumen properti, khususny dari generasi millenial, Sinar Mas Land mengaplikasikan penggunaan virtual tour, virtual expo, media sosial, Key Opinion Leader (KOL) dan e-katalog untuk mengangkap pasar digital.
Sinar Mas Land juga mulai menggunakan layanan SAP Customer Data Cloud (CDC) yang terintegrasi dengan marketing cloud dari SAP dan SAP Sales & Service Cloud dan Qualtrics untuk menjalankan pemasaran berbasis data.
Mulyawan Gani menjelaskan Sinar Mas Land melakukan perencanaan produk sesuai dengan aspirasi konsumen. “Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kami sangat terbantu dengan kumpulan data yang diberikan konsumen sehingga kami dapat mendesain produk yang relevan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
“Jika kita bisa mengenal konsumen kita dengan lebih baik, kita bisa membuka peluang yang lebih besar dan terus terhubung dengan mereka serta memahami preferensi mereka,” ujarnya.
Sinar Mas Land merupakan perusahaan properti pertama di Indonesia yang menggunakan solusi Customer Relationship Management dari SAP. Itu dilakukan untuk memperhatikan aspek berbasis data sehingga perusahaan dapat berusaha untuk melayani konsumen secara strategis dan tepat.
Pada tahun 2020 lalu, yang penuh dengan tantangan, Sinar Mas Land mampu menjual 3,100 unit properti, yang terdiri dari segmen residensial atau rumah tapak/landed house (65%) dan sisanya segmen komersial termasuk apartemen/strata title, ruko dan kavling tanah. Untuk tahun 2021, pengembang ini memasang angka 8% untuk target pertumbuhan sales mereka.














