Kaspersky hari ini meluncurkan platform Kaspersky Extended Detection and Response (XDR) yang bertujuan untuk memitigasi ancaman merugikan dari ransomware yang ditargetkan untuk bisnis di Indonesia.
Kaspersky XDR adalah portofolio holistik yang dibangun di atas tiga pilar dari setiap strategi insiden kompleks yang sukses. Produk dan layanan Kaspersky yang membentuk XDR adalah Kaspersky EDR Optimum; Kaspersky EDR Expert; Kaspersky Anti-Targeted Attack Platform; Kaspersky Managed Detection and Response; dan Kaspersky Incident Response.
“Untuk membantu tim keamanan perusahaan yang membutuhkan tenaga lebih banyak, kami menggabungkan beberapa alat keamanan kami ke dalam platform deteksi dan respons insiden keamanan terpadu yang koheren – Kaspersky Extended Detection and Response (XDR). Platform baru ini memberikan perlindungan multi-lapisan untuk perusahaan, serta kemampuan berburu ancaman untuk Pusat Operasi Keamanan (SOC) yang sudah ada,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, dalam acara Kaspersky XDR Launch, di Jakarta, 21/02/2023.
Kaspersky XDR adalah portofolio holistik yang dibangun di atas tiga pilar dari setiap strategi insiden kompleks yang sukses. Produk dan layanan Kaspersky yang membentuk XDR adalah Kaspersky EDR Optimum; Kaspersky EDR Expert; Kaspersky Anti-Targeted Attack Platform; Kaspersky Managed Detection and Response; dan Kaspersky Incident Response.
Platform ini mampu beradaptasi untuk semua bentuk dan ukuran organisasi. Platform yang mudah digunakan ini juga diperkaya dengan data intelijen ancaman yang dapat dipercaya dari KSN (Kaspersky Security Network) untuk kemampuan deteksi yang lebih baik.
“Ini adalah platform teknologi keamanan berlapis-lapis dalam bentuk solusi dan layanan pakar keamanan siber dan menggunakan pendekatan proaktif untuk mengkoordinasikan alat keamanan silo ke dalam platform deteksi dan respons ancaman keamanan koheren dan terpadu,” tutur Yeo Siang Tiong.
Ia mengklaim manfaat Kaspersky XDR, seperti mengkonsolidasikan sejumlah besar peringatan ke dalam jumlah insiden yang jauh lebih kecil yang dapat diprioritaskan untuk penyelidikan manual. “Juga mengotomatiskan tugas berulang untuk meningkatkan produktivitas,” tutup Yeo Siang Tiong.
Baca: Indonesia Alami Insiden Serangan Ransomware Tertinggi di Asia Tenggara di Tahun 2022















