Kepala Divisi Engineering dan Property Facultative PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) Roland Silaban mengatakan bahwa okupasi data center terhitung baru di dunia asuransi.
“Nantinya diharapkan industri dapat mengantisipasi berbagai risiko yang bisa muncul dari okupasi ini sehingga kita semua dapat memitigasi risiko loss yang besar,” ujarnya saat acara Sharing Session yang khusus membahas keamanan data center di tengah pesatnya transformasi digital pasca pandemi Covid-19, di Bogor, Jumat, 10/03/2023.
Mengutip data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Roland memaparkan dalam empat tahun terakhir, investasi digital di Indonesia diklaim mencapai level tertinggi di Asia Tenggara yakni Rp73,5 Triliun.
Kemudian, berdasarkan riset Mordor Intelligence, valuasi pasar data center di Tanah Air mencapai 1,67 miliar dolar AS pada 2021. Nilai tersebut diproyeksikan naik menjadi 3,43 miliar dolar AS pada 2027 apabila tingkat pertumbuhan majemuk (CAGR) lebih dari 13 persen.
Menurut Rland, okupasi ini membutuhkan penanganan khusus dalam hal keamanan agar mencegah terjadinya insiden yang dapat berakibat kerugian.
“Sama halnya dengan okupasi-okupasi lainnya, di satu sisi kita menjaga agar perusahaan asuransi memberi jaminan optimal, di sisi lain perusahaan tertanggung juga tetap untung,” lanjutnya.
Baca: Perkuat Pemasaran Produk Asuransi secara Digital, Tugu Insurance Gandeng Cermati Protect














